Apa Itu Kuesioner, Tujuan, Jenis Hingga Cara Membuatnya

Pelayananpublik.id- Dalam sebuah penelitian kadang peneliti membuat sejumlah kuesioner yang ditujukan pada kelompok tertentu.

Kuesioner adalah satu dari beberapa teknik pengumpulan data. Pada umumnya, ada dua teknik pengumpulan data yaitu melalui pengumpulan data secara primer dan sekunder. Pengumpulan data sekunder melalui literatur dan teori yang berkaitan.

Sedangkan pengumpulan data primer merupakan data yang diambil secara langsung oleh peneliti kepada responden dengan menggunakan metode observasi, wawancara, eksperimen, dan kuesioner.

Pada artikel ini kita akan membahas apa itu kuisioner, tujuan, jenis hingga bagaimana cara membuatnya. Sebelum itu, ada baiknya kita bahas dulu pengertian kuesioner.

Pengertian Kuesioner

Secara umum, kuesioner dapat diartikan sebagai salah satu instrumen pengumpulan data agar memiliki kualitas data baik.

Sebagian orang menyebut pengertian kuesioner adalah salah satu metode survei dalam melakukan penelitian yang dipakai untuk mengumpulkan data dari responden.

Kuesioner berisi pertanyaan-pertanyaan untuk dijawab responden. Jawaban dari para responden tersebut nantinya akan dikumpulkan, diolah dan dijadikan sebuat teori atau kesimpulan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kuesioner adalah alat riset atau survei yang terdiri atas serangkaian pertanyaan tertulis, bertujuan mendapatkan tanggapan dari kelompok orang terpilih melalui wawancara pribadi atau melalui pos. Pengertian lain kuesioner adalah daftar pertanyaan.

Sementara menurut para ahli seperti Narbuko dan Achmadi (1999), kuesioner adalah suatu daftar yang berisikan rangkaian pertanyaan mengenai sesuatu masalah atau bidang yang akan diteliti.

Sedangkan Sugiyono (2010) mengartikan kuesioner sebagai teknik pengumpulan data dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk menjawabnya.

Menurut Elanjati (2012), kuesioner dapat diartikan sebagai sebuah mekanisme pengumpulan data yang efisien jika mengetahui dengan tepat apa yang diperlukan dan bagaimana mengukur variabel penelitian.

Dewa Ktut Sukardi (1983), pengertian kuesioner adalah suatu bentuk teknik alam pengumpulan data yang dilakukan pada metode penelitian dengan tidak perlu/wajib memerlukan kedatangan langsung dari sumber data.

Tujuan Kuesioner

1. Mendapatkan informasi yang relevan dengan tujuan penelitian.

2. Mendapatkan tanggapan dari kelompok orang terpilih, yang akan mengarahkan kesimpulan penelitian.

3. Membuktikan hipotesa penelitian lewat tanggapan responden.

4. Mendapatkan saran untuk sesuatu

5. Mengetahui keinginan mayoritas responden (biasanya terkait suatu kebijakan).

Jenis Kuesioner

Kuesioner terbagi dalam dua jenis yakni terbuka dan tertutup.

– Kuesioner terbuka, yakni kuesioner yang jawabannya berupa uraian pada kolom kosong, berisi pertanyaan permintaan pendapat terhadap responden sehingga responden dapat menjelaskan jawaban tersebut panjang lebar sesuai dengan keinginan mereka.

– Kuesioner tertutup, yakni kuesioner yang jawabannya sudah tersedia, responden hanya memilih salahsatunya. Misalnya jawabannya hanya berupa checklist). Hasil kuesioner tertutup mudah diolah, tidak memakan banyak waktu, dan responden tidak perlu menjelaskan dan menulis jawaban secara panjang lebar.

Kelebihan dan Kekurangan Kuesioner

Setiap metode pasti memiliki kelebijan dan kekurangan dalam penerapannya. Namun, peneliti akan mengambil metode yang paling menguntungkan penelitiannya. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan metode kuesioner.

Kelebihan Kuesioner

– Hemat waktu, kuesioner tidak memerlukan banyak waktu dalam proses penyebarannya dan pengerjaannya karena kuesioner ini dapat disebar melalui platform media sosial dalam bentuk form.

– Kuesioner cocok digunakan pada data yang tersebar dan dalam jumlah yang banyak.

– Peneliti tidak perlu hadir secara langsung karena dapat mengirim lewat media sosial atau koneksi teman.

– Responden lebih bebas dalam menjawab karena dapat dibuat anonim sehingga akan lebih jujur.

Kekurangan Kuesioner

– Jawaban belum tentu valid karena bisa jadi responden tidak menjawab dengan sebenarnya.

– Reaponden asal jawab karena kurang memajami pertanyaan.

– Hanya bisa dilakukan kepada responden dengan kelompok usia dan pendidikan tertentu.

Cara Membuat Kuesioner

Kuesioner adalah metode yang dibuat berlandaskan pada teori dari variabel yang Anda teliti.

Berikut ini adalah langkah membuat kuesioner

1. Tentukan informasi atau data apa saja yang diperlukan dan indikator apa saja dari variabel yang akan diteliti. Nantinya indikator inilah yang bisa dibuat sebagai pertanyaan ataupun pernyataan dalam kuesioner.

2. Tulislah data-data penting berdasarkan pada teori yang mengarahkan kepada hipotesis.

3. Buat pertanyaan berdasarkan hipotesis akan mengarahkan Anda mengetahui kisi-kisi berupa pernyataan sehingga didapatkan kuesioner sesuai apa yang perlu ditanyakan.

4. Tentukan urutan topik agar responden dapat nyaman dalam menjawabnya.

5. Menentukan jenis kuesioner, contohnya dalam bentuk pilihan ganda, checklist, free response, dsb.

6. Menyiapkan jawaban jika menggunakan kuesioner dalam bentuk pilihan.

7. Melakukan evaluasi terhadap format kuesioner apakah ada yang perlu diperbaiki atau tidak.

8. Uji kuesioner kepada teman untuk mencoba menjawab pertanyaaan, apakah pertanyaan tersebut dapat tersampaikan dengan baik.

9. Lakukan uji validitas dan reliabilitas sebelum menyebar kuesioner.

Contoh Kuesioner

Contoh kuesioner adalah bisa mencakup berbagai bidang, misalnya pendidikan, sosial, kesehatan, atau sejarah. Kuesioner adalah metode pengumpulan data yang sebenarnya bisa dipakai untuk berbagai keperluan, jadi tidak terbatas pada tujuan penelitian semata.

Contoh Kuesioner Penelitian

Contoh kuesioner penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas hidup penderita diabetes mellitus terhadap aktivitas fisik. Oleh karena kuesioner harus berlandaskan pada teori dan variabel yang ada dalam penelitian, maka kuesioner aktivitas fisik menggunakan GPAQ.

Kuesioner tersebut ditujukan kepada generasi muda hingga dewasa untuk mengukur sejumlah intensitas kegiatan yang berbeda-beda. GPAQ mencakup 4 aktivitas fisik, yaitu aktivitas kerja, perjalanan, rekreasi, dan sedentari (menetap).

No. Pertanyaan Respon Kode

Aktivitas saat bekerja

1. Apakah pekerjaan sehari-hari Anda termasuk pekerjaan berat setidaknya 10 menit perhari?

a. Ya
b. Tidak A1

Perjalanan dari tempat ke tempat

2. Apakah Anda sering berjalan kaki atau bersepeda minimal 10 menit setiap harinya untuk pergi ke suatu tempat?

a. Ya
b. Tidak B1

Aktivitas rekreasi

3. Apakah Anda sering olahraga, fitness, atau rekreasi yang termasuk dalam kategori berat minimal 10 menit perhari?

a. Ya
b. Tidak C1

4. Jika iya, berapa hari dalam seminggu Anda melakukan olahraga kategori berat?

Jumlah hari: C2

Aktivitas sedentary

5. Berapa lama Anda berbaring atau duduk dalam sehari?

Jam : Menit = …. : ….. D1

Demikian ulasan mengenai apa itu kuesioner, tujuan, jenis hingga cara membuatnya. Semoga bermanfaat. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *