Apa Itu Bulan, Fase, Bentuk, Ukuran, Hingga Fungsinya

Pelayananpublik.id- Salahsatu benda langit yang umum dilihat dengan mata telanjang adalah bulan. Bulan kerap terlihat terang benderang di langit pada malam hari bahkan terkadang di sore dan pagi hari.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bulan adalah benda langit yang mengitari bumi, bersinar pada malam hari karena pantulan sinar matahari.

Dalam KBBI ada 4 lagi pengertian kata bulan yakni:

– Masa atau jangka waktu perputaran bulan mengitari bumi dari mulai tampaknya bulan sampai hilang kembali (29 atau 30 hari)

– Masa yang lamanya 1/12 tahun.
Contoh: penataran itu berlangsung selama dua bulan, istrinya sedang hamil empat bulan

– Ikan tawar, payau, atau laut yang ukurannya mencapai 150 cm, berat sampai 18 kg, mencapai umur 44 tahun, hidup di perairan tropis dengan kedalaman lebih dari 50 m, tersebar di daerah indo-pasifik (laut merah, laut natal, afrika selatan, korea selatan, laut arafura selatan dan wales selatan)

– Megalops cyprinoides

Bulan adalah satu-satunya satelit alami yang dimiliki bumi.

Bulan berbentuk bulat seperti bumi dan berukuran atau volume 80 kali lebih kecil dari bumi. Diameternya sepanjang 3.476 km. Jarak antara bulan dan bumi bisa dikatakan sangat dekat, yaitu rata-rata sepanjang 384.400 km.

Meski tak seterang matahari, bulan dapat menjadi penerang di malam hari.

Bulan yang terlihat dari bumi juga tidak selalu sama, kadang terlihat bulat, sabit, dan separuh. Bentuk bulan ini rupanya dipengaruhi fase yang terjadi pada waktu tertentu.

Tidak hanya menjadi penerang di saat malam hari tapi ternyata fungsi keberadaannya banyak banget buat kehidupan di bumi.

Agar lebih paham, mari simak ulasan mengenai bentuk dan fase bulan berikut ini.

Bentuk dan Ukuran Bulan

Bentuk bulan mirip dengan bumi dan planet-planet lain yakni bulat. Tapi bulan bukanlah olanet melainkan hanya satelit bumi.

Bulan memiliki massa 7,4 1022 kg. Garis tengah bulan sama dengan ¼ garis tengah bumi yaitu 3.476 km dengan massa jenis 3340 kg/m3.
Massa bulan yang kecil menyebabkan gaya tarik pada benda di permukaannya juga kecil. Kekuatan gaya tarik bulan hanya 1/6 gaya tarik bumi.

Akibatnya, bulan tidak mampu menahan molekul-molekul udara tetap berada di sekelilingnya untuk membentuk atmosfer.

Karena tidak ada atmosfer, maka suasana di bulan berbeda jauh dengan bumi.

Di bulan tidak ada kehidupan. Permukaan di bulan sangat kasar (berlubang) dikarenakan benda-benda yang jatuh tidak ada yang menahan.

Kemudian, suara juga tidak dapat terdengar di bulan karena tidak bisa merambat karena tak ada udara sebagai medium perambatan

Langit bulan juga terlihat hitam legam. Atmosfer bumi berwarna biru karena cahaya matahari yang mengenai molekul-molekul udara menghamburkan cahaya warna biru

Fase Bulan

Bulan yang terlihat dari bumi mengalami beberapa fase sehingga bentuknya pun berbeda.

Adapun perubahan bentuk bulan tersebut disebabkan oleh pantulan sinar matahari yang mengenai permukaan bulan yang berbeda-beda dalam setiap fasenya.

Waktu setiap fase bulan adalah masing-masing 7 hari atau seminggu, sehingga seluruh fase ini berlangsung selama 28 hari. Berikut adalah fase bulan.

1. Fase Bulan Baru

Posisi bulan terletak hampir sejajar dengan bumi dan matahari. Sehingga bulan dalam keadaan gelap dan tidak terlihat. Banyak orang memberikan istilah sebagai “bulan mati” pada keadaan ini.

2. Fase Seperempat Pertama

Di fase ini, posisi bulan akan membentuk sudut tertentu terhadap matahari dan bumi. Sehingga bulan pun mulai terlihat, baik dalam keadaan sabit maupun separuh.

3. Fase Purnama

Pada fase ini, bulan terletak hampir segaris dengan bumi dan matahari, dengan posisi bumi di tengah.

Sehingga bagian bulan yang terkena sinar matahari adalah bagian permukaan bulan yang terang. Dari bumi, bulan akan tampak penuh alias bulat.

4. Fase Seperempat Terakhir

Dalam fase ini, posisi bulan membentuk sudut tertentu terhadap matahari dan bumi. Sehingga sama seperti seperempat pertama, hingga separuh bulan dalam keadaan gelap dan tidak bisa dilihat.

Jadi bulan akan terlihat berbentuk sabit dan separuh.

Namun, pada posisi ini bulan sabit separuh cakram menghadap ke kiri. Setelah melalui fase seperempat terakhir, bulan kembali ke posisi bulan mati yang kemudian kembali lagi ke fase berikutnya. Kembalinya posisi bulan ke bulan mati merupakan pergantian bulan dalam sistem penanggalan tahun Hijriah.

Fungsi Bulan Bagi Kehidupan di Bumi

1. Sebagai Satelit

Bulan merupakan satelit sekaligus benda angkasa yang paling dekat dengan bumi. Bulan mengelilingi bumi pada bidang edar yang memiliki jarak rata-rata 348.404 km. Arah revolusi bulan sama dengan arah revolusi bumi terhadap matahari. Kala revolusi bulan adalah 27 1/3 hari, dan waktu ini disebut satu bulan sideris.

2. Menjaga Bumi pada Porosnya

Karena keberadaan bulan, bumi memiliki kemiringan 23,5 derajat. Kemiringan poros ini menciptakan iklim yang pas bagi kehidupan. Jika tak ada bulan, kemiringan bumi diperkirakan bisa mencapai 80 derajat.

3. Memberi Waktu dan Penanggalan.

Tarikan gravitasi dari bulan menjaga rotasi bumi. Tanpa tarikan ini, bumi berputar lebih cepat, mengurangi waktu satu hari menjadi kurang dari 24 jam.

Di masa lampau, manusia berpatok pada fase bulan untuk menghitung hari. Hingga hari ini, penanggalan bulan masih digunakan di tahun Islam atau tahun Hijriah dan tahun China.

4. Mengakibatkan Pasang Surut Laut

Pasang surut air laut juga dipengaruhi oleh keberadaan bulan. Rotasi bulan mengakibatkan pasang surut laut di bumi. Pasang surut menyebabkan udara bergerak atau menjadi angin.

Karena angin dan pasang surut, manusia bisa berlayar. Nelayan tradisional bisa mencari ikan. Pasang surut kini juga dapat membangkitkan listrik.

5. Melindungi Bumi dari Benda Langit

Bulan juga berfungsi untuk menjaga bumi dari benda langit (asteroid). Jika ada asteroid yang ingin menabrak ke bumi, bulan bisa menjadi penghalang.

5. Memberi penerangan di malam hari.

Bulan sebenarnya tidak memancarkan cahaya. Sinar bulan yang kita lihat di malam hari adalah pantulan dari sinar matahari. Tanpa sinar bulan di malam hari, manusia dan makhluk nokturnal (mahkluk yang aktif di sianghari dan tidur di malam hari) akan kesulitan melihat. Malam akan sangat gelap.

Demikian ulasan mengenai apa itu bulan, bentuk, ukuran, fase hingga fungsinya. Semoga menambah wawasan Anda. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *