PLN selamat natal 2022

Jual Minyak Goreng di Atas HET, 10 Ribu Pedagang Online Di-takedown dari Marketplace

Pelayananpublik.id- Polemik minyak goreng masih terus berlangsung dan membuat geram. Pasalnya, kebijakan pemerintah mengintervensi harga minyak goreng justru membuat bahan pokok dapur itu menghilang di pasaran.

Persoalan minyak goreng saat ini disinyalir penuh dengan kecurangan dimana orang berlomba-lomba menyembunyikan minyak goreng untuk dijual kembali dengan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) sesuai arahan pemerintah.

Terkait itu Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan menyebut pihaknya saat ini tengah berusaha menertibkan kecurangan tersebut baik di pasar maupun di marketplace alias pasar online.

Salahsatu upaya pemerintah adalah dengan menegur dan take down 10 ribu pedagang di berbagai marketplace yang menjual migor di atas HET.

“Yang online pun kami sedang sisir, lebih dari 10 ribuan yang kita takedown, ada yang menjual tak sesuai HET, ini kesulitan dari marketplace ayng kita pertimbangkan apakan mau dilarang atau bagaimana, tapi ada juga di marketplace harga lebih bawah dari HET, itu kan sayang, tapi ada yang harga tinggi,” ucapnya dikutip dari Liputan6.com, Selasa (8/3/2022).

Ia mengaku tidak mengetahui darimana asal minyak goreng yang dijual di atas HET tersebut.

“Saya gak tahu dapat dari mada minyak goreng tersebut dan diperjual belikan diatas HET, kita tegur marketplacenya dan sudah 10 ribu di berbagai marketplace yang diatas HET,” imbuh Oke.

Lebih lanjut, pihaknya akan menelusuri lebih jauh jejaring terkait pelanggaran ini. Kembali, tujuannya untuk menghadirkan harga yang sesuai dengan HET di pasaran.

“Kita tetap akan tegakkan itu,” tegasnya.

Selain itu, ia menduga ada praktik pelanggaran atau permainan di tengah-tengah polemik minyak goreng.

Ia menduga ada yang memanfaatkan situasi untuk menjual minyak goreng diatas Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Bahkan ada temuan tersendiri, di ritel modern ada ditemukan permainan kasir simpan beberapa kardus dibawah kasir, karena ada yang mau mengambil dengan harga tinggi, kemudian mereka jual di marketplace,” terangnya lagi. (*)