Arti Empiris, Ciri, hingga Contohnya

Pelayananpublik.id- Empiris merupakan kata yang umum terdengar di berbagai konteks percakapan sehari-hari. Namun, kata empiris lebih sering digunakan ketika berbicara tentang sains.

Misalnya bukti empiris dari sebuah gejala, onservasi dan sebagainya.

Empiris sendiri berarti sesuatu yang bisa dibuktikan dengan amatan indera manusia.

Istilah empirisme diambil dari bahasa Yunani, yakni empeiria yang berarti coba-coba atau pengalaman.

Empiris juga bisa diartikan sebagai sesuatu yang dapat dibuktikan atau diverifikasi berdasarkan pengalaman, pengamatan, percobaan atau data yang sesuai kenyataan atau sesuai fakta yang ada.

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), empiris adalah (sesuatu yang) berdasarkan pengalaman (terutama yang diperoleh dari penemuan, percobaan, pengamatan yang telah dilakukan).

Intinya, sebuah data bisa disebut empiris jika data itu didasarkan pada penelitian, observasi ataupun eksperimen yang telah dilakukan, sehingga kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan. Namun, data empiris bisa saja berlawanan dari teori yang ada.

Maka dari itu, seorang peneliti seharusnya menggunakan data empiris atau yang berdasarkan kenyataan dan fakta di lapangan.

Seseorang yang melakukan penelitian harus berdasarkan data empiris, yang berarti data tersebut telah terbukti kebenarannya, didasarkan fenomena yang diamati dan diukur.

Suatu data empiris bisa diperoleh dari pengalaman langsung dan aktual bukan hanya sekedar dari teori.

Jika data hanya berbasis teori, maka data itu termasuk data asumsi dan tidak bersifat empiris. Penelitian harus menggunakan data asli yang empiris sesuai prinsip sains itu sendiri.

Arti Empiris Menurut Para Ahli

1. Sugiyono (2013)

Sugiyono mengartikan empiris sebagai suatu cara atau metode yang dilakukan yang bisa diamati oleh indera manusia, sehingga cara atau metode yang digunakan tersebut bisa diketahui dan diamati juga oleh orang lain.

2. Izzatur Rusuli (2015)

Arti empiris menurut Izzatur Rusuli adalah suatu gagasan yang bersifat rasional yang dibentuk oleh individu melalui pengalamannya.

3. Amiruddin dan Zainal Asikin (2004)

Amiruddin dan Zainal Asikin (2004) mendefenisikan penelitian empiris adalah penelitian yang berfokus meneliti suatu fenomena atau keadaan dari objek penelitian secara detail dengan menghimpun kenyataan yang terjadi serta menggembangkan konsep yang ada.

4. Yesmil Anwar dan Adang (2005)

Empiris adalah suatu ilmu pengetahuan yang didasarkan pada akal sehat, tidak spekulatif dan berdasarkan observasi terhadap kenyataan.

5. Empiris dalam Sejarah

Pengertian empiris dalam sejarah adalah sejarah tersebut merupakan kenyataan bukan mitos ataupun cerita dongeng semata karena sejarah punya sumber yang valid yang didasarkan kepada observasi yang mendalam.

6. Empiris dalam Sosiologi

Sementara arti empiris dalam ilmu sosiologi ialah sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang didasarkan pada akal sehat, tidak spekulatif dan berdasarkan observasi terhadap kenyataan.

Contoh Empiris

Saat Anda sedang mempelajari sejarah, dan di dalam pelajaran tersebut tercantum keterangan empiris, berarti fakta dari sejarah tersebut berdasarkan kisah nyata yang benar-benar terjadi.

Nah, dalam bidang sains, penelitian harus dilakukan pada data empiris. Artinya data atau informasi itu harus didapat dari pengamatan yang terjadi di dunia nyata, dan pengamatan itu harus disajikan berupa data.

Data pada penelitian empiris terdapat dua jenis, yaitu data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif disajikan dengan angka, sedangkan kualitatif dijabarkan dengan kalimat.

Apabila hipotesis yang dibuat dalam penelitian dapat dibuktikan secara empiris, maka hipotesis tersebut dapat diterima. Contoh hipotesis yang benar adalah, ikan paus bernafas dengan paru-paru. Pernyataan tersebut bisa diteliti, karena jelas objek kajiannya.

Demikian ulasan mengenai apa itu empiris, mulai dari pengertian, arti menurut ahli hingga contohnya. Semoga bermanfaat. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *