Atasi Gejolak Ekonomi, Ketua Sapma PP Sumut Berharap Pintar-pintarlah Membaca Peluang

Pelayananpublik.id – Gejolak perekenonomian yang tengah melanda tanah air. Kelangkaan minyak goreng hingga memicu lonjakan harga di pasaran dan keputusan pemerintah yang menaikkan harga pertamax, membuat masyarakat resah.

Kondisi negeri nyaris tak menentu ketika  muncul wacana penundaan Pemilu, perpanjangan masa jabatan Presiden dan jabatan Presiden 3 periode.

Dampak dari semua itu, gelombang aksi pun terjadi dimana-mana. Mahasiswa dan masyarakat mulai meluapkan keresahannya lewat unjukrasa memprotes sikap pemerintah dan wacana yang dianggap inskonstitusional tersebut.

bank sumut selamat hari raya idul fitri

Menanggapi hal itu, Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (Sapma PP) Sumatera Utara mengimbau pemuda dan mahasiswa se Sumut, untuk menyikapi hal itu dengan bijaksana tanpa harus menimbulkan kekisruhan baru yang akhirnya mengganggu kamtibmas.

“Banyak cara untuk menyikapi situasi seperti ini sebenarnya khususnya bagi pemuda dan mahasiswa, di banding harus bertindak protes secara respresif yang ujung-ujungnya malah menjurus anarkis,” ucap Ketua Sapma PP Sumut Firmanshah, SH dalam rilis tertulisnya, Rabu (13/4/22).

Diantaranya, lanjut Firman, dengan cara pintar-pintar membaca peluang dari program yang digulirkan pemerintah, sehingga ada jalan keluar dari kenaikan harga kebutuhan sehari-hari, meski berdampak luas.

Di samping itu, alumnus Fakultas Hukum USU ini juga meminta pemerintah juga tidak lepas tangan dengan situasi dan beban yang kini dihadapi rakyat.

Didampingi Ketua Sapma PP Medan Imam Gazali Turangan, Firman juga menjelaskan, di samping fokus untuk meningkatkan prekonomian, pemerintah juga harus lebih giat mempublikasikan segala programnya dengan merangkul semua elemen pemuda yang ada.

“Semestinya, di tengah-tengah kekisruhan kelangkaan minyak goreng, minyak subsidi yang langka sementara kenaikan harga BBM komersil naik tinggi dan isu Presiden 3 periode, harusnya pemerintah lebih mempublikasi sebab terjadinya hal itu. Dan sekali lagi kami mengusulkan kepada pemerintah bisa merangkul seluruh elemen pemuda dan masyarakat untuk menjelaskan. Tujuannya, agar tidak masuk provokator-provokator yang ingin membuat kekisruhan,” paparnya.

Terkait aksi mahasiswa belakangan ini di seluruh Nusantara, Firman mengatakan bahwa Sapma PP Sumut sengaja tidak turun ke jalan dan enggan mengikuti fenomena yang ada.

“Kami lebih menerapkan apa yang sudah saya sampaikan tadi, yakni membaca peluang dari program pemerintah. Tujuannya jelas, untuk membangkitkan ekonomi,” pungkasnya.(ty)