Cara Budidaya Kunyit yang Benar Agar Hasil Optimal

Pelayananpublik.id- Kunyit merupakan tanaman rimpangan yang wajib ada di dapur. Selain untuk bumbu masakan, kunyit juga digunakan untuk obat dan bahan kosmetik.

Tak heran jika permintaan kunyit masih tinggi saat ini.

Saat ini rata-rata kebutuhan bahan baku kunyit untuk industri kosmetik/ jamu tradisional yang ada di Indonesia antara 1,5-6 ton/bulan.

Tingkat kebutuhan pasar dari tahun ke tahun semakin meningkat dengan persentase peningkatan 10-25% per tahunnya.

Selain itu, kebutuhan atau permintaan kunyit akan lebih tinggi pada saat menjelang hari-hari besar/hari raya.

Permintaan kebutuhan industri di atas sebagian besar berasal dari pasokan para petani. Melihat dari kebutuhan rata-rata industri jamu dan kosmetik yang ada di dalam negeri, suplai dan permintaan terhadap kunyit tidak seimbang, apalagi memenuhi permintaan pasar luar negeri.

Sementara kebutuhan kunyit dunia hingga saat ini mencapai ratusan ribu ton/tahun. Sebagian kecil dari jumlah tersebut dipenuhi oleh negara India, Haiti, Srilanka, Cina, dan negara-negara lainnya.

Oleh karena itu sudah saatnya warga Indonesia menanam kunyit sebagai tanaman di pertanian. Sebab menanam kunyit bisa dibilang mudah, asal tahu cara dan tekniknya. Jika cara budidaya kunyit yang benar telah dikuasai maka hasil panen pun akan lebih optimal dan tidak mengecewakan.

Berikut kami rangkum cara budidaya kunyit yang benar.

Syarat Tumbuh Tanaman Kunyit

Seperti tanaman lain, kunyit sebenarnya bisa tumbuh dimana saja, namun ada kondisi lingkungan yang akan lebih mendukung pertumbuhan kunyit dengan baik.

Idealnya, kunyit akan tumbuh baik pada daerah yang memiliki intensitas cahaya penuh atau sedang jadi usahakan menanam kunyit di tempat terbuka.

Selain itu daerah penanaman kunyit harus memiliki curah hujan 1000-4000 mm/tahun. Bila ditanam di daerah curah hujan < 1000 mm/tahun, maka lahan harus memiliki sistem pengairan yang tertata baik.

Tanaman ini dapat dibudidayakan sepanjang tahun. Pertumbuhan yang paling baik adalah pada penanaman awal musim hujan. Suhu udara yang optimum bagi tanaman ini antara 19-30 oC.

Seperti tanaman rimpang-rimpangan lainnya, kunyit juga butuh tanah gembur. Karena jika tidan, pertumbuhan umbi akan tertekan lalu tidak maksimal.

Kunyit tumbuh baik di dataran rendah (mulai < 240 m dpl) sampai dataran tinggi (> 2000 m dpl). Produksi optimal + 12 ton/ha dicapai pada ketinggian 45 m dpl.

Cara Menanam Kunyit

1. Pembibitan

Bibit kunyit yang baik berasal dari pemecahan rimpang, karena lebih mudah tumbuh. Syarat bibit yang baik : berasal dari tanaman yang tumbuh subur, segar, sehat, berdaun banyak dan hijau, kokoh, terhindar dari serangan penyakit; cukup umur/berasal dari rimpang yang telah berumur > 7 -12 bulan; bentuk, ukuran, dan warna seragam; memiliki kadar air cukup; benih telah mengalami masa istirahat (dormansi) cukup; terhindar dari bahan asing (biji tanaman lain, kulit, kerikil).

Nah, ketika pembuatan bibit, Anda bisa merendam kunyit di larutan fungisida agar terhindar dari jamur.

Tiap potongan rimpang maksimum memiliki 1 -3 mata tunas, dengan berat antara 20-30 gram dan panjang 3-7 cm.

Bibit tumbuh baik bila disimpan dalam suhu kamar (25-28 oC). Selain itu menempatkan rimpang diantara jerami pada suhu udara sekitar 25-28 oC. dan merendam bibit pada larutan ZPT (zat pengatur tumbuh) selama 3 jam. ZPT yang sering digunakan adalah larutan atonik (1 cc/1,5 liter air) dan larutan G -3 (500-700 ppm).

Rimpang yang akan direndam larutan ZPT mesti dikeringkan sebelumnya selama 42 jam pada suhu udara 35 oC. Jumlah anakan atau berat rimpang dapat ditingkatkan dengan jalan direndam pada larutan pakloburazol sebanyak 250 ppm.

Setelah bibit siap, pindahkan ke tempat penyemaian. Sebulan atau satu setengah bulan kemudian tunas-tunas akan muncul. Setelah tunas tumbuh sepanjang 2-3 cm, bibit baru bisa ditanam atau dipindahkan ke lahan.

2. Pengolahan Lahan

Seperti tanaman lain, sebelum ditanami, lahan tentu harus diolah terlebih dahulu.

Penyiapan lahan untuk kebun kunyit sebaiknya dilakukan 30 hari sebelum tanam.

Tanah dicangkul pada kedalaman 20-30 cm kemudian diistirahatkan selama 1 -2 minggu agar gas-gas beracun yang ada dalam tanah menguap dan bibit penyakit/hama yang ada mati karena terkena sinar matahari.

 Lahan kemudian dibuat bedengan dengan lebar 60-100 cm dan tinggi 25-45 cm dengan jarak antar bedengan 30-50 cm.

Kemudian beri pupuk kandang agar tanah tetap gembur unsur hara dalam tanah, drainase, dan aerasi yang lancar meningkat, biarkan seminggu.

3. Penanaman Bibit

Kebutuhan bibit kunyit/hektar lahan adalah 0,50-0,65 ton. Sementara hasil panen kunyit yang diharapkan dari bibit sebanyak itu adalah 20-30 ton/ha.

Ada dua pola penanaman kunyit yakni penanaman di awal musim hujan dengan pemanenan di awal musim kemarau (7-8 bulan) atau penanaman di awal musim hujan dan pemanenan dilakukan dengan dua kali musim kemarau (12-18 bulan).

Caranya, buat lubang tanam di atas bedengan/petakan dengan ukuran lubang 30 x 30 cm dengan kedalaman 60 cm. Jarak antara lubang adalah 60 x 60 cm.

Teknik penanaman dengan perlakuan stek rimpang dalam nitro aromatik sebanyak 1 ml/liter pada media yang diberi mulsa ternyata berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan vegetatif kunyit, sedangkan penggunaan zat pengatur tumbuh IBA (indolebutyric acid) sebanyak 200 mg/liter pada media yang sama berpengaruh nyata terhadap pembentukan rimpang kunyit.

Pemeliharaan Tanaman Kunyit

– Penjarangan dan Penyulaman

Setelah bibit ditanam sekitar seminggu atau 10 hari, Anda perlu memotong tanaman yang tumbuhnya paling tidak baik. Tanaman itu dipotong dengan pisau atau gunting tajam tepat di atas permukaan tanah.

Pemotongan lebih baik dilakukan daripada pencabutan tanaman secara langsung. Sebab pencanutan akan melukai akar tanaman lain yang akan dibiarkan tumbuh.

Penyulaman bertujuan untuk mengganti benih yang tidak tumbuh/mati.

– Penyiangan dan Pembubunan

Penyiangan dan pembubunan harus dilakukan dengan tujuan menghilangkan rumput liar (gulma) yang mengganggu penyerapan air, unsur hara dan mengganggu perkembangan tanaman.

Kegiatan ini dilakukan 3 -5 kali bersamaan dengan pemupukan dan penggemburan tanah.

Penyiangan pertama dilakukan pada saat tanaman berumur setenhah bulan dan bersamaan dengan ini maka dilakukan pembubunan guna merangsang rimpang agar tumbuh besar dan tanah tetap gembur.

– Pengairan dan Penyiraman

Seperti tumbuhan rimpangan lainnya, kunyit juga tidak tahan air. Jika tergenang air bisa dipastikan rimpangnya rusak dan busuk.

Karenanya, drainase dan pengaturan pengairan perlu dilakukan secermat mungkin, agar tanaman terbebas dari genangan air.

Perbaikan drainase baik untuk melancarkan dan mengatur aliran air serta sebagai penyimpan air di saat musim kemarau.

– Pemulsaan

Tanaman kunyit juga perlu pemulsaan. Tapi mulsa bulan dari plastik melainkan dengan jerami dilakukan diawal tanam untuk menghindari kekeringan tanah, kerusakan struktur tanah (menjadi tidak gembur/padat) dan mencegah tumbuhnya gulma secara berlebihan. Jerami dihamparkan merata menutupi permukaan tanah di antara lubang tanaman.

Pengendalian Hama dan Kunyit

– Ulat Penggerek Akar (Dichcrosis puntifera.)

Hama ini akan menyerang pangkal akar dimana tunas daun menjadi layu dan lama kelamaan tunas menjadi kering lalu membusuk.

Pengendaliannya adalah dengan penyemprotan atau penaburan insektisida furadan G-3

– Busuk Bakteri Rimpang

Busuk rimpang diakibatkan drainase yang kurang baik, sehingga rimpang tergenang air.

Busuk rimpang juga disebabkan rimpang yang terluka akibat alat-alat pertanian, sehingga luka rimpang kemasukan cendawan.

Biasanya penyakit ini ditandai dengan  kulit akar tanaman menjadi keriput dan mengelupas, kemudian rimpang lama kelamaan membusuk dan keropos.

Pengendaliannya adalah dengan memperbaiki sistem pengairan. Jika terinfeksi jamur maka lakukan penyemprotan fungisida dithane M-45.

– Karat daun kunyit

Karat daun akan membuat timbulnya warna coklat (karat) pada helaian daun. Penyakit ini berakibat fatal jika menyerang daun muda, karena tanaman akan mati.

Adapun penyebabnya adalah  Taphrina macullans Bult dan Colletothrium capisici atau oleh kutu daun yang disebut Panchaetothrips.

Pengendaliannya dilakukan dengan mengurangi kelembaban. Penyemprotan insektisida, seperti dengan agrotion 2 cc/liter atau dengan fungisida dithane M-45 secara teratur selama seminggu sekali.

Proses Panen Kunyit

Panen adalah hal yang paling dinantikan oleh petani. Tanaman kunyit siap dipanen pada umur 8 -18 bulan, saat panen yang terbaik adalah pada umur tanaman 11-12 bulan, yaitu pada saat gugurnya daun kedua.

Saat itu produksi yang diperoleh lebih besar dan lebih banyak bila dibandingkan dengan masa panen pada umur kunyit 7 -8 bulan.

Adapun ciri-cirinya adalah berakhirnya pertumbuhan vegetatif, seperti terjadi kelayuan/perubahan warna daun dan batang yang semula hijau berubah menjadi kuning (tanaman kelihatan mati).

Memanen kunyit adalah dengan membongkar rimpang dengan cangkul/garpu. Sebelum dibongkar, batang dan daun dibuang terlebih dahulu. Selanjutnya rimpang yang telah dibongkar dipisahkan dari tanah yang melekat lalu dimasukkan dalam karung agar tidak rusak.

Panen biasanya dilakukan dimusim kemarau karena pada saat itu sari/zat yang terkandung didalamnya mengumpul. Selain itu kandungan air dalam rimpang sudah sedikit sehingga memudahkan proses pengeringannya.

Berat basah rimpang bersih/rumpun yang diperoleh dari hasil panen mencapai 0,71 kg. Produksi rimpang segar/ha biasanya antara 20-30 ton.

Demikian ulasan mengenai cara budidaya kunyit yang benar agar hasil melimpah. Semoga bermanfaat. (*)