Apa Itu Kata, Pengertian, Tujuan, Hingga Jenisnya

Pelayananpublik.id- Ketika menuliskan atau mengucapkan sebuah kalimat maka Anda sedang merangkai beberapa kata. Sebab kalimat adalah kumpulan beberapa kata yang disusun sedemikian rupa dan memiliki arti serta tujuan.

Nah, lalu apa itu kata

Kata sendiri merupakan unsur terkecil dalam bahasa yang memiliki makna.

Jadi catatannya adalah unsur terkecil dan memiliki makna. Sehingga sesuatu yang tidak memiliki makna bukan termasuk kata. Misalnya “kursi”, kata kursi merujuk pada suatu benda yang digunakan manusia untuk duduk. Sedangkan misalnya dibalik menjadi “sikur” maka ia tidak merujuk pada makna apapun, sehingga dia tidak tergolong kata.

Membahas mengenai kata, mari kita lihat pengertian kata secara etimologis. Kata berasal dari bahasa sansekerta, pada awalnya unsur ini berasal dari kathā yang memiliki arti “bahasa”, “konversasi”, “cerita” atau “dongeng”.

Bahasa melayu tersebut dipersempit lagi sehingga menjadi “Kata”.

Definisi kata merupakan elemen terkecil dalam sebuah struktur bahasa yang dapat dituliskan atau diucapkan dan sebuah bentuk kesatuan pemikiran atau perasaan yang digunakan dalam berbahasa.

Sementara secara umum, pengertian kata adalah sebuah unsur bahasa yang susunannya terdiri dari kumpulan huruf atau unit yang memiliki sebuah arti sehingga dapat berfungsi untuk membentuk kalimat, frasa, dan klausa.

Unsur bahasa itu sendiri terdiri dari satu atau lebih morfem. Morfem merupakan satuan gramatikal terkecil yang mempunyai sebuah makna dan digunakan untuk membedakan makna jamak, tunggal, waktu lampau, dan sebagainya.

Selain itu kata bisa berbentuk bebas tanpa imbuhan, bisa pula dibarengi imbuhan atau afiks.

Bentuk-bentuk dari afiks adalah prefiks (berada di awal), infiks (berada di tengah), dan sufiks (berada di akhir) dan konfiks yaitu penggabungan imbuhan antara awal dan akhir.

Menurut Noam Chomsky, seorang profesor linguistik dari Amerika, kata adalah dasar analisis kalimat dan disajikan dengan simbol N (nomina), V (verb), A (ajektiv), dan sebagainya.

Sementara itu, dalam buku linguistik Eropa, unsur ini mempunyai susunan fonologis yang stabil, tidak berubah, dan keluar mobilitasnya didalam kalimat.

Ciri Kata

1. Terdiri dari susunan fonem yang baku. Artinya, tidak dapat diubah serta tidak dapat diselipi fonem lain. Contoh kata kue yakni /k/, /u/, /e/. Jadi urutan fonemnya harus begitu, tidak boleh ditambah atau diselipkan fonem lain.

2. Memiliki arti. Susunan fonem yang tidak memiliki arti bukan disebut kata.

3. Bebas berpindah dalam sebuah kalimat atau tempatnya digantikan atau diisi oleh kata lain atau mungkin dipisahkan dari unsur lain.

Tujuan Kata

Tujuan kata adalah sebagai satuan gramatikal terkecil yang memiliki makna dan arti sehingga dapat disusun menjadi suatu kalimat, klausa, dan frasa.

Unsur bahasa ini menjadi unsur penting dalam kebahasaan karena dapat menerangkan benda, waktu, sifat, dan lain-lain.

Fungsi Kata

1. Sebagai Subjek

Kata berfungsi sebagai subjek dalam kalimat yakni sebagai bagian dari kalimat yang menandakan apa yang sedang dibicarakan.

Namun hal ini tidak selalu sama dengan aktor atau pelaku sebagai subjek, termasuk dalam kalimat pasif.

Fungsinya sebagai subjek dapat ditentukan berdasarkan ciri-ciri misalnya siapa yang melakukan aktivitas.

2. Sebagai Predikat

Predikat adalah bagian kalimat yang menandakan apa yang dibicarakan oleh subjek dan biasanya harus mengandung unsur verba. Setelahnya, dapat diikuti oleh objek atau adverbia.

Fungsi kata sebagai predikat memberi keterangan tentang apa yang dilakukan oleh subjek.

Contoh pada kalimat, “Ayah bekerja di kantor hingga sore hari.” Bekerja sebagai predikat menjelaskan kegiatan atau aktivitas yang dilakukan oleh ayah di kantor hingga sore hari.

3. Sebagai Objek

Kata juga bisa berfungsi sebagai objek dalam kalimat yakni bagian dari kalimat yang memiliki peran sebagai penderita atau yang mengalami suatu hal. Letak objek memiliki fungsi sebagai pemberi keterangan predikat.

4. Sebagai Keterangan

Selain sebagai Subjek, Predikat dan Objek, kata juga berfungsi sebagai keterangan dalam kalimat.

Walaupun keberadaannya tidak terlalu penting, namun dapat memberikan penjelasan lebih lanjut tentang suatu kalimat.

5. Sebagai Pelengkap

Sama seperti fungsi sebagai keterangan, fungsi kata sebagai pelengkap juga tidak terlalu penting. Namun tetap bisa memberikan manfaat. Terkadang ia dapat berfungsi sebagai keterangan dan/atau objek.

Jenis Kata

Nah, setelah membahas tujuan dan fungsi, kini kita masuk pada jenis kata. Seperti yang diketahui, kata bisa digolongkan kepada beberapa jenis yakni kata benda (nomina), kata kerja (verba) kata sifat (adjectiva), kata keteranhan (adverbia), kata ganti, kata interjeksi, kata bilangan, dan kata sandang.

1. Kata Benda (Nomina)

Kata benda atau nomina merupakan kata-kata yang merujuk pada pada bentuk suatu benda, bentuk benda itu sendiri dapat bersifat abstrak ataupun konkret.

Dalam bahasa Indonesia berdasarkan proses pembentukannya ada dua jenis yakni kata benda dasar dan kata benda turunan misalnya kata kerja (+) imbuhan.

Contoh:

– Kerupuk itu sudah melempem (kerupuk adalah kata benda dasar)

– Makanan itu sudah basi (makanan adalah kata dasar turunan yakni kata kerja (makan) + (-an).

 2. Kata Kerja (Verba)

Kata kerja atau verba adalah jenis kata yang menyatakan suatu perbuatan subjek. Kata kerja dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yakni transitif dan intransitif.

– Verba transitif merupakan kata kerja yang selalu diikuti oleh unsur subjek.

Contoh:

1. Maisa melukis pemandangan di depan rumahnya.

2. Pematung itu menjual karyanya di toko online

“Menjual” dan “melukis” adalah kata kerja transitif karena diikuti objek.

– Kata kerja intransitif yakni kata kerja yang tidak memerlukan pelengkap.

Contoh:

1. Saya tidur

2. Dia mandi

3. Kata Sifat (Adjektifa)

Kata sifat yakni kelompok kata yang mampu menjelaskan atau mengubah kata benda atau kata ganti menjadi lebih spesifik. Karena kata sifat mampu menerangkan kuantitas dan kualitas dari kelompok kelas kata benda atau kata ganti. Contoh kata sifat adalah cantik, besar, ramah, lembek dan lainnya.

4. Kata Ganti (Pronomina)

Kata ganti dipakai untuk menggantikan benda atau sesuatu yang dibendakan. Kelompok kata ini dapat dibedakan menjadi 6 bentuk, yaitu:

– Kata Ganti Orang, yakni jenis kata yang menggantikan nomina. Contohnya kata ganti orang pertama tunggal, misal: aku, saya. kata ganti orang pertama jamak, misal: kami, kita. dan lainnya.

– Kata Ganti Kepemilikan, yakni kata ganti yang dipakai untuk menyatakan kepemilikan, misal: “buku kamu/bukumu”, “buku aku/bukuku”, “buku dia/bukunya”,dsb.

– Kata Ganti Penunjuk, yakni kata ganti yang dipakai untuk menunjuk suatu tempat atau benda yang letaknya dekat ataupun jauh, misal: “di sini”, “di sana”, “ini”, “itu”, dsb.

– Kata Ganti Penghubung yakni kata ganti yang digunakan untuk menghubungkan anak kalimat dan induk kalimat kata yang dipakai yaitu: “yang”, “tempat”,”waktu”.

– Kata Ganti Tanya yakni kata ganti yang dipakai untuk meminta informasi mengenai sesuatu hal, kata Tanya yang dimaksud ialah “apa”, “siapa”, “mana”.

– Kata Ganti Tak Tentu yakni kata ganti yang digunakan untuk menunjukkan atau menggantikan suatu benda atau orang yang jumlahnya tak menentu (banyak), misal: masing-masing, sesuatu, para, dsb.

5. Kata Keterangan (Adverbia)

Kata keterangan merupakan jenis kata yang memberikan keterangan pada kata kerja, kata sifat, dan kata bilangan bahkan mampu memberikan keterangan pada seluruh kalimat.

Jenis kata keterangan adalah keterangan tempat, keterangan waktu, keterangan alat, keterangan cara, keterangan sebab dan lainnya.

6. Kata Bilangan (Numeralia)

Kata bilangan adalah jenis kata yang menyatakan jumlah, kumpulan, urutan sesuatu yang dibendakan. Contohnya: satu, setengah, separuh, berpuluh kilometer dan lainnya.

7. Kata Tugas

Kata tugas memiliki fungsi sebagai perubah kalimat yang minim hingga menjadi kalimat transformasi. Contohnya adalah macam-macam konjungsi.

8. Artikula

Artikula merupakan kata sandang, yakni jenis kata yang mendampingi kata benda atau yang membatasi makna jumlah orang atau benda.

Kata sandang berfungsi untuk menentukan kata benda, mensubstansikan suatu kata yang besar, yang jangkung, dan lain-lain.

Kata-kata sandang umum yang terdapat dalam Bahasa Indonesia ialah yang, itu, -nya, si, sang, hang, dang. Kata-kata sandang seperti sang, hang, dang banyak ditemui dalam kesusastraan lama, sekarang sudah tidak terpakai lagi terkecuali kata sandang sang.

9. Interjeksi

Interjeksi adalah kata seru, yakni kata yang mengungungkapkan perasaan. Contohnya wah, wow, oh, nah, dan astaghfirullah, ya ampun, dan lainnya.

Demikian pembahasan mengenai apa itu kata mulai dari pengertian, tujuan, fungsi, jenis hingga contohnya. Semoga bermanfaat. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *