Bukan Kotak Berwarna Hitam, Apa Itu Blackbox Pesawat?

Pelayananpublik.id- Kotak hitam atau black box merupakan hal yang paling penting dan dicari saat ada kecelakaan pesawat terbang.

Tak sedikit masyarakat berasumsi bahwa blackbox ada kotak yang berwarna hitam.

Ternyata bukan, black box bukanlah sepetak barang berwarna hitam.

hari jadi pelayanan publik

Black box justru malah berwarna oranye, warna mentereng yang gampang ditemukan oleh mata di reruntuhan pesawat.

Seorang pilot sekaligus pakar pesawat jet charter asal Amerika Utara, Sam R., menjelaskan bahwa black box dulunya sebenarnya berwarna hitam.

“Black box dikembangkan di Australia pada awal tahun 1950-an. Sederhananya, saat itu dicat hitam,” katanya, seperti dilansir hope and fears.

Adapun, black box pertama kali diciptakan oleh seorang ilmuwan muda Australia bernama David Ronald de Mey Warren AO.

Alasan black box berwarna oranye adalah agar benda tersebut bisa dengan mudah ditemukan.

“Pesawat modern punya dua alat perekam, satu sebagai perekam komunikasi, satu lagi untuk instrumen penerbangan. Black box saat ini berwarna oranye. Jika pesawat kecelakaan, lebih mudah ditemukan di reruntuhan,” ujar Warren.

Lalu apakah black box berbentuk kotak? Jawabannya adalah tidak.

Perekam Data Penerbangan (FDR) biasanya berbentuk silinder atau kotak berbentuk tabung.

Umumnya berwarna oranye cerah untuk memudahkan identifikasi setelah kecelakaan.

Dibuat dari bahan-bahan yang sangat tahan terhadap dampak keras, tekanan tinggi, dan panas yang tinggi.

Biasanya dipasang di bagian belakang pesawat, dekat ekor, untuk memaksimalkan peluang bertahan saat kecelakaan.

Perekam Suara Kokpit (CVR) juga biasanya memiliki bentuk yang serupa dengan FDR, yaitu berbentuk silinder atau kotak tabung.

Sama seperti FDR, biasanya berwarna oranye cerah.

Juga terbuat dari bahan yang tahan terhadap kondisi yang ekstrem.

Biasanya dipasang di bagian depan pesawat, seperti di kokpit, untuk merekam percakapan dan suara-suara di dalamnya.

Keduanya dirancang dengan sangat baik untuk bertahan dalam kondisi yang paling buruk, seperti kecelakaan pesawat. Warna oranye cerah membantu dalam upaya pencarian dan penyelamatan untuk menemukan blackbox setelah insiden. Meskipun sering disebut “kotak hitam,” blackbox pesawat sebenarnya tidak berwarna hitam dan memiliki desain yang sangat kuat untuk melindungi data berharga yang mereka simpan.

Apa Itu Black Box

“Black box” pesawat adalah sebutan umum untuk dua perangkat perekam yang sangat penting dalam pesawat terbang: Perekam Data Penerbangan (Flight Data Recorder/FDR) dan Perekam Suara Kokpit (Cockpit Voice Recorder/CVR).

Perekam Data Penerbangan (FDR): FDR adalah perangkat elektronik yang merekam berbagai parameter dan data kinerja pesawat selama penerbangan, seperti kecepatan, ketinggian, arah, tekanan udara, dan banyak lagi. Data dari FDR digunakan untuk menganalisis penyebab kecelakaan atau insiden pesawat.

Perekam Suara Kokpit (CVR): CVR merekam semua percakapan dan suara di dalam kokpit pesawat, termasuk percakapan pilot, kopilot, dan suara-suara lain yang mungkin relevan. Informasi dari CVR membantu penyelidik untuk memahami keadaan dan interaksi dalam kokpit sebelum kecelakaan.

Kedua perangkat ini sangat penting dalam penyelidikan kecelakaan pesawat untuk memahami faktor-faktor penyebab dan mengambil langkah-langkah untuk mencegah kecelakaan serupa di masa depan.

Kegunaan Black Box Pesawat

Blackbox pesawat memiliki kegunaan utama dalam investigasi kecelakaan pesawat dan perbaikan keselamatan penerbangan. Berikut adalah beberapa kegunaan utama dari blackbox pesawat:

– Investigasi Kecelakaan: Blackbox pesawat menyimpan data dan rekaman suara yang sangat penting untuk membantu penyelidik menentukan penyebab kecelakaan pesawat. Data dari Perekam Data Penerbangan (FDR) memungkinkan analisis tentang kinerja pesawat, seperti kecepatan, ketinggian, dan posisi kontrol, sementara Perekam Suara Kokpit (CVR) memberikan wawasan tentang interaksi di dalam kokpit sebelum kecelakaan.

– Meningkatkan Keselamatan: Hasil dari penyelidikan kecelakaan menggunakan data blackbox membantu mengidentifikasi masalah sistem atau manusia yang berkontribusi pada kecelakaan. Informasi ini digunakan untuk meningkatkan desain pesawat, prosedur operasi, dan pelatihan pilot guna mengurangi risiko kecelakaan di masa depan.

– Pelatihan Pilot: Data dari blackbox dapat digunakan untuk melatih pilot dan kru penerbangan dalam situasi darurat atau dalam menghadapi masalah teknis yang kompleks. Ini membantu pilot memahami dan merespons situasi yang mungkin terjadi dalam penerbangan.

– Memahami Insiden: Selain kecelakaan besar, blackbox juga membantu dalam penyelidikan insiden atau kejadian serius lainnya yang tidak selalu mengakibatkan kecelakaan fatal. Ini membantu otoritas penerbangan untuk memahami dan memperbaiki masalah kecil sebelum menjadi lebih besar.

– Rekam Jejak Penerbangan: Blackbox juga berfungsi sebagai rekam jejak penerbangan yang dapat digunakan oleh maskapai dan otoritas penerbangan untuk mengaudit dan memantau operasi penerbangan untuk memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan.

Cara Kerja Black Box Pesawat

Blackbox pesawat, yang terdiri dari Perekam Data Penerbangan (FDR) dan Perekam Suara Kokpit (CVR), bekerja dengan cara yang relatif sederhana namun sangat efektif. Inilah cara kerjanya:

Perekam Data Penerbangan (FDR):

– Pengumpulan Data: FDR terhubung ke berbagai sensor di pesawat yang mengukur parameter seperti kecepatan, ketinggian, arah, tekanan udara, suhu mesin, dan banyak lagi. Data ini terus-menerus direkam selama penerbangan.

– Penyimpanan Data: Data yang dikumpulkan ini disimpan dalam perekam dalam bentuk digital. FDR memiliki kapasitas penyimpanan yang besar untuk menyimpan banyak data penerbangan.

– Perekaman Kontinyu: FDR merekam data dengan cara yang kontinyu, biasanya dalam interval pendek, seperti beberapa detik sekali. Ini memungkinkan penyelidik untuk memiliki data yang cukup lengkap tentang apa yang terjadi selama penerbangan.

Perekam Suara Kokpit (CVR):

– Perekaman Audio: CVR merekam semua suara yang terjadi dalam kokpit pesawat, termasuk percakapan pilot, kopilot, dan suara-suara lain yang mungkin relevan seperti suara alarm atau peringatan.

– Penyimpanan Audio: Rekaman audio ini juga disimpan dalam bentuk digital di dalam perekam. CVR juga memiliki kapasitas penyimpanan yang cukup besar.

– Penghapusan Lama: CVR akan terus merekam audio dalam loop, menimpa rekaman yang lebih lama dengan yang lebih baru. Ini memastikan bahwa rekaman yang paling baru selalu tersedia jika diperlukan, tetapi juga menjaga sejumlah rekaman sebelumnya untuk keperluan investigasi.

Penemuan Setelah Kecelakaan:

Jika pesawat mengalami kecelakaan atau insiden serius, blackbox pesawat biasanya dapat bertahan bahkan dalam situasi yang sangat buruk. Komponen-komponen blackbox dirancang untuk tahan terhadap dampak keras, tekanan, dan panas yang tinggi.

Setelah kecelakaan, tim penyelamat biasanya mencari blackbox dengan menggunakan peralatan khusus yang dapat mendeteksi sinyal ping yang dikeluarkan oleh blackbox, terutama jika pesawat jatuh ke dalam air.

Setelah blackbox ditemukan, data dari FDR dan rekaman audio dari CVR dapat dianalisis oleh penyelidik kecelakaan untuk memahami penyebab dan faktor yang berkontribusi pada kecelakaan atau insiden pesawat. Data ini sangat berharga dalam meningkatkan keselamatan penerbangan di masa depan.

Demikian ulasan mengenai apa itu black box, bentuknya dan kegunaannya. Semoga bermanfaat. (*)