Festival Gay, Dugaan Awal Mula Kasus Cacar Monyet Menyebar

Pelayananpublik.id- Dunia kini kembali diresahkan dengan munculnya penyakit yang diakibatkan virus.

Setelah Covid-19 mereda, kini virus cacar monyet menghantui warga dunia.

Saat ini, total terdapat 76 kasus konfirmasi cacar monyet dan 65 kasus dugaan cacar monyet di negara-negara yang belum pernah melaporkan kasus.

Berdasarkan laporan yang dibuat oleh insinyur manajemen Italia Antonio Caramia, kasus cacar monyet saat ini sebagian besarnya ditemukan di Eropa, khususnya Spanyol dan Portugal. Wabah penyakit ini dikatakan telah mendominasi benua tersebut.

Sementara itu, Amerika Serikat mencatat dua kasus cacar monyet yang telah dikonfirmasi.

“Wabah baru-baru ini yang dilaporkan di 11 negara sejauh ini tidak biasa, karena terjadi di negara-negara non-endemik,” demikian pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Jumat (20/5).

Dugaan sementara penyakit itu bermula menyebar dari festival gay di Belgia.

Pejabat Kesehatan Masyarakat Belgia melaporkan tiga kasus cacar monyet di negaranya. Kasus itu diduga berasal dari festival gay yang diselenggarakan di Antwerpen.

Penyelenggara acara festival Darklands menyatakan virus cacar monyet di Belgia kemungkinan terbawa oleh pengunjung luar negeri yang datang ke festival tersebut.

Sebagai informasi, Darklands merupakan acara bagi pria gay yang dimeriahkan oleh festival, pesta, pendidikan, serta tempat perbelanjaan. Acara itu berlangsung di Belgia selama empat hari dan berakhir pada 9 Mei lalu.

“Ada alasan untuk berasumsi bahwa virus dibawa oleh pengunjung dari luar negeri ke festival setelah temuan kasus baru-baru ini di negara lain,” demikian dinyatakan panitia penyelenggara dikutip dari CNN Indonesia belum lama ini.

Penyelenggara festival Darklands mengunggah pernyataan tersebut di hari yang sama dengan konfirmasi temuan kasus cacar monyet oleh pejabat kesehatan.

Dalam unggahan itu, otoritas kesehatan masyarakat meminta penyelenggara festival menyarankan pesertanya untuk waspada terhadap luka yang tak biasa selama tiga minggu usai kontak fisik.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Belgia Frank Vandenbroucke melaporkan tiga kasus cacar monyet telah diidentifikasi di wilayah Flemish, Belgia.

Vandenbroucke mengatakan jumlah kasus tersebut tengah dipantau secara ketat usai adanya laporan penularan di Inggris, Portugal, dan Spanyol. Kasus itu ditemukan pada sebagian besar pria yang melakukan kontak fisik dengan pria lain.

Begitupun, ia mengklaim bahwa risiko penularan terhadap populasi umum cenderung rendah.

Saat ini, total terdapat 76 kasus konfirmasi cacar monyet dan 65 kasus dugaan cacar monyet di negara-negara yang belum pernah melaporkan kasus.

Berdasarkan laporan yang dibuat oleh insinyur manajemen Italia Antonio Caramia, kasus cacar monyet saat ini sebagian besarnya ditemukan di Eropa, khususnya Spanyol dan Portugal. Wabah penyakit ini dikatakan telah mendominasi benua tersebut.

Sementara itu, Amerika Serikat mencatat dua kasus cacar monyet yang telah dikonfirmasi.

“Wabah baru-baru ini yang dilaporkan di 11 negara sejauh ini tidak biasa, karena terjadi di negara-negara non-endemik,” demikian pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Jumat (20/5).

Tercatat, lebih dari 1.300 kasus yang diduga cacar monyet dengan 58 kematian dilaporkan sebagai bagian dari wabah penyakit saat ini. Sebagian besar kasus baru terkonsentrasi di Republik Demokratik Kongo hingga awal bulan ini.

WHO menyatakan virus ini menyebar melalui kontak dekat dengan orang lain. Organisasi itu juga menyatakan bahwa melakukan stigmatisasi suatu kelompok tertentu hanya akan memperpanjang wabah. Sebab, stigma hanya mendorong orang untuk tak ingin mencari perawatan. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.