Apa Itu Monitor, Fungsi, hingga Jenis dan Cara Kerjanya

Pelayananpublik.id- Dalam dunia digital saat ini, Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah monitor. Apalagi jika Anda setiap hari bekerja menggunakan komputer, maka bisa dipastikan Anda setiap hari pula menatap monitor.

Monitor adalah sebuah alat atau perangkat yang menampilkan gambar atau hasil suatu proses data yang diinput. Gambar yang ditampilkan ke monitor merupakan hasi proses grafis yang dilakukan oleh VGA Card.

Monitor secara teknis akan menampilkan pekerjaan Anda sehingga Anda bisa melihat hasilnya. Monitor bisanya terhubung dengan komputer dan bertugas sebagai penampil informasi yang dipanggil penggunanya.Tanpa ada monitor, maka komputer tidak dapat menampilkan tugas atau perintah.

Perintah yang diketikan pada keyboard atau dari klik mouse dapat diproses oleh komputer, untuk kemudian ditampilkaan oleh monitor berbentuk gambar visual. Jadi bisa disimpulkan perangkat ini menampilkan gambar atau data yang dioleh dari dalam komputer.

Monitor sebagai hardware juga memerlukaan sumber listrik, dalam hal ini monitor mengambil sumber listrik langsung menggunakan kabel yang terhubung ke listrik.

Nah, gambar yang ditampilkan di layar monitor yang biasa Anda lihat itu adalah hasil dari proses data maupun informasi input. Monitor mempunyai banyak bentuk ukuran layar seperti sebuah televisi. Setiap merek dan ukuran monitor mempunyai resolusi yang berbeda.

Resolusi tersebut akan menjadi penentu tajamnya gambar yang bisa ditampilkan di layar monitor. Adapun jenis-jenis monitor sekarang telah banyak dari yang berbentuk besar dengan layar cembung, hingga berbentuk tipis dengan layar datar (flat).

Fungsi Monitor

Sebagai perangkat, monitor memiliki fungsi tersendiri. Fungsi monitor yakni sebagai alat keluaran untuk menampilkan hasil proses data-data input dari komputer ke layar. Data-data input bisa dalam bentuk grafis, agar user mengetahui apa yang sedang diproses pada komputer.

Jenis Monitor dan Cara Kerjanya

Saat ini teknologi bidang digital dan elektronik semakin berkembang, sehingga semua alat telah dimodifikasi secanggih mungkin. Begitu juga dengan monitor yang terus mengalami perkembangan dari tahun ke tahun.

Berikut ini akan kami rangkum jenis-jenis monitor lengkap dengan bagaimana cara kerjanya.

1. Cathod Ray Tube

Bentuk monitor pda awal kemunculannya adalah berbentuk tabung yakni tabung sinar katoda atau Cathod Ray Tube (CRT).

CRT ini ditemukan oleh ilmuwan bernama Karl Ferdinand Braun. BEntuknya merupakan sebuah tabung penampinal yang banyak digunakan digunakan dalam layar komputer, monitor video, televisi dan oskiloskop.

CRT ini sudah menampilkan warna yang lumayan lengkap sehingga Warna lebih akurat atau hampir sama dengan aslinya. Monitor ini menggunakan daya listrik yang lumayan besar.

Cara kerja CRT adalah sebagai berikut:

– Elektron ditembakkan dari belakang tabung gambar menuju bagian dalam tabung yang dilapis elemen yang terbuat dari bagian yang memiliki kemampuan untuk memendarkan cahaya.

– Sinar elektron tersebut melewati serangkaian magnet kuat yang membelok-belokkan sinar menuju bagian-bagian tertentu dari tabung bagian dalam.

– Sinar itu akan menyinari lapisan berpendar, menyebabkan tempat-tempat tertentu untuk berpendar secara temporer.

– Setiap tempat tertentu mewakili pixel tertentu. Dengan mengontrol tegangan dari sinar tersebut, terciptalah teknologi yang mampu mengatur pixel-pixel tersebut untuk berpendar dengan intensitas cahaya tertentu. Dari pixel-pixel tersebut, dapat dibentuklah gambar.

2. LCD ( Light Crystal Display)

Selanjutnya monitor tabung yang tambun digantikan dengan LCD alias Light Crystal Display. LCd ini bentuknya lebih ramping dan gampang dipindahkan.

Untuk teknologinya, monitor LCD menggunakan sejenis kristal liquid yang dapat berpencar. Karena mempunyai bentuk yang pipih.
Monitor LCD berbentuk flat, bukan lagi tabung seperti tabung katoda. LCD juga membutuhkan energi yang lebih kecil daripada tabung.

