Pembelian LPG 3 Kg Pakai Aplikasi Tak Disetujui Anggota DPR

Pelayananpublik.id- Pemerintah berencana mengatur penyaluran bahan bakar subsidi agar lebih tepat sasaran. Salahsatunya adalah aturan pembelian memakai aplikasi.

Hal itu akan diterapkan bagi masyarakat yang akan membeli BBM jenis Pertalite subsidi. Nantinya untuk membeli Pertalite, masyarakat harus pakai aplikasi yang dimiliki PT Pertamina (Persero) yaitu My Pertamina.

Dengan demikian Pertamina berharap agar penyaluran BBM jenis subsidi dan penugasan seperti RON 90 atau Pertalite dapat lebih tepat sasaran.

Terkait itu, Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eddy Soeparno mengatakan selama penerapan aplikasi tersebut dapat berjalan sesuai fungsinya dalam penyaluran BBM yang lebih tepat sasaran, pihaknya akan mendukung langkah yang akan dikerjakan pemerintah.

“Pertama, apapun yang bisa dilakukan agar penyaluranPertalite ke masyarakat betul tepat sasaran tentu akan kami dukung,” kata dia dikutip dari CNBC Indonesia,¬†Jumat¬†(3/6/2022).

Sementara, ia masih tidak sependapat jika masyarakat harus menggunakan aplikasi untuk membeli LPG 3 Kg.

Menurutnya, pengguna LPG 3 kg belum tentu menggunakan (hand phone) seperti itu.

“Jika memiliki kendaraan logikanya mereka memiliki handphone untuk membaca aplikasi. Namun untuk pengguna LPG 3 kg belum tentu menggunakan seperti itu. Belum tentu mereka punya kendaraan belum tentu mereka punya smartphone ya, jadi harus dilihat juga,” sambungnya.

Oleh sebab itu, menurut dia perlu adanya kajian mendalam lagi terkait aplikasi MyPertamina untuk penyaluran LPG 3 Kg. Khususnya dari aksesbilitas masyarakat yang memiliki smartphone dan yang bisa menggunakan aplikasi tersebut untuk pembelian LPG 3 Kg.

Selain itu menurut dia, perlu ada sosialisasi kepada masyarakat terkait penggunaan aplikasi MyPertamina harus segera dilakukan. Misalnya, seperti pemberian insentif dalam menggunakan aplikasi tersebut.

Sementara itu, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting mengatakan bahwa pihaknya akan selalu melaksanakan apa yang menjadi arahan regulator. Oleh sebab itu, Infrastruktur yang menjadi bagian dari badan usaha tentunya akan Pertamina persiapkan.

“Tentunya akan ada sosialisasinya bila hal tersbut sudah diputuskan regulator,” kata dia kepada CNBC Indonesia, Jumat (3/6/2022).

Anggota Komite BPH Migas, Saleh Abdurrahman sebelumnya mengatakan bahwa setiap transaksi pembelian BBM jenis Pertalite ke depan rencananya akan diintegrasikan dengan aplikasi MyPertamina. Sehingga masyarakat yang berhak membeli Pertalite harus registrasi terlebih dahulu pada sistem aplikasi tersebut.

“Kita akan mengoptimalkan pemakaian My Pertamina dalam transaksi BBM subsidi. Jadi semua konsumen penerima subsidi perlu register dan bisa membeli BBM subsidi di SPBU. Sistem masih difinalisasi, kemudian disosialisasikan dulu,” ujar Saleh kepada CNBC Indonesia, Jumat (27/5/2022).

Selain aplikasi My Pertamina, menurut Saleh pihaknya juga bakal mengandalkan teknologi QRIS untuk setiap transaksi pembelian Pertalite. Namun sayang, ia belum membeberkan secara rinci mengenai kelanjutan dari teknologi tersebut. (*)