PLN selamat natal 2022

Jarang Disadari, Anak Usia 2-5 Tahun Paling Banyak Kena Leukimia

Pelayananpublik.id- Salahsatu penyakit yang paling mematikan adalah kanker. Kanker sendiri banyak jenisnya, salahsatunya adalah kanker darah atau leukimia.

Leukimia menjadi momok yang menakutkan terlebih karena bisa menyerang siapa saja termasuk anak-anak.

Menurut penelitian, anak-anak usia 2 hingga 5 tahun paling banyak menderita leukimia.

Dokter Spesialis Anak Konsultan Hemato-Onkologi Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita, Fajar Subroto mengatakan sebenarnya anak semua umur bisa terkena leukimia bahkan bayi baru lahir.

“Memang semua umur anak bisa terkena leukimia, tidak menutup kemungkinan bisa terjadi di atas itu atau di bawah itu bahkan bayi baru lahir bisa menderita kanker darah. Tetapi yang paling banyak terkena leukimia adalah umur 2 hingga 5 tahun,” katanya dikutip dari Republika, Jumat (4/3/2022).

Berbeda dengan kanker lainnya, kata Fajar, kanker darah tidak akan menimbulkan benjolan sebagai pertanda. Sehingga seringkali leukimia terlambat disadari oleh orangtua.

Adapun gejala umum dari leukimia, kata dia, adalah terlihat di muka, bibir, mata, hingga telapak tangan. Kemudian gejala leukimia lainnya adalah ada tanda-tanda pendarahan, baik ringan hanya bintik-bintik merah di kulit maupun berat, kemudian kemungkinan ada bercak kebiruan.

Tak hanya itu, gejala lain adalah pendarahan yang nyata seperti mimisan, pendarahan gusi, di buang air besar (BAB) ada darah, kencingnya juga ada darah. Ia menambahkan, gejala ini merupakan manifestasi pendarahan.

“Yang juga sering ditemukan adalah demam tidak kunjung hilang atau membaik yang tidak ketemu penyebabnya apa,” tambahnya.

Dimana saat dilakukan pemeriksaan sumsum tulang seringkali ditemukan itu adalah gejala leukimia.

Selain itu, Fajar membeberkan, yang dikeluhkan orang tua adalah perut anak penderita leukimia yang membuncit. Kemudian setelah diperiksa baru diketahui bahwa ada hati atau limpa membesar.

Gejala yang lainnya adalah keluhan nyeri atau sakit di tulang. Terakhir adalah gejala nafsu makan kurang, hingga berat badan turun drastis. (*)