Apa Itu Hipotesis Penelitian, Tujuan, Manfaat dan Jenisnya

Pelayananpublik.id- Ketika akan melakukan sebuah penelitian, biasanya para peneliti membuat sebuah hipotesis terlebih dahulu.

Hipotesis merupakan sebuah dugaan atas hasil penelitian yang akan dilakukan. Misalnya peneliti membuat hipotesis bahwa dalam penelitian X hasilnya adalah A. Jika setelah penelitian dilakukan dan hasilnya benar A, mala hipotesis itu tidak terbantah. Namun sebaliknya misalnya hasil penelitian justru B, maka hipotesis penelitian sudah terpatahkan.

Sementara itu, untuk hipotesis yang dipilih oleh para peneliti akan mempengaruhi desain penelitian atau eksperimen yang dilakukan, hal inilah pada akhirnya mengarahkan cara hasil penelitian dikomunikasikan melalui karakteristik laporan hasil penelitian.

Sehingga hipotesis penelitian lebih lanjut dengan menetapkan garis dasar penelitian dan mempersempit daftar variabel yang mungkin memengaruhi suatu hubungan.

Pengertian Hipotesis Penelitian

Hipotesis secara khusus digunakan dalam membuat penelitian. Hipotesis penelitian (H1) adalah serangkaian pernyataan yang dibuat oleh para peneliti ketika berspekulasi pada hasil penelitian atau eksperimen. Setiap desain eksperimental yang benar harus memiliki pernyataan ini sebagai inti dari strukturnya, sebagai tujuan akhir dari setiap eksperimen.

Hipotesis adalah kata lain dari penjelasan sementara untuk pengamatan, fenomena, atau masalah ilmiah yang dapat diuji dengan penyelidikan lebih lanjut, sehingga prihal ini konsep hipotesisa dianggap sebagai batu loncatan menuju teori yang akan dibuktikan lantaran hanya menjadi jawaban sementara terhadap suatu masalah yang sifatnya masih praduga karena harus dibuktikan terlebih dahulu.

Pengertian Hipotesis Penelitian Menurut Para Ahli

1. Suharsimi Arikunto

Suharsimi menyebut hipotesis adalah  jawaban yang masih bersifat sementara terhadap suatu permasalahan penelitian sampai terbukti melalui data-data yang terkumpul.

2. Kerlinger (1973)

Sementara Kerlinger mengartikan hipotesis atau hipotesa sebagai pernyataan serangkaian dugaan yang didasarkan pada hubungan antara dua variabel penelitian atau lebih.

3. Zikmund (1997)

Zikmund menyebut arti hipotesis adalah proposisi atau dugaan yang belum terbukti, atau masih bersifat tentative atau sementara untuk menjelaskan fakta atau fenomena, serta kemungkinan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan penelitian.

4. Suryabrata (2000)

Suryabrata berpendapat hipotesis adalah deduksi dari teori ilmiah (pada penelitian kuantitatif) dan kesimpulan sementara sebagai hasil observasi untuk menghasilkan teori baru (pada penelitian kualitatif).

5. Sudjana (2005)

Arti hipotesis menurut Sudjana adalah asumsi atau dugaan sementara mengenai suatu hal yang dibuat untuk menjelaskan suatu hal yang sering dituntut untuk melakukan pengecekan.

6. Erwan Agus Purwanto dan Dyah Ratih Sulistyastuti (2007)

Mereka mendefenisikan hipotesis sebagai pernyataan atau tuduhan bahwa sementara masalah penelitian yang kebenarannya masih lemah (belum tentu benar) sehingga harus diuji secara empiris.

7. Dantes (2012)

Menurut Dantes Hipotesis merupakan praduga atau asumsi yang harus diuji melalui data atau fakta yang diperoleh dengan jalan penelitian.

Manfaat Hipotesis Penelitian

Dalam penelitian, hipotesis tentu memiliki tujuan. Terlepas dari akan terbukti atau tidak sebuah hipotesis setelah penelitian, hipotesis tetap memiliki manfaat. Adapun manfaat hipotesis penelitian adalah sebagai berikut.

1. Hipotesis bisa dilihat dari teori yang digunakan untuk menjelaskan masalah yang akan diteliti. Sebagai contoh hipotesis statistik ini misal penyebab dan konsekuensi dari konflik bisa dijelaskan melalui teori konflik.

2. Hipotesis adalah dasar pengujian kemungkinan benar atau tidaknya suatu teori.

3. Hipotesis sebagai alat untuk memajukan pengetahuan. Artinya, hipotesis disusun dan diuji untuk menunjukkan benar atau salah dalam cara bebas dari nilai-nilai dan pendapat peneliti yang menyusun dan mengujinya.

Jenis Hipotesis Penelitian

1. Berdasarkan Kategori Rumusannya

– Hipotesis nihil (Ho), yakni hipotesis yang menyatakan bahwa tidak terdapat hubungan atau pengaruh antara variabel dengan variabel lain. Sebagai contoh yaitu Tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan orang tua dengan prestasi belajar siswa SMP.

– Hipotesis alternatif (Ha), yakni hipotesis yang menyatakan bahwa terdapat hubungan atau pengaruh antara variabel dengan variabel lain. Contohnya Ada hubungan antara lama belajar dengan prestasi belajar siswa SMP.

Hipotesis alternatid dapat dibedakan menjadi dua macam, yakni Hipotesisi Terarah (Directional Hypotheses) dan Hipotesis Tak Terarah (Non Directional Hypotheses)

2. Berdasarkan Sifat Variabel Yang Akan Diuji

– Hipotesis tentang hubungan, yakni hipotesis yang menyatakan tentang hubungan antara dua variabel atau lebih, mengacu ke penelitian korelasional.

– Hipotesis tentang perbedaan, yakni hipotesis yang menyatakan adanya perbedaan dalam variabel tertentu pada kelompok yang berbeda. Hipotesis tentang perbedaan mendasari berbagai penelitian komparatif dan eksperimen.

3. Berdasarkan Keluasan atau Lingkup Variabel Yang Diuji

– Hipotesis mayor, yakni hipotesis yang mencakup kaitan semua variabel dan semua objek penelitian. Sebagai contoh yakni hipotesa terdapat hubungan antara kondisi sosial-ekonomi orang tua dengan prestasi belajar siswa SMP.

– Hipotesis minor, yakni hipotesis yang terdiri atas bagian-bagian atau sub-sub dari hipotesis mayor (jabaran dari hipotesis mayor). Contohnya hipotesa hubungan antara tingkat pendidikan orang tua dengan prestasi  belajar siswa SMA; Ada hubungan antara pendapatan orang tua dengan prestasi belajar siswa SMA; Ada hubungan antara kekayaan orang tua dengan prestasi belajar siswa SMA.

Cara Membuat Hipotesis Penelitian

– Buat sebuah daftat pertanyaan terlebih dahulu terkait teori yang akan diteliti. Sebelum membuat hipotesis, Anda harus mengidentifikasi dengan jelas pertanyaan yang ingin Anda pelajari.

– Buat beberapa pernyataan ilmiah terkait penelitian Anda. Hipotesis adalah pernyataan, bukan pertanyaan. Hipotesis adalah prediksi yang berdasar pada teori.

– Jelaskan Hipotesis Anda. Hipotesis yang baik ditulis dalam bahasa yang jelas dan sederhana.

– Pahami variabel-variabel yang Anda gunakan.

– Pastikan hipotesis Anda “dapat diuji.” Untuk membuktikan atau menyangkal hipotesis Anda.

– Pilih jenis eksperimen apa yang perlu Anda lakukan untuk melakukan tes atau uji variabel.

– Mengidentifikasi variabel dalam proyek penelitian dengan tepat

– Lakukan penelitian Anda. Anda mungkin menemukan banyak penelitian yang serupa dengan studi kasus yang telah Anda dilakukan.

Demikian ulasan mengenai apa iti hipotesis, manfaat, jenis hingga cara membuat hipotesis penelitian. Semoga bermanfaat. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *