Kenapa Lansia Suka Berbicara Sendiri, Ternyata Ini Penyebabnya

Pelayananpublik.id– Usia lanjut memang terkadang tidak mudah dilalui. Ada banyak hal yang bisa membuat diri merasa marah, kecewa tanpa ada orang lain yang mengerti.

Begitu pula yang dirasakan orang yang merawat lansia baik kerabat sendiri maupun majikan. Pasti terasa tidak mudah dalam merawat sebab mereka terkadang bertingkah aneh.

Salahsatu hal yang sering dilakukan lansia adalah berbicara sendiri meski tidak ada orang di sekitarnya.

Bagi sebagian orang mungkin akan terdengar menyeramkan. Namun dari sisi medis, ternyata itu adalah hal yang lumrah terjadi pada lansia.

Dewan Pembina Yayasan Kesehatan Mental Indonesia, Dra Nella Safitri Psi bahkan mengatakan bahwa kecenderungan berbicara sendiri tidak hanya dimiliki oleh lansia.

Jadi berbicara sendiri bisa saja dilakukan anak-anak, remaja, dewasa bukan hanya lansia.

“Semua usia ada kecenderungan seperti itu jadi tidak spesifik orang tua saja. Cuma kalau yang muda itu rasa malunya lebih besar jika omongannya sampai kedengaran,” kata Nella belum lama ini.

Sedangkan lansia sudah tidak mempertimbangkan malu lagi sehingga mereka bisa bicara sendiri dengan keras.

Nella menambahkan, bagi usia muda yang memang memiliki kecenderungan bicara sendiri maka kebiasaan tersebut semakin tua akan semakin terlihat.

“Yang tadinya disembunyikan, lama-lama keluar di usia tua, tapi ngomong sendiri itu bukan berarti kesepian hanya saja cara penyaluran kemarahannya memang seperti itu,” katanya.

Kebiasaan bicara sendiri atau lebih tepatnya ngomel sendiri menjadi lebih sering dilakukan di masa lansia karena umumnya para lansia memiliki perasaan yang lebih sensitif dari usia muda.

“Usia tua kan lebih sensitif, lebih gampang marah, gampang tersinggung, jadi kelihatannya lebih sering ngomel-ngomel sendiri.”

Lansia juga sering merasa kesepian, tapi bukan itu penyebab mereka berbicara sendiri. Lansia akan ditinggalkan anak-anaknya, sehingga ia merasa sepi.

Nah, terkait kesepian, Nella menyebut itu merupakan rasa yang diakibatkan tidak terpenuhinya kebutuhan untuk terhubung secara sosial.

“Kesepian itu adalah kebutuhan connect yang tidak terpenuhi. Jadi, kalau kebutuhan itu terpenuhi oleh sekian banyak orang ya dia enggak akan merasa kesepian, tapi kalau sekelilingnya banyak orang tapi tidak memenuhi kebutuhan tersebut, ya, akan merasa kesepian,” kata Nella.

Begitupun, kata dia, seseorang yang dikelilingi teman yang begitu banyak, tidak lantas dia tidak merasa kesepian. (*)