Cara Kerja Monitor LCD adalah sebagai berikut:

– Kristal cair menyaring cahaya backlight. Cahaya putih merupakan susunan dari beberapa ratus spektrum cahaya dengan warna yang berbeda.

– Beberapa ratus spektrum cahaya tersebut akan terlihat jika cahaya putih mengalami refleksi atau perubahan arah sinar.

– LCD bekerja dengan cara membuka dan menutup layaknya tirai. Proses buka tutup ini berlangsung sangat cepat.

Response Time adalah waktu yang diperlukan untuk berubah dari posisi kristal cair tertutup rapat (waktu menampilkan warna hitam) ke posisi kristal cair terbuka lebar (waktu menampilkan warna putih).

– Response Time yang lambat akan menimbulkan cacat gambar yang disebut ghosting atau jejak gambar. Biasanya pada objek yang bergerak cepat misal sedang memutar film akan menimbulkan jejak gambar seperti beberapa bujur sangkar yang terlihat seperti persegi.

3. LED ( Light Emitting Diode )

Jenis monitor selanjutnya adalah LED yakni Light Emitting Diode. LED memakai cahaya pancaran diode sebagai sumber cahaya televisi.

Diode juga digunakan untuk membuat banyak vibrant dan image yang berwarna-warni. Warna LED Televisi LED memiliki kontras rasio 500,000:1, juga refresh rate yang tinggi untuk membantu menonton acara yang penuh dengan gerakan seperti olahraga dan film.

Kelebihannya dibandingkan dengan LCD adalah lebih hemat energi, kontras gambar yang sangat tajam hingga jutaan pixels, usia pemakaian LED lebih pajang, dimensi monitor yang sangat tipis, pencahayaan lebih baik dibandingkan LCD

Adapun cara kerja LED adalah menggunakan katup (polar). Arah arus konvensional hanya dapat mengalir dari anoda ke katoda.

4. Monitor Plasma Gas

Monitor plasma gas adalah monitor yang menggunakan fosfor untuk menghasilkan cahaya seperti halnya CRT. Sama dengan CRT monitor plasma juga membutuhkan energi listrik yang besar. Selain itu Cell plasma untuk perwakilan tiap pixel gambar hanya memiliki fungsi on/off sehingga reproduksi warna jauh lebih terbatasi lagi dibandingkan tipe CRT ataupun LCD.

Adapun cara kerja monitor plasma gas adalah sebagai berikut

Dalam monitor plasma gas, setiap sel warna memiliki gas yang bertekanan rendah yang terletak di belakangnya. Hal ini membuat layar plasma gas berpendar tanpa perlu adanya bantuan cahaya dari belakang layar.

Tampilan pada monitor plasma gas dapat dibuat lebih besar dibandingkan LCD. Selain itu, sudut pandang pada plasma gas dapat selebar CRT.

5. OLED (Organic Light Emitting Diode)

Selanjutnya adalah monitor jenis Organic Light Emiting Diode (OLED). Seperti namanya, OLED bekerja dengan memanfaatkan teknologi diode sehingga bisa menggantikan neon fluorescent.

Teknologi OLED ditemukan perusahaan Eastman Kodak, Dr. Ching W. Tang pada tahun 1979. Riset di Indonesia mengenai teknologi ini dimulai pada tahun 2005. OLED diciptakan sebagai teknologi alternative yang mampu mengungguli generasi tampilan layar sebelumnya.

Untuk kualitas gambar, OLED ini menghasilkan gambar yang sangat bagus dibanding LCD. Namun harga produk yang cukup mahal sehingga masih belum terjangkau oleh kalangan umum.

Adapun cara kerja OLED yaitu jika pada elektroda diberikan medan listrik, fungsi kerja katoda akan turun dan membuat elektron-elektron bergerak dari katoda menuju pita konduksi di lapisan organik. Keadaan ini mengakibatkan munculnya lubang (hole) di pita valensi.

Kemudian Anoda akan mendorong lubang untuk bergerak menuju pita valensi bahan organik. Keadaan ini mengakibatkan terjadinya proses rekombinasi elektron dan lubang di dalam lapisan organik dimana elektron akan turun dan bersatu dengan lubang lalu memberikan kelebihan energi dalam bentuk foton cahaya dengan panjang gelombang tertentu. Pada akhirnya akan diperoleh satu jenis pancaran cahaya dengan panjang gelombang tertentu bergantung pada jenis bahan pemancar cahaya yang digunakan

Demikian ulasan mengenai apa itu monitor, mulai dari pengertian, fungsi, jenis dan cara kerjanya. Semoga bermanfaat. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *