Arti Seminar, Fungsi, Tujuan, Hingga Jenisnya

Pelayananpublik.id- Seminar mungkin seringkali terdengar di sekeliling kita. Apalgi jika Anda berada di kalangan akademis ataupun bisnis. Seminar sering dilaksnakan dengan berbagai tujuan dan kalangan.

Seminar bisa dibuat untuk kalangan siswa, mahasiwa, pebisnis, hingga petani. Bagi siswa dan mahasiswa seminar seringkali menjadi ajang untuk meningkatkan pengetahuan. Tak heran jika dulu mahasiswa wajib mengumpulkan sertifikat yang mebuktikan mereka pernah mengikuti seminar sebelum mengajukan proposal skripsi.

Bukan hanya mengikuti, mahasiswa juga tak jarang menjadi penyelenggara seminar itu sendiri. Bahkan di setiap jurusan atau organisasi mereka pasti pernah membuat seminar mereka sendiri. Seminar biasanya mengambil tema yang menarik untuk diikuti sesama mahasiswa atau pelajar dan di akhir acara mereka akan membagikan sertifikat.

Secara individu, mahasiswa juga akan menjalani seminarnya masing-masing. Yakni saat membuat seminar proposal pra skripsi. Seminar proposal akan digelar dengan tujuan memeperkenalkan judul, tema dan gambaran isi proposal yang akan dibuat mahasiswa itu. Jika seminar proposal itu lulus, maka akan dijadikan skrispi.

Nah begitulah betapa seminar sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari khususnya kalangan akademis. Apalagi di zaman serba canggih ini, seminar sangat mudah dilakukan secara online. Seminar online seringkali disebut webinar atau web seminar.

Sebelum membahas lebih lanjut, ada baiknya simak dulu pengertian seminar menurut beberapa ahli.

Secara umum, seminar bisa diartikan sebagai sebuah pertemuan sekelompok orang yang diselenggarakan untuk membahas suatu masalah dan mencari solusi ilmiah terhadap permasalahan tersebut.

Secara etimologis, kata seminar dalam bahasa Latin berarti “tanah tempat menanam benih”. Namun kemudian diartikan lebih kepada bentuk pengajaran akademis yang dilaksanakan oleh suatu Universitas ataupun organisasi.

Menurut Webster’s Dictionary of Unabridged seminar aadalah kegiatan sekelompok mahasiswa yang melakukan suatu penelitian atau pembelajaran secara mendalam dengan bimbingan dosen atau ahli.

Sementara itu Oxford Advanced Dictionary menyebut seminar sebagai pembelajaran di sekolah atau universitas yang dilakukan dengan cara mengkaji permasalahan dan mendiskusikannya dengan seorang profesor atau orang yang ahli di bidangnya.

Sedangkan Rusland Ahmadi mendefenisikan seminar sebagai salah satu kegiatan yang bisa dilakukan sebagai proses untuk memecahkan masalah tertentu, atau proses menemukan solusi yang biasanya diangkat dari hasil sebuah penelitian atau literature.

Secara terminology sendiri seminar adalah kegiatan yang dilakukan oleh seorang ahli atau peneliti untuk menyampaikan atau mempresentasikan suatu karya ilmiah kepada para pesertanya.

Unsur dan Ciri Seminar

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan beberapa ciri dan unsur seminar. Suatu kegiatan harus memenuhi beberapa unsur sebelum lebih lanjut akan disebut seminar. Unsur yang dimaksud adalah:

1. Topik. Seminar setidaknya harus memiliki satu topik yang secara khusus dibahas.

2. Pembicara/Narasumber. Kegiatan tidak akan disebut seminaar jika tidak ada pembicaