PLN selamat natal 2022

Kenali Gejala Omicron yang Paling Umum Diderita Pasien

Pelayananpublik.id- Covid-19 varian Omicron diketahui menyebar lebih cepat dibandingkan varian sebelumnya. Meski begitu, gejala yang dilaporkan pun lebih ringan dan tidak terlalu mengkhawatirkan.

Gejala Omicron diketahui ternyata sedikit berbeda dari Covid-19 biasanya. Di mana demam atau kehilangan kemampuan mencium rata-rata tidak dialami penderita.

Penderita Omicron umumnya memiliki gejala seperti terkena penyakit pilek atau flu. Dengan indikasi seperti sakit kepala atau hidung yang mengeluarkan ingus alias meler.

Hal itu dikatakan ilmuwan dalam studi ZOE Covid, Prof Tim Spector, dikutip dari CNBC Indonesia.

“Hidung meler dan sakit kepala adalah gejala dari banyak infeksi, tetapi mungkin juga merupakan gejala pertama – dan satu-satunya gejala – dari Covid. Oleh karena itu, jika Anda memiliki gejala-gejala ini, saya menganjurkan untuk melakukan tes,” katanya.

Sementara itu Profesor di New York University Meyers College of Nursing, Maya Clark-Cutaia mengatakan orang yang sudah divaksin dan terinfeksi Omicron cenderung mengeluhkan sakit kepala dan nyeri tubuh, seperti ketika seseorang menderita pilek yang parah.

Kemudian, pada yang belum divaksin, gejala mirip flu dan batuk juga terjadi, namun bisa juga disertai sesak nafas.

Direktur Kesehatan Global Pengobatan Darurat di New York-Presbyterian dan Pusat Medis Universitas Columbia Craig Spencer juga mengatakn para penerima vaksin booster mungkin merasakan sakit tenggorokan sementara mereka sudah divaksin dua dosis punya gejala kelelahan dan batuk, namun tidak ada sesak napas.

Sementara itu, Kepala Bagian Penyakit Menular di Penn Presbyterian Medical Center Judith O’Donnel berkata, mayoritas penderita Covid-19 varian Omicron tidak akan mengalami demam. Apalagi jika sudah divaksin dan dapat suntikan booster.

“Orang yang divaksinasi punya gejala pilek, hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan, namun tidak demam. Jika Anda divaksinasi dan booster dan itu adalah gejala yang dialami, mungkin terkena Covid-19,” kata Judith. (*)