Kenali Apa Itu SDLC, Fungsi, Metode Hingga Tahapannya

Pelayananpublik.id– Dalam suatu sistem informasi dibutuhkan proses agar hasilnya sesuai yang diharapkan.

Dengan kata lain, butuh beberapa tahapan kerja yang bertujuan untuk menghasilkan sistem berkualitas tinggi yang sesuai dengan keinginan pelanggan.

Nah, tahapan itu disebut Systems Development Life Cycle (SDLC) atau dalam bahasa Indonesia disebut siklus hidup pengembangan sistem.

SDLC ini dipakai untuk membangun suatu sistem informasi agar dapat berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, SDLC terdiri dari beberapa tahapan sebelum membentuk sistem yang diinginkan pengguna. Namun sebelum itu, ada baiknya ketahui dulu apa itu pengertian SDLC berikut ini.

Pengertian SDLC

Secara sederhana pengertian SDLC adalah siklus yang digunakan dalam pembuatan atau pengembangan sistem informasi yang bertujuan untuk menyelesaikan masalah secara efektif.

SDLC juga bisa diartikan sebagai tahapan kerja yang bertujuan untuk menghasilkan sistem berkualitas tinggi yang sesuai dengan keinginan pelanggan atau tujuan dibuatnya sistem tersebut.

SDLC berisi rencana lengkap untuk mengembangkan, memelihara, dan menggantikan perangkat lunak tertentu.

Menurut Prof. Dr. Sri Mulyani, AK., CA. (2017) pengertian SDLC adalah sebuah proses logika yang digunakan oleh seorang analis sistem untuk mengembangkan sebuah sistem informasi yang melibatkan requirments, validation, training dan pemilik sistem.

Fungsi SDLC

SDLC merupakan proses pengubahan dan pembuatan sistem, model, serta metodologi yang digunakan untuk mengembangkan software.

Dari itu SDLC memiliki beberapa fungsi dalam mengembanhkan software yakni:

1. Sebagai sarana komunikasi antara tim pengembang dengan pemegang kepentingan.

2. Membagi peranan dan tanggung jawab yang jelas antara pengembang, desainer, analis bisnis, dan manajer proyek.

3. Memberi gambaran input dan output yang jelas dari satu tahap menuju tahap selanjutnya.

Cara Kerja SDLC

Penggunaan SDLC dapat menurunkan biaya pembangunan sebuah software. Sebab, ia didesain untuk mempersingkat waktu produksi secara serentak.

Menurut Phoenixnap, SDLC sendiri biasanya dilakukan berdasarkan panduan yang dibuat oleh stakeholders atau klien.

Adapun rancangan panduan ini dimulai dengan proses evaluasi sistem yang sudah ada demi efisiensi produk.

Kemudian, tim developer akan mendefinisikan persayaratan-persyaratan dari sistem software yang baru.

Setelah itu, software akan dibuat dengan beberapa tahap. dimulai dari identifikasi, perencanaan, rancangan, membangun produk, pengujian, pemasaran, dan pemeliharaan.

Dalam tujuan menghindari penggunaan biaya yang terlalu besar, engineer biasanya akan meminta feedback dari end-user terhadap produknya.

Proses SDLC ini dapat mengeliminasi pekerjaan yang berulang-ulang setelah perbaikan yang sudah selesai.

Tahapan SDLC

Dalam kinerjanya membangun software, SDLC berisi tahapan-tahapan yang dikembangkan untuk tujuan tertentu.

Berikut ini adalah tahapan dalam SDLC

– Analisis Sistem, yakni analisis kelebihan dan kekurangan sistem, fungsi sistem, hingga pembaharuan yang dapat diterapkan.

Bagian ini juga termasuk dalam bagian perencanaan. Bagian lain yang termasuk dalam perencanaan ialah alokasi sumber daya, perencanaan kapasitas, penjadwalan proyek, estimasi biaya, dan penetapan.

– Perancangan Sistem, yakni tahap mendesain software. Tahapan ini nantinya bakal menghasilkan prototype dan beberapa output lain meliputi dokumen berisi desain, pola, dan komponen yang diperlukan untuk mewujudkan proyek tersebut.

Kemudian akan dilakukan rancangan yang menghasilkan cetak biru sebuah sistem.

– Pembangunan Sistem. Setelah ada cetak biru maka pengembang bisa mulai membuat sistem sesuai yang direncanakan.

Tahap ini bisa memakan waktu cukup lama karena akan muncul kendala-kendala baru yang mungkin dapat menghambat jalannya pengembangan sistem. Pada tahapan ini, perancangan bisa saja berubah karena satu atau banyak hal.

Tahap selanjutnya ialah memproduksi perangkat lunak.

– Pengujian Sistem

Selesai sistem dibuat dan perangkat lunak sudah diproduksi, maka akan masuk tahap pengujian.

Ini penting dilakukan sebelum software atau sistem tersebut digunakan atau dikomersialisasikan. Tahap pengujian sistem harus dijalankan untuk mencoba apakah sistem yang dikembangkan dapat bekerja optimal atau tidak.

Pada tahap ini, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti kemudahan penggunaan sampai pencapaian tujuan dari sistem yang sudah disusun sejak perancangan sistem dilakukan. Jika ada kesalahan, tahap pertama hingga keempat harus diperbarui, diulangi, atau pun dirombak secara keseluruhan.

– Implementasi, yakni implementasi dan pemeliharaan oleh pengguna. Pemeliharaan sangat penting untuk memastikan sistem bekerja dengan optimal setiap saat.

Dalam tahap implementasi, langkah yang harus dilakukan antara lain adalah survei dan penilaian terhadap kelayakan sistem yang sudah dikembangkan, menganalisis dan mempelajari sistem yang sudah ada dan sedang berjalan, melakukan pemecahan masalah dalam pengembangan sistem, menentukan penggunaan hardware dan software yang tepat, merancang dan mengembangkan sistem baru dan memelihara dan meningkatkan sistem yang baru jika diperlukan.

Kemudian dilakukan proses penyebaran dapat dilakukan dengan Application Release Automation (ARA) sebelum masuk ke proses produksi.

– Pemeliharaan Sistem, yakni tahap akhir yang menjadi permulaan fase yang baru yaitu penggunaan.

Model Pengembangan SDLC

1. Waterfall Model, yakni model SDLC yang melibatkan penyelesaian satu tahap secara lengkap sebelum melangkah ke tahap berikutnya Ada beberapa tahap dalam model ini yakni analisis dan rekayasa sistem, perancangan, penulisan program, pengujian, dan pemeliharaan.

2. V-Shaped Model, yakni model SDLC yang terfokus pada proses eksekusi dengan cara berurutan. Model ini lebih menekankan pada tahap pengujian.

3. Incremental Model, yakni model SDLC yang melibatkan beberapa siklus pengembangan. Siklus-siklus tersebut dibagi ke dalam pengulangan-pengulangan kecil. Pengulangan tersebut dapat diatur dengan mudah dan melewati serangkaian tahap termasuk pengaturan, desain, penerapan, dan pengujian.

Demikian ulasan mengenai apa itu SDLC, fungsi, tahapan, hingga modelnya. Semoga bermanfaat. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *