IHSG, Rupiah dan Harga Emas Kompak Menguat

Pelayananpublik.id- Sesi penutupan perdagangan bursa hari ini menunjukkan menguatnya IHSG, rupiah serta emas.

Pengamat ekonomi Sumut Gunawan Benjamin mengatakan selaras dengan kinerja mayoritas bursa saham di Asia, IHSG pada perdagagan hari ini ditutup menguat sigifikan 1.64% di level 7.701,623.

“Saham-saham sektor perbankan dengan kapitalisasi besar seperti BBCA, BMRI, BBNI dan BBRI menjadi penyumbang kenaikan IHSG pada perdagangan hari ini. Penguatan IHSG masih sejalan dengan penguatan mayoritas bursa saham di Asia lainnya yang ditutup menguat,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).

Ditengah minimnya sentimen pada perdagangan hari ini, kata dia, tekanan yang terjadi pada pasar saham sebelumnya menyulut aksi beli, atau technical rebound.

Sementara itu, kinerja mata uang Rupiah pada perdagagan hari ini ditransaksikan menguat ke level 16.875 per US Dolar. Kinerja USD Index yang mengalami tekanan selama sesi perdagangan berlangsung menguntungkan kinerja mata uang Rupiah.

“Meskipun pasar masih dibayangi oleh tensi geopolitik yang memburuk, dan belum ada tanda-tanda akan mereda. AS sendiri bersikeras bahwa perang terhadap Iran tidak akan menjadi perang abadi, dan hanya akan berlangsung selama 4 hingga 5 minggu. Dan selama perang berlangsung, maka kinerja sektor keuangan masih berpeluang untuk bergerak volatile dengan arah yang sulit diproyeksikan,” jelasnya.

Disisi lain, lanjut Gunawan, harga emas dunia masih bergerak stabil dengan cenderung menguat di sesi perdagangan sore. Harga emas sejauh ini ditransaksikan naik di kisaran level $5.172 per ons troy, atau masi dikisaran harga 2.8 juta per gramya. Volatilitas harga emas sejauh ini relatif terjaga untuk sementara waktu, hingga ada perubahan besar ada harga minyak mentah dunia yang akan merubah ekspektasi besaran inflasi. (*)