Cara Menulis Pidato Yang Menarik Beserta Contohnya

Pelayananpublik.id- Pidato bukanlah hal asing di telinga masyarakat Indonesia. Semua orang pasti pernah mendengarkan sebuah pidato bagitu sebuah pidato resmi maupun pidato singkat di sebuah acara.

Pidato biasanya dilakukan oleh orang yang memiliki pengaruh atau memiliki peran dalam sebuah acara minimal panitia selebihnya pidato dilakukan oleh tokoh yang dihormati masyarakat.

Tapi bukan berarti tidak semua orang bisa melakukan pidato, masyarakat biasa bahkan pelajar juga bisa membuat pidato.

Namun apakah pidato Anda itu akan cukup penting untuk didengarkan? Mungkin penting dan kaya informasi tapi apakah menarik untuk didengarkan?

Nah di situlah tantangannya membuat pidato yang menarik semua orang bisa membuat pidato tapi tidak semua orang bisa membuat pidato yang menarik dan cukup menarik untuk diperdengarkan di halayak umum.

Selain menarik, Anda juga harus membuat pidato yang singkat padat lugas dan tegas karena akan sangat membosankan jika orang harus mendengar pidato yang bertele-tele.

Berikut ini adalah cara bagaimana membuat pidato yang menarik singkat padat dan tegas.

Sebelum memulai ada baiknya anda pelajari dulu apa itu pidato bagaimana cirinya dan jenis-jenis pidato. Artikel mengenai pidato bisa dibaca disini (Pidato: Pengertian, Tujuan Jenis dan Teknik Menyampaikannya)

Cara Menulis Pidato

Secara garis besar, naskah pidato terdiri atas tiga bagian, yaitu pembukaan, isi, dan penutup.

Pembukaan

Dalam naskah pidato harus ada teks pembukaan. Isinya bisa berupa salam pembuka seperti Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh, salam sejahtera bagi kita semua, salam lestari.

Kemudian ada ucapan penghormatan. Contohnya: Yang saya hormati Bapak/Ibu Dosen FIB USU, Senioren Gemapala FIB USU, dan yang saya sayangi teman-teman seluruh anggota Gemapala FIB USU.

Setelahnya adalah ucapan syukur. Contoh:

“Marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena sampai pada detik ini kita masih diberi nikmat yang tiada tara. Salah satu nikmat itu adalah nikmat sehat dan nikmat sempat sehingga kita semua dapat hadir di sini dalam keadaan sehat wal afiat tidak kurang suatu apapun.”

Isi Pidato

Isi pidato berupa inti dari apa yang ingin Anda sampaikan. Isi pidato ini harus sesuai dengan tema. Ingatlah, Anda bisa memberi ‘bunga-bunga’ dalam penjelasan Anda namun harus tetap berada di inti yang akan disampaikan.

Penutup Pidato

Penutup pidato yang baik akan menimbulkan rasa simpati dari pendengar. Penutup pidato dapat diisi dengan simpulan pendek dari uraian sebelumnya, permintaan maaf kepada hadirin atas kekhilafan dan kesalahan yang mungkin terjadi, baik disengaja maupun yang tidak disengaja dan salam penutup.

Dalam penutup dapat juga diisi dengan mengutip pendapat atau katakata mutiara dari tokoh-tokoh besar, atau pantun yang sesuai dengan situasi saat itu.

Nah, setelah memahami 3 struktur itu pidato itu, tentu kini semakin mudah bagi Anda untuk membuatnya. Nah, berikut dalah beberapa langkah dalam membuat naskah agar pidato Anda singkat padat dan tidak bertele-tele.

  1. Tentukan Judul

Judul memang tidak selalu disebutkan ketika berpidato. Namun sebagian orang di sebagian kasus, menyebutkan judul pidatonya.

Pilihlah judul semenarik mungkin dan lain daripada yang lain tapi harus tetap berkaitan dengan isi pidato Anda. Menentukan judul ini bisa sebelum ataupun sesudah naskah pidato Anda selesai.

Pilihlah kata yang menarik sederhana dan tidak berbelit untuk memudahkan pendengar memahaminya.

2. Buat Kerangka Pidato

Nah, untuk memudahkan Anda menyusun naskah pidato buatlah kerangka atau outline terlebih dahulu. Ini juga mencegah anda terbalik atau salah menyampaikan poin dalam pidato Anda. Anda bisa menyusunnya per paragraf. Contohnya:

Judul: Menanamkan Budi Pekerti Luhur Dalam Diri Generasi Milenial

Paragraf 1 : Pembukaan, salam

Paragraf 2 : Ucapan terimakasih dan syukur

Paragraf 3 : Perasaan miris terhadap kelakuan generasi sekarang

Paragraf 4 : Contoh perilaku anak-anak sekarang

Paragraf 5 : Sikap yang merupakan cermin pancasila dan agama

Paragraf 6 : Manfaat menerapkan sikap pancasila dan agama

Paragraf 7 : Tugas orangtua dan guru

Paragraf 8 : Pesan untuk para siswa

Paragraf 9 : Penutup

3. Menguraikan Struktur Pidato

Struktur isi pidato adalah rangkaian isi pidato dari awal hingga akhir. Rangkaian ini disusun agar pidato berlangsung menarik dan tujuan pidato tercapai dengan baik. Ada beberapa cara merangkai isi pidato, yakni:

  • Alur Dasar Pidato

Yaitu rangkaian isi pidato yang mengikuti alur dasar pidato yang bergerak melalui tiga tahap yakni tahap perhatian, yaitu tahap pertama yang dilakukan pembicara dengan baik; tahap kebutuhan, yaitu tahap yang dilakukan pembicara dalam menjelaskan pentingnya masalah yang akan dibicarakan sehingga pendengar akan berusaha memahami masalah atau hal-hal penting yang disampaikan pembicara. Dan tahap penyajian, yaitu merupakan tahap pembicara menyajikan materi pidato yang telah dipersiapkan melalui naskah kerangka pidato.

  • Pola Organisasi Pidato

-pola   uraian;   ada   dua   macam   urutan   yang   digunakan   untuk menyusun/menulis isi pidato, yaitu: urutan kronologis dan urutan ruang.

Urutan kronologis, adalah susunan isi yang dimulai dari periode atau data tertentu, bergerak maju atau mundur secara sistematis.

Sementara itu, urutan ruang adalah susunan isi yang berurutan berdasarkan kedekatan fisik satu dengan yang lainnya.

Contoh: membicarakan mulai dari SD A kemudian menunjuk ke SD B yang letaknya paling dekat dengan SD A tadi, dan seterusnya.

-pola sebab; sebagaimana terlihat dari namanya, organisasi pidato yang menggunakan pola sebab yang bergerak dari satu analisis sebab di saat ini bergerak ke arah analisis akibat di masa yang akan datang, atau dari deskripsi kondisi di saat ini bergerak ke arah analisis sebab-sebab yang memunculkannya.

-pola topik; pola organisasi pidato yang menggunakan pola topik dilakukan apabila materi yang dibicarakan lebih dari satu periode atau kelompok. Oleh karena itu, di dalam isi pidato akan terdapat beberapa subtopik.

Teknik atau Cara Menulis Naskah Pidato

  • Memilih Subjek dan Membatasi Tujuan Umum Pidato
  • Membatasi subjek untuk mencocokkan waktu yang tersedia, menjaga kesatuan dan kepaduan pidato
  • Menyusun ide pokok menurut tahap-tahap urutan alur dasar pidato (perhatian, kebutuhan, kepuasan, dan lain-lain) atau menurut salah satu pola organisasi.
  • Memasukkan dan menyusun submateri yang berhubungan di setiap pokok.
  • Mengisi materi pendukung yang memperkuat atau membuktikan ide.

-Memeriksa draft kasar, untuk meyakinkan bahwa subjek telah cukup terekam dan mencerminkan tujuan khusus pidato.

Contoh Pidato

1.Pidato Tentang Pentingnya Moral

Bismillahirrohmaanirrohiim

Assalamualaikum Wr. Wb.

Yang terhormat seluruh para hadirin sekalian di tempat ini.

Pada hari ini marilah kita panjatkan puji syukur kepada kehadirat Allah SWT, karena atas berkah dan rahmat-Nya kita semua dapat di sini dan lebih memahami mengenai pentingnya pendidikan moral. Perjumpaan kali ini, kita harapkan untuk dapat berkontribusi dalam membangun karakter atau moral dari generasi muda berikutnya.

Seperti yang kita ketahui dari banyak berita, sering sekali terjadi tawuran antar pelajar, kasus pencurian, perampokan, dan pembunuhan. Sebagai generasi masa kini, Anda juga dapat turut berkontribusi dalam mengurangi angka kriminalitas ini.

Caranya adalah dengan memperkuat dan menggencarkan pelajaran moral kepada anak bangsa saat ini. Mengubah generasi yang sudah terlanjur tua akan lebih susah dibandingkan dengan mengubah generasi yang lebih muda.

Jadi bagi Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu sekalian, kini saat Anda untuk lebih memberikan pendidikan moral sejak dini. Anak-anak Anda akan menjadi harapan di masa depan. Yang jelas, pendidikan moral ini merupakan tanggung jawab kedua orang tua.

Cara yang paling mudah untuk menanamkan moral adalah dengan menceritakan berbagai macam cerita yang berisikan moral. Salah satu cerita yang berisikan moral adalah cerita rakyat Malin Kundang. Di dalam kisah Malin Kundang, anak akan memahami bahwa hormat kepada orang tua adalah hal yang sangat penting.

Selain itu, Anda yang sangat menyukai berbagai dongeng dari luar negeri, juga dapat menceritakan tentang kisah Tikus dan Burung Hantu dari cerita rakyat Jepang. Cerita tersebut memiliki pendidikan moral berupa jangan pernah mengambil sesuatu yang menjadi hak orang lain.

Walaupun tujuannya hanya meminjam, perlu untuk terlebih dahulu meminta izin. Selain itu, cerita itu juga mnegajarkan moral kepada anak-anak akan pentingnya untuk menepati janji. Dengan menceritakan berbagai macam dongeng setiap harinya, maka akan banyak sekali pendidikan moral yang dicerna oleh anak-anak.

Sekian pidato dari saya mengenai pentingnya pendidikan moral. Bila terdapat kesalahan dalam berkata, saya mohon maaf.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

2.Pidato Tentang Kebersihan

Assalamualaikum Wr. Wb.

Kepada Hadirin yang terhormat semuanya,

Merilah kita panjatkan doa kepada kehadirat Allah SWT atas berkat rahmat-Nya kita semua dapat berkumpul di tempat ini. Kita semua dapat berkumpul tanpa adanya halangan ke tempat ini. Kali ini saya akan berpidato mengenai pentingnya kebersihan.

Setelah musim kemarau berlalu, maka akan datang musim penghujan. Sebelum musim ini tiba, ada baiknya kita berusaha mempersiapkan lingkungan di sekitar dengan memastikan kelancaran saluran pembuangan air.

Lancarnya saluran pembuangan air merupakan salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya banjir. Salah satu cara untuk melancarkan saluran air yang tersumbat akibat menumpuknya sampah organik adalah dengan menggunakan campuran cuka putih, soda kue, dan juga air panas.

Namun, apabila saluran air tersumbat akibat sampah plastik, maka satu-satunya cara adalah mengambil sampah plastik tersebut. Tentu saja hal itu akan dapat membuat jijik bagi orang yang sedang bekerja bakti untuk membersihkan lingkungan. Hanya saja daripada harus banjir, kerja bakti membersihkan lingkungan akan lebih baik dilakukan secara rutin.

Ingatlah bahwa Allah SWT menyukai kebersihan, karena kebersihan itu mencerminkan keimanan seseorang. Selain itu, perlu untuk menekankan kepada para generasi muda mengenai pentingnya membuang sampah di tempat sampah.

Jadilah generasi yang cinta akan kebersihan, sehingga apabila ada turis yang datang akan sangat nyaman berkunjung di Indonesia. Dengan lingkungan yang bersih, maka tidak akan ada banyak bakteri yang berkembang biak.

Bakteri ini sangat berbahaya bagi kesehatan. Maka dari itu, dengan meningkatkan kebersihan lingkungan, maka akan dapat meningkatkan kesehatan masyarakat sekitar. Tentu kebaikan seperti ini akan sangat disukai oleh Allah SWT.

Selain dari  menjaga kebersihan saluran air, Anda juga perlu untuk mengetahui cara untuk menjernihkan air yang digunakan untuk kebutuhan rumah tangga. Kebersihan air ini juga penting, karena akan berdampak secara langsung ke tubuh.

Cara yang paling ampuh yakni dengan menggunakan biji kelor. Cara ini adalah cara yang paling bersifat alami. Bahkan dibandingkan dengan tawas, penjernihan air dengan menggunakan biji kelor lebih aman bagi kesehatan.

Selain itu, biji kelor ini juga dapat mengikat berbagai macam zat logam yang tentunya akan berbahaya bagi tubuh apabila terkonsumsi. Jadi bagi Anda yang masih memiliki pohon yang satu ini, harap untuk selalu dirawat dan kalau bisa dikembangbiakkan.

Sekian pidato dari saya, semoga bermanfaat. Apabila terdapat kesalahan dalam berkata, saya mohon maaf.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Demikian ulasan mengenai cara menulis pidato beserta contohnya. Semoga bermanfaat. (Nur Fatimah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *