Apa Itu Singkong, Manfaat, Cara Menanam Hingga Macam Olahannya

Pelayananpublik.id– Singkong merupakan tanaman yang mudah sekali ditemui di berbagai tempat di Indonesia. Begitu juga dengan makanan olahan yang terbuat dari singkong, pasti Anda sangat sering menemukannya dimana-mana.

Itu karena singkong merupakan tanaman yang tergolong paling gampang tumbuh di Indonesia. Singkong bisa tumbuh hampir di semua cuaca, jenis tanah dan daerah. Cara menanamnya pun cukup mudah, tinggal tancapkan batang kayunya yang sudah tua, lalu tunas-tunas akan tumbuh di sana.

Ada yang bilang di Indonesia “tongkat kayu dicampakkan pun jadi tanaman”. Tongkat kayu itu adalah tanaman singkong, yang meskipun ditanam asal-asalan bisa menjadi tanaman yang memenuhi kebutuhan pangan manusia.

Bahkan pada zaman penjajahan dulu, singkong menjadi makanan utama rakyat Indonesia, karena kandungan utama singkong adalah karbohidrat. Begitu juga ketika masa paceklik atau saat kemarau panjang melanda, dimana tanaman padi akan mati, singkong tetap hidup dan menghidupi manusia.

Pengertian Singkong

Singkong adalah tanaman yang tumbuh dari akar tanaman ketela pohon.

Menurut Wikipedia, Singkong (Manihot esculenta) adalah perdu tahunan tropika dan subtropika dari suku Euphorbiaceae. Umbinya dikenal luas sebagai makanan pokok penghasil karbohidrat dan daunnya sebagai sayuran.

Nama lain singkong adalah, ketela, ubi kayu, gadung dan lainnya berdasarkan bahasa daerah.

Manihot esculenta pertama kali dikenal di Amerika Selatan kemudian dikembangkan pada masa prasejarah di Brasil dan Paraguay, sejak kurang lebih 10 ribu tahun yang lalu. Bentuk-bentuk modern dari spesies yang telah dibudidayakan dapat ditemukan bertumbuh liar di Brasil selatan. Meskipun spesies Manihot yang liar ada banyak, semua kultivar M. esculenta dapat dibudidayakan. Walaupun demikian, bukti-bukti arkeologis budidaya singkong justru banyak ditemukan di kebudayaan Indian Maya, tepatnya di Meksiko dan El Salvador.

Klasifikasi tanaman ketela pohon adalah sebagai berikut:

Kingdom : Plantae atau tumbuh-tumbuhan
Divisi : Spermatophyta atau tumbuhan berbiji
Sub divisi : Angiospermae atau berbiji tertutup
Kelas : Dicotyledoneae atau biji berkeping dua
Ordo : Euphorbiales
Famili : Euphorbiaceae
Genus : Manihot
Spesies : Manihot utilissima Pohl.; Manihot esculenta Crantz sin.

Nutrisi Dalam Singkong

Singkong mengandung bermacam nutrisi yang dibutuhkan tubuh manusia. Pada 100 gram singkong rebus, terdapat kalori yang 98 persennya berasal dari karbohidrat, sisanya berasal dari protein dan lemak. Dalam takaran yang sama, singkong juga mengandung serat, vitamin, dan mineral.

Berikut ini daftar kandungan gizi yang terdapat dalam 100 gram singkong.

– Air: 61,4 gram

– Karbohidrat: 36,8 gram

– Energi: 154 kalori

– Protein: 1,0 gram

– Serat: 0,9 gram

– Lemak: 0,3 gram

– Kalium: 394 miligram

– Kalsium: 77 miligram

– Vitamin C: 31 miligram

– Fosfor: 24 miligram

Manfaat Singkong untuk Kesehatan

Singkong memiliki bermcam manfaat bagi tubuh manusia, sehingga singkong pun sering dijadikan sebagai pengganti makanan pokok yakni nasi. Berikut ini adalah beberapa manfaat singkong bagi tubuh manusia.

1. Menambah energi, karena singkong mengandung karbohidrat, Jadi singkong bisa menjadi sumber energi yang baik bagi Anda yang akan menjalani aktivitas fisik berat.

Aktivitas fisik akan menguras glikogen, bentuk glukosa yang disimpan sebagai cadangan energi.

Ketika Anda makan singkong, karbohidrat akan diubah menjadi glukosa, kemudian diubah lagi menjadi glikogen dan disimpan dalam otot. Jadi, manfaat singkong untuk menambah energi tak bisa disepelekan.

2. Mencegah sembelit, karena singkong juga mengandung serat. Singkong mengandung pati resistan dalam jumlah yang cukup tinggi. Pati resistan termasuk ke dalam jenis serat tidak larut yang kaya akan selulosa.

Jenis serat ini sangat berguna untuk membantu kelancaran pencernaan sehingga dapat mencegah sembelit.

3. Mengendalikan kadar gula darah, karena serat dalam singkong memperlambat penyerapan gula ke dalam aliran darah. Selain itu, kandungan serat mendatangkan manfaat singkong untuk bantu menurunkan tekanan darah, mengurangi kadar kolesterol, menurunkan risiko obesitas, dan menurunkan risiko penyakit jantung.

4. Memenuhi kebutuhan mineral tubuh, sebab singkong mengandung sumber mineral yang cukup banyak seperti kalsium, fosfor, mangan, zat besi, dan kalium. Mineral ini diperlukan untuk perkembangan, pertumbuhan, dan menjalankan fungsi jaringan tubuh.

5. Memenuhi kebutuhan kulit, karena singkong mengandung vitamin C yang dikenal sebagai zat penting dalam pembentukan kolagen. Kolagen sendiri berfungsi untuk mempertahankan elastisitas kulit.

Macam Olahan Singkong

1. Kolak Singkong, yakni makanan yang terbuat dari singkong yang direbus dengn gula merah dan santan kelapa.

2. Singkong rebus siram gula merah kental

3. Getuk, singkong rebus yang ditumbuk bersama gula merah ditaburi prutan kelapa

4. Tiwul, gaplek, gatot

5. Keripik singkong

6. Tape singkong

7. Lepat singkong

8. Kue talam singkong

9. Kue sawut singkong

10. Singkong keju

Cara Budidaya Singkong

Di Indonesia, ketela pohon menjadi makanan bahan pangan pokok setelah beras dan jagung. Manfaat daun ketela pohon sebagai bahan sayuran memiliki protein cukup tinggi, atau untuk keperluan yang lain seperti bahan obat-obatan. Kayunya bisa digunakan sebagai pagar kebun atau di desa-desa sering digunakan sebagai kayu bakar untuk memasak.

Seperti yang dijelaskan di atas, pada umumnya ketela atau singkong akan tumbuh bahkan ketika ditanam asal-asalan. Namun berbeda ketika Anda ingin menghasilkan singkong dalam jumlah besar dan untuk dijual. Tentu saja penanamannya harus menggunakan teknik budidaya singkong yang benar.

Langkah Menanam Singkong

– Pilih media tanam berupa tanah darat lempung berpasir, hitam humus sampai kuning berpasir. Tanah pasir, tanah kapur,tanah berbatu, kuning liat dan merah liat kurang cocok untuk budidaya singkong.

– Lakukan pengolahan tanah di awal musim penghujan. Tanaman singkong sampai umur 5 bulan rentan terhadap kekeringan. Semprot gulma dengan herbisida sistemik dengan campuran penguat, dengan perbandingan 10:1. Dosis cukup 1 liter campuran herbisida per 220 liter air. Tiga hari kemudian tebarkan 30 (tiga puluh) sampai 50 (lima puluh) ton pupuk kandang atau pupuk kompos yang telah difermentasi atau telah matang. Tabur juga 3-5 ton kapur/dolomit. Tiga hari kemudian lakukan pembajakan tanah dengan traktor pertanian yang besar dengan kedalaman cangkulan minimal 30 cm, diukur dari tanah yang belum dicangkul.

– Saat pembajakan, petani harus memandori. Lima belas hari kemudian lakukan pembajakan kedua. Akan lebih baik jika dalam waktu lima belas hari itu ada turun hujan.

– Sediakan bibit yang baik. Jenis singkong gajahatau singkong borneo, sesuai permintaan pasar. Singkong gajah adalah jenis singkong makan, sedangkan singkong borneo adalah jenis singkong racun, untuk pembuatan tepung tapioka. Sebagian petani menyebut singkong borneo sebagai singkong gajah putih, atau singkong kalimantan.

– Bibit yang baik itu tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda. Posisinya ada di 30 cm di atas titik tumbuh tunas dan 30 cm di bawah tangkai daun yang masih lengket saat singkong di panen. Diameter antara 1-2 inch. Panjang stek sekitar 25 cm. Mata tunasnya rapat, 7-10 mata tunas perstek. Bibit masih segar ditandai dengan kulit dalam yang masih hijau dan keluar getah jika kulit dikelupas.

– Ikatkan kedua ujungnya pada sebatang kayu yang kuat, diameter 3 cm, panjang 50 cm, runcingkan ujungnya. Gunakan tali ini sebagai alat pengatur jarak titik tanam. Jarak tanam 1 x 1,5 meter. Lorongan jarak yang 1,5 meter itu membujur Timur-Barat.

– Tanamkan stek sepertiganya. Tegak lurus, jangan miring-miring. Bekas keratan kulit stek harus terbenam semua. Penanaman harus dilakukan saat musim hujan sudah masuk.

– Jika sudah selesai tanam, langsung diberi pupuk dengan NPK Phonska 100 gr/batang. Pupuk ditabur keliling stek jarak 5 cm sampai 20 cm. Pemupukan dilakukan sore hari di atas jam 16.00.

– Saat umur 1 bulan, lakukan penunasan. Buang tunas yang kecil/jelek, tinggalkan tunas yang sehat dan bagus. Utamakan memelihara tunas yang tumbuh di sebelah atas. Sisakan 2 tunas jika tujuan penanaman adalah untuk perbanyakan bibit dan produksi. Sisakan 1 tunas jika tujuan hanya untuk produksi.

– Kemudian beri pupuk kedua yang jumlah dan caranya sama seperti pemupukan pertama. Hanya saja jarak tebar diperlebar hingga 30 cm dari titik tanam. Aplikasi pupuk cair yang disemprotkan akan cukup membantu. Bisa memakai Gandasil A atau jenis lain. Kandungan hara mikronya akan menambah tinggi produksi. Dosis dan waktu aplikasi bisa dilihat di brosur produk masing-masing.

– Ketika tanman berumur 3 bulan lakukan pemupukan ketiga, jarak tebar diperlebar hingga 40 cm dari titik tanam. Selesai memupuk lakukan pendangiran dan pembumbunan. Tinggi pembumbunan hingga stek menjadi terbenam setengahnya atau sekitar 12-13 cm. Jika sejarah tanah pernah terserang jamur upas, maka aplikasikan dolomit kembali 3 ton perhektar.

– Ketika ketela berumur 5 bulan lakukan pemupukan keempat dengan ZA 50 gram per batang. Jika ada serangan kutu kebul atau kutu putih, semprot dengan insektisida Decis atau Matador atau jenis lain yang berspektrum luas.

– Sepuluh hari sebelum panen, potong batang singkong setinggi 30 cm. Simpan batang singkong di tempat yang teduh 100%, untuk dijual dan penanaman berikutnya. Perlakuan ini dipercaya meningkatkan bobot singkong hingga 8 persen.

– Pemanenan dilakukan pada umur 11 bulan sesudah tanam. Pengolahan tanah kembali dianggap makan waktu satu bulan, hingga musim tanam akan tetap sama sepanjang tahun.

Demikian ulasan mengenai apa itu singkong, kandungan nutrisi, manfaat, olahan singkong hingga cara budidayanya. Semoga bermanfaat. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *