Kata Polisi, Pelat Nomor Putih Sulit Dipalsukan dan Lebih Gampang Dibaca ETLE

Pelayananpublik.id- Perubahan warna plat kendaraan bermotor akan dilaksanakan pada tahun depan.

Plat berwarna dasar putih dan tulisan hitam ini diklaim tidak akan mudah dipalsukan. Selain itu ada beberapa manfaat, salahsatunya adalah plat putih lebih mudah dibaca ETLE (sistem tilang berbasis CCTV).

Hal itu dikatakan Kasubdit STNK Korps Lalu-lintas Polri Komisaris Besar Polisi Taslim Chairuddin.

Ia mengatakan dalam plat baru itu akan tertanam sistem Radio Frequency Identification (RFID). RFID ini akan menyulitkan pelaku pemalsuan pelat nomor kendaraan di Indonesia.

“Ke depan agar material [pelat nomor baru] tidak mudah dipalsukan, material [pelat] sudah mengandung RFID,” ujarnya dikutip dari CNNIndonesia.com, Kamis (23/9/2021).

Pelat nomor kendaraan berteknologi RFID, kata dia, juga berguna untuk berbagai hal seperti terintegrasi dengan sistem lain yang terkomputerisasi. Contohnya adalah penerapan ETLE (sistem tilang berbasis CCTV), pembayaran tol tanpa sentuh, parkir elektronik, hingga ERP (jalan berbayar).

“Dan RFID bisa digunakan untuk banyak hal. ETLE, e toll, e parking, ERP, dan lainnya. Ya implementasinya secara bertahap,” ucap Taslim.

Di beberapa negara maju penggunaan RFID pada pelat nomor bukan hal baru. Sistem ini dianggap tepat karena dapat terintegrasi dengan sistem lain misalnya pembayaran parkir, tol, sampai dengan memantau pelanggaran pengemudi.

Taslim belum dapat menyebutkan mulai penerapan teknologi RFID pada pelat nomor kendaraan di Tanah Air. Kendati demikian Polri terus mendorong kegunaan ini untuk lalu lintas di Indonesia karena di sejumlah negara teknologi RFID sebagai pengganti atau penerus teknologi barcode.

Ia hanya memastikan rencana ini sudah menjadi target jangka menengah Korps Lalu Lintas Polri agar RFID efektif digunakan pada pelat nomor warna putih untuk mobil pribadi.

“Jangka menengah itu menerapkan TNKB warna dasar putih tulisan hitam, yang dilengkapi RFID. Jangka panjang mengembangkan penggunaan database ranmor sebagai basic layanan kepolisian, seperti penyempurnaan konsep ETLE, menerapkan eToll, ERP, eParking,” katanya.

“Jadi semua pekerjaan itu terkait dengan rencana perubahan warna TNKB itu sendiri,” ucap Taslim.

Teknologi RFID pada mobil penumpang sebelumnya sempat diuji coba untuk transaksi tol nirsentuh atau touch-less transaction Single Lane Free Flow (SLFF) beberapa waktu lalu.

Saat itu stiker menyimpan RFID diletakkan di lampu depan mobil.

Dengan menggunakan teknologi itu, kendaraan cukup bergerak perlahan saat memasuki pintu tol dan portal tol akan terbuka otomatis. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *