Cara Budidaya Cabai Rawit yang Benar Agar Hasil Melimpah

Pelayananpublik.id- Si kecil yang super pedas ini memang selalu dicari para pecinta kuliner pedas. Mau itu gorengan, mie instan, bakso, ayam geprek semua tak akan lengkap tanpa kehadirannya.

Ya, cabai rawit, si mungkil yang bercita rasa pedas nyelekit ini memang jadi idola banyak orang. Meski pedasnya super, bukan berarti orang jadi takut, malah makin menggemarinya.

Karena itu cabai rawit selalu punya tempat di pasar karena memang dibutuhkan pelanggan. Karena itu pula banyak petani yang memilih menanam cabai rawit karena untungnya yang menggiurkan.

Selain itu, perawatan cabai rawit jauh lebih mudah daripada cabai merah. Cabai rawit bisa tumbuh di tempat dingin maupun panas. Cabai rawit bisa ditanam di pot, lalu dibiarkan begitu saja pun ia tetap tumbuh.

Namun lain halnya dengan budidaya cabai rawit untuk pertanian. Karena mengharapkan hasil panen yang optimal, tentu saja petani harus menerapkan teknik menanam dan budidaya cabai rawit yang benar.

Meski bisa hidup di mana saja, cabai rawit akan tumbuh optimal bila di tanam pada ketinggian kurang dari 500 m dpl. walaupun di atas 500 m dpl masih mampu bertahan namun diketahui produksiakan terus berkurang.

Selain itu, canai rawit membutuhkan tingkat curah hujan terbilang cukuptinggi yaitu sekitar 1.500-2.500 mm/tahun.

Menurut para peneliti Schimidtdan Fergusson, tanaman cabe dapat tumbuh secara optimal dan menghasilkan produksi yang baik, pada kriteria iklim sebagai berikut :

– Daerah sangat basah, yang memiliki 0-1.5 bulan kering.

– Daerah basah, yang memiliki 1,5-3 bulan kering.

– Daerah agak basah, yang memiliki 3-4,5bulan kering.

– Daerah sedang, yang memiliki 4,5-6 bulan kering.

Tanaman rawit ini dapat tumbuh dengan baik pada suhu antara 25-30 derajat celcius, sedangkan untuk  msuhu yang optimal untuk pertumbuhan yaitu 25-28 derajat celcius.

1. Pembibitan

– Pemilihan Benih Cabe Rawit

Nah, saat akan memulai budidaya cabai rawit, langkah penting yang harus dilakukan adalah pemilihan benih cabai rawit.

Untuk benih berkualitas, Anda bisa mendapatkannnya di toko bibit.

Daripada membeli, lebih baik kita menyeteks atau membuat benih cabe rawit sendiri. Benih bias kita dapatkan dari hasil panel sebelumnya, usahakan untuk memilih benih dari hasil panen ke 5 atau ke 6.

Itu karena pada panen ke 5 atau 6 buah yang dihasilkan adalah yang terbaik dan memiliki biji optimal.

Ketika sudah ada buah yang ideal, potong secara membujur dari kulit buahnya, kemudian buah biji yang berada di pangkal dan ujung buah, karena biasanya biji yang berada di daerah tersebut lebih kecil dan memiliki kualitas yang buruk.

Kemudian rendam biji cabe rawit dengan air bersih. Silahkan seleksi, buah biji yang mengapung dan pisah kandengan biji yang tenggelam. Jemur biji  dibawah sinar matahari hingga kering. Apabila dalam keadaan panas biasanya membutuhkan 2 sampai 3 hari.

Perlu diketahui bahwa benih yang baik biasanya memiliki daya tumbuh sebesar 80 %. Sebaiknya tidak menyimpan benih terlalu lama karena akan mengurangi potensi bertumbuhnya.

– Penyemaian Bibit

Langkah selanjutnya adalah penyemaian bibit. Seperti yang diketahui pemyemaian bertujuan agar tanaman tumbuh optimal juga untuk mengetahui mana bibit yang layak tanam dan tidak.

Agar lebih efektif semailah bibit dalam polybag. Ini lebih efektif daripada menumpuknya di satu tempat saja. Sebab tanaman akan bersaing ketat dalam penyerapan unsur hara hingga penyinaran.

Adapun polibag yang digunakan untuk penyemaian adalah 5×10 cm, sedangkan untuk media semainya yaitu menggunakan bahan seperti campuran tanah, arang dan juga kompos dengan perbandingan 1 : 1 : 1 yang diaduk rata.

Sebelum ditanam, sebaiknya benih direndam selama kurang lebih 6 jam dengan menggunakan air hangat, hal ini dilakukan untuk merangsang benih agar cepat tumbuh.

Keudian tanam benih dengan memasukan benih kedalam polybag sedalam 0,5 cm, kemudian tutup dengan media tanam.

Untuk penyiraman dalam proses penyemaian ini dilakukan pagi dan sore hari. Benih yang sudah di tanam biasanya akan tumbuh dalam waktu 1 sampai 2 minggu, namun bibit cabe ini baru bisa dipindahkan kelahan apabila telah memiliki 5 helai daun atau lebih (kurang lebih  usia1,5 bulan).

2. Pengolahan Lahan

Tanaman cabai rawit akan lebih optimal jika ditanam di tanah gembur. Caranya buat lubang sedalam 30 cm dan buat gabur atau bedengan

Tanaman cabe rawit memerlukan tanah yang gembur untuk tumbuh baik. tanah yang digunakan harus memiliki porositas yang baik. Usahakan untuk membajak atau mencangkul lahan sedalam 30 cm, hal ini lakukan agar perakaran tanaman cabe tidak terganggu dengan kepadatan tanah.

Buat bedengan dengan tinggi 30 cm yang mana memiliki jarak antar bedengan 60 cm. Beri pupuk pada tanah tersebut.

Tanaman cabe memrlukan pH tanah sekitar 6 samapi 7, apabila pH di bawah itu maka perlu ditambahkan kapur dengan takaran sebanyak 2 – 4 ton ( tergantung berapa pH awal). pemberankaur ini dilakuakan pada saat pencangkulan atau pembajakan, agar kapur dan tanah secara merata tercampur.

Sama seperti cabai merah, pemakaian plastik penutup atau mulsa juga akan membuat hasil lebih optimal.

Penggunaan mulsa bermanfaat untuk menekan terjadinya erosi, mempertahankan kelembaban tanah, mengendalikan gulmadan juga dapat sebagai salah satu pemutus rantai hama dan penyakit tanaman cabe.

Dalam setiap bedengan tanam cabe dengan dua jalur dengan jarak 60 cm, alangkah bainya lubung di buat tidak sejajar atau zigzag. Hal ini sangat berfungsi sebagai penetrasi sinar matahar dan juga sebagai pengatur sirkulasi angin. Kedalaman lubang tanam sedalam 10 cm.

3. Penanaman

Jika bibit dan lahan sudah siap tanam, Anda bisa memindahkan bibit dari polibag ke tanah. Caranya, sobek mulsa dan gali lubang lalu tanam tanaman beserta tanah yang ada di polibag.

Kemudian, tanaman harus disiram secara rutin. Penyiraman dilakukan 2 kali dalam sehari apabila dalam keadaan terik, yaitu pagi dan seore hari. Jangan menyiram tanaman pada siang hari.

4. Perawatan

Merawat tanaman cabai susah susah gampang. Anda harus memperhatikan kesehatan tanaman Anda jika mau berhasil.

Pemupukan harus dilakukan secara berkala. Pemupukan bisa dilakukan dengan memberikan pupuk tambahan sebanyak 1 sendok makan pk per lubang tanam di setiap bulannya.

Anda juga bisa menggunakan pupuk organik cair dengan cara menyemprotkannya pada bagian daun pad amasa pertumbuhan. Dan juga bias menambah pupuk kandang pada saat tanaman mulai berbuah.

Pemangkasan dilakukan pada hari ke 20 setelah tanam, pemangkasan dilakukan pada tunas yang berada diketiak daun.

Gunakan Peptisida apabila tanaman cabe terkena serangan hama atau sakit, biasanya yang menyerang adalah hama putih dan ulat. Sedang kanapa bila terkena serangan jamur semprot dengan menggunakan fungisida.

5. Proses Panen

Cabe mulai bias dipanen setelah berumur kurang lebih 80 hari setelah proses penanaman. Pemanenan dapat dilakukan beberapa kali namuan tergantung jenis varietasnya dan faktoreks terenlainnya seperti kondisilahan, perawatan dan lainnya.

Pemanenan dapat dilakuakn dalam priode 3 sampai 5 hari sekali. dalam proses pemanenan sebaiknya langsung memtik dengan tangkainya sekaligus. Proses pemetikan ini sebikny adilakukan pagi hari karena cabe masih dalam kondisi segar.

Demikian ulasan mengenai cara budidaya cabai rawit yang benar agar hasilnya melimpah. Semoga bermanfaat. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *