Apa Itu Simulasi, Tujuan, Manfaat, Hingga Jenisnya

Pelayananpublik.id– Simulasi merupakan kata yang jamak terdengar dalam percakapan sehari-hari. Simulasi identik dengan peragaan sesuatu, misalnya simulasi kebakaran, yang artinya membuat suatu kejadian seolah sedang terjadi kebakaran.

Jika melihat simulasi kebakaran, tentu akan ada instrumen terkait peristiwa itu di dalamnya. Misalnya, pemadam kebakaran, korban yang terkepung api, rumah yang terbakar, korban yang pingsan, penonton dan sebagainya.

Intinya, simulasi akan dibuat semirip mungkin dengan kejadian aslinya.

Simulasi seperti itu biasanya bertujuan untuk melatih kesiapan petugas dan masyarakat dalam menghadapi kebakaran.

Selain simulasi kebakaran, ada banyak lagi simulasi yang biasa dilakukan. Namun sebelum membahas lebih detail, kita simak dulu apa pengertian simulasi.

Pengertian Simulasi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), simulasi adalah metode pelatihan yang meragakan sesuatu dalam bentuk tiruan yang mirip dengan keadaan yang sesungguhnya. Arti lain simulasi menurut KBBI adalah penggambaran suatu sistem atau proses dengan peragaan berupa model statistik atau pemeranan.

Dari itu bisa dikatakan bahwa pengertian simulasi adalah imitasi atau tiruan dari aktivitas/proses sebuah sistem.

Menurut The Oxford Business English Dictionary, (2010), simulation is a situation in which a particular set of conditions is created artificially in order to study or experience sth that could exist in reality”.

Sementara Schriber mengatakan sSimulation is “the modeling of a process or system in such a way that the model mimics the response of the actual system to events that take place over time”

“Simulation is the imitation of the operation of a real world process or system over time” (Banks at al, 2001).

Sedangkan Siagian (1987) bahwa yang dimaksud dengan Simulai adalah metodologi untuk melaksanakan percobaan dengan memakai model dari satu sistem nyata.

Sedangkan yang disampaikan oleh Hasan (2002) bahwa yang dimaksud dengan simulasi ialah suatu model dalam mengambil suatu keputusan dengan mencontoh atau berupa gambaran sebenarnya dari suatu sistem kehidupan dunia nyata tanpa dengan harus mengalaminya pada keadaan sebagai adanya dalam kehidupan nyata.

Tujuan Simulasi

– Untuk latihan memecahkan masalah.

– Memberikan motivasi.

– Menumbuhkan daya kreatif.

– Melatih keterampilan tertentu, baik yang bersifat professional maupun bagi kehidupan sehari-hari.

– Memperoleh pemahaman tentang suatu konsep atau prinsip.

– Meningkatkan keaktifan belajar dengan melibatkan siswa dalam mempelajari situasi yang hampir serupa dengan kejadian sebenarnya.

Manfaat Simulasi

1. Mengetahui permasalahan yang timbul di kemudian hari.

2. Sebagai pembelajaran, melatih murid untuk mengerjakan solat

3. Sebagai pembelajaran/investigasi terhadap interaksi antar komponen dalam suatu sistem yang kompleks, simulasi dapat digunakan untuk studi dampak perubahan informasi, organisasi, dan lingkungan terhadap sistem.

4. Sebagai metodologi penyelesaian masalah

Model Simulasi

Jadi, setiap model umumnya akan memiliki unsur-unsur berikut ini:

– Komponen-komponen model, yakni entitas yang membentuk model, didefinisikan sebagai objek sistem yang menjadi perhatian pokok.

– Variabel, yakni nilai yang selalu berubah.

– Parameter, yakni nilai yang tetap pada suatu saat, tapi bisa berubah pada waktu yang berbeda.

– Hubungan fungsional, yakni hubungan antar komponen-komponen model.

– Konstrain, yakni batasan dari permasalahan yang dihadapi.

Jenis-jenis Simulasi

Menurut Wina Sanjaya Simulasi terdiri dari beberapa jenis, yaitu sebagai berikut:

1. Sosiodrama, yakni simulasi dengan bermain peran untuk memecahkan masalah–masalah yang berkaitan dengan fenomena social, permasalahan yang menyangkut hubungan antara manusia seperti masalah kenakalan remaja, narkoba, gambaran keluarga yang otoriter dan lain sebagainya.

2. Psikodrama, yakni metode pembelajaran dengan bermain peran yang bertitik tolak dari permasalahan-permasalahan psikologis.
Jenis simulasi psikodrama ini digunakan untuk terapi, yaitu agar siswa memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang dirinya, menemukan konsep diri, menyatakan reaksi terhadap tekanan- tekanan yang dialaminya.

4. Role Playing

Role playing sama dengan bermain peran. Role playing merupakan pengajaran permainan metode pembelajaran sebagai bagian dari metode simulasi yang diarahkan untuk mengkreasi peristiwa sejarah, mengkreasi peristiwa-peristiwa aktual.

Dramatisasi dilakukan oleh kelompoknya masing-masing dengan mekanisme pelaksanaan yang diarahkan guru untuk melaksanakan kegiatan yang telah ditentukan atau direncanakan sebelumnya.

Langkah-langkah Simulasi

Simulasi dapat dilakukan dimana saja, tergantung kebutuhan dan siapa yang menyelenggarakannya.

Adapun beberapa langkah yang bisa dilakukan jika ingin membuat simulasi adalah sebagai berikut.

1. Pendefinisian Sistem, menentukan batasan sistem dan identifikasi variabel yang signifikan.

2. Formulasi Model, yakni merumuskan hubungan antar komponen model.

3. Pengambilan Data, yakni identifikasi data yang diperlukan model sesuai tujuan pembuatannya.

4. Pembuatan Model, yakni menyesuaikan penyusunan model dengan jenis bahasa simulasi yang digunakan.

5. Verifikasi Model, yakni proses pengecekan terhadap model apakah sudah bebas dari kesalahan. Dalam tahap ini perlu disesuaikan dengan bahasa simulasi yang digunakan.

6. Validasi Model, yakni proses pengujian terhadap model apakah sudah sesuai dengan sistem nyatanya.

7. Skenariosasi, yakni membuat eksperimen untuk memperbaiki kinerja sistem sesuai dengan keinginan.

Demikian ulasan mengenai apa itu simulasi, tujuan, manfaat hingga jenisnya. Semoga bermanfaat. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *