Kisruh Gubernur Sumut dengan Bupati Tapteng Melebar Jadi Perselisihan Antara Kader Parpol Hanura – Nasdem

Pelayananpublik.id – Kisruh soal Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi dengan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Bakhtiar Ahmad Sibarani kian memanas.

Kabarnya DPW partai Nasdem Sumut akan melakukan mediasi antara kedua pihak untuk mengakhiri persoalan terkait isu ‘rakyat miskin di Tapteng’.

Namun baru-baru ini ternyata kisruh antara kedua pihak malah melebar jadi sindiran antara kader partai politik (Parpol) yakni Hanura dengan Liga Mahasiswa NasDem (organisasi sayap partai Nasdem).

Kisruh antara Parpol itu bermula ketika Sekretaris DPD Partai Hanura Sumut, Edison Sianturi terus melemparkan kritik kepada Bakhtiar Ahmad Sibarani.

Menurutnya, Bakhtiar seperti kacang lupa akan kulit. Karena dari awal yang membesarkan Bakhtiar adalah Partai Hanura, mulai menjadi Ketua DPRD Tapteng hingga menjadi Bupati Tapteng.

“Dia yang dibesarkan Hanura, dijadikan menjadi ketua DPRD Tapteng, diusung menjadi bupati, setelah duduk malah dia pindah partai,” jelasnya.

Edison juga menyebut Bakhtiar telah melakukan tindakan yang tidak pantas dengan melawan Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi.

“Jadi artinya dia tidak perlu terlalu banyak ngomong, sikapnya sudah mencerminkan bagaimana orangnya, itulah karakter Bakhtiar. Selaku kepala daerah tidak sepantasnya, itu sebagai sikap patentengan itu, terlampau merasa sudah besar jadi bupati,” kata Edison.

Menyikapi statemen sekertaris DPD Hanura Sumut tersebut, Ketua Liga Mahasiswa Nasdem Sumut, Zulhamdani Napitupulu memberikan respon balik.

“Menurut kami harusnya Partai Hanura itu berterima kasih atas dedikasi dan kontribusi Bang Bakhtiar kepada Partai Hanura semasa beliau menjabat Ketua Dpd Partai Hanura Tapteng,” terangnya.

Menurut Zulhamdani, Partai Hanura yang awalnya di Tapteng mendapat perolehan 8 kursi hingga menjadi partai pemenang di DPRD Tapteng.

“Bila kemudian bang Bakhtiar pindah partai ke Nasdem menurut kami sah sah saja, Ga ada yang salah atas sikap yang beliau ambil,” kata Zulhamdani.

Terkait persoalan itu, dia berharap Edison agar tidak memperkeruh suasana terkait Gubernur Sumut dan Bupati Tapteng.

“Abang (Edison) juga baru menjabat sebagai sekertaris di tahun 2017. Artinya persoalan yang kami sebutkan dengan suksesnya bang Bakhtiar mengantarkan Partai Hanura menjadi partai pemenang di Tapteng pada tahun 2014 kala itu mungkin karena abang belum mengetahui kondisi yang sebenarnya,” pungkas Zulhamdani.