Pengertian Kepemimpinan Menurut Para Ahli dan Jenisnya

Pelayananpublik.id- Kepemimpinan merupakan hal yang penting untuk dimiliki baik di dunia kerja maupun organisasi. Seseorang yang memiliki sifat kepemimpinan yang baik akan selalu menjadi pemimpin di daerah dan kelompoknya.

Seorang yang memiliki kepemimpinan yang baik pasti akan mampu membawa kelompoknya menjadi lebih baik. Misalnya, meningkatkan kesejahteraan, kekompakan, dan lainnya dalam kelompoknya.

Lalu apa itu kepemimpinan? Berikut kami rangkum pengertian kepemimpinan menurut para ahli.

Pengertian Kepemimpinan

Kepeminpinan berasal dari kata pimpin yang artinya menuntun atau membimbing.
Sehingga kepemimpinan berarti cara memimpin sesuatu atau cara menuntun sesuatu.

Kepemimpinan atau leadership sering diartikan sebagai menyelesaikan sesuatu lewat orang lain atau menggerakkan orang lain untuk mencapai sesuatu.

Kepemimpinan itu adalah pengaruh, tidak lebih dan tidak kurang

Kepemimpinan juga bersinggungan dengan satu kata yaitu Influence artinya memengaruhi, memotivasi, mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.

Nah, agar lebih paham, berikut ini kami rangkum pengertian kepemimpinan menurut para ahli.

1.Wahjosumidjo (1987:11)

Menurut Wahjosumidjo pengertian kepemimpinan adalah suatu yang melekat pada diri seorang pemimpin yang berupa sifat-sifat tertentu, yakni kepribadian (personality), kemampuan (ability) dan kesanggupan (capability).

Menurut dia, kepemimpinan itu merupakan rangkaian kegiatan (activity) pemimpin yang tidak dapat dipisahkan dengan kedudukan (posisi) serta gaya atau perilaku pemimpin itu sendiri. Kepemimpinan adalah proses antar hubungan atau interaksi antara pemimpin, pengikut, dan situasi.

2. Moejiono (2002)

Sementara itu, Moejiono mendefenisikan kepemimpinan atau leadership sebagai akibat pengaruh satu arah, karena pemimpin mungkin memiliki kualitas-kualitas tertentu yang membedakan dirinya dengan pengikutnya.

Moejiono mengatakan para ahli teori sukarela (compliance induction theorist) cenderung memandang leadership sebagai pemaksaan atau pendesakan pengaruh secara tidak langsung dan sebagai sarana untuk membentuk kelompok sesuai dengan keinginan pemimpin.

3. Fiedler (1967)

Kemudian, pendapat lain adalah dari Fiedler (1967) yang mengatakan kepemimpinan merupakan suatu pola hubungan antara individu-individu yang menggunakan wewenang dan pengaruhnya terhadap kelompok orang agar bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan.

4. Ott (1996)

Ott mengatakan pengertian kepemimpinan adalah suatu proses hubungan antar pribadi yang di dalamnya seseorang mempengaruhi sikap, kepercayaan, dan khususnya perilaku orang lain.

Macam-macam Model Kepemimpinan

Setiap orang memiliki gaya memimpin masing-masing, ada yang lembut ada juga yang tegas. Semua itu tergantung individu yang menjadi pemimpin memilih gaya kepemimpinannya.

Yang perlu disadari adalah gaya kepemimpinan akan berpengaruh pada kinerja bawahan. Sehingga seorang pemimpin perlu mengenali kinerja bawahannya lalu menerapkan gaya kepemimpinannya.

Hal itu agar gaya atau model kepemimpinan Anda berpengaruh pada kelompok dan membuat perubahan ke arah yang lebih baik.

Sebaliknya, kepemimpinan seseorang bisa gagal yang mengakibatkan kerugian pada perusahaan atau organisasi serta pecahnya persatuan dalam kelompok.

Nah, terkait model kepemimpinan, berikut kami rangkumkan bermacam gaya kepemimpinan menurut ilmu manajemen.

Dalam ilmu manajemen pada umumnya, dikenal 3 model kepemimpinan yakni kepemimpinan kharismatik, transaksional, dan transformasional.

1. Kepemimpinan Kharismatik, yakni kepemimpinan yang berasal dari anugerah Tuhan, tanpa dilatih, alias bakat alamk.

Pemimpin tersebut biasanya mempunyai kemampuan luar biasa, magnit yang kuat dan adanya ketertarikan emosional yang kuat dari yang dipimpin kepada pemimpinnya. Contohnya : Bung Karno, Anwar Sadat, Mahatma Gandhi.

2. Kepemimpinan Transaksional, yakni kepemimpinan untuk mengendalikan bawahan dengan cara menggunakan kekuasaan untuk mencapai hasil.

Biasanya pemimpin jenis ini mengelola bawahannya dengan memberi reward dan punishment.

Atau bisa juga menerapkan transaksi yang saling menguntungkan dengan bawahan.

3. Kepemimpinan Transformasional, yakni kepemimpinan yang mengelola hubungan antara pemimpin dan pengikutnya dengan menekankan pada beberapa factor antara lain perhatian (attention), komunikasi (communication), kepercayaan (trust), rasa hormat (respect) dan resiko (risk).

Dalam model kepemimpinan transformasional inj, ada 4 perilaku pemimpin yang biasa ditemukan yakni:

–¬†¬†Kredibel, yakni konsisten dan komitmen yang tinggi apa yang diucapkannya dengan yang diperbuat.

– Menciptakan peluang untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan.

– Peduli, yakni menunjukkan kepedulian kepada orang lain sehingga membuat bawahan merasa diakui menjadi bagian dari organisasi.

Komunikasi, artinya mempunyai ketrampilan komunikasi yang baik dengan orang lain.

Sementara itu ada 3 aspek dalam Kepemimpinan Transformasional, yakni :

– Vision adalah kemampuan diri untuk menggambarkan, menjelaskan dan meyakinkan bawahan tentang kondisi masa depan yang diinginkannya sekaligus mewujudkannya.

– Power adalah memiliki pengaruh, kendali dan kuasa terhadap orang lain atau kelompok sehingga mendapatkan dukungan yang kuat untuk mencapai tujuannya.

– Self Confidence adalah kepercayaan diri untuk bertindak yang bersumber dari pengalaman atas hal-hal yang terjadi pada kehidupannya.

Demikian ulasan mengenai pengertian kepemimpinan menurut para ahli. Semoga bermanfaat. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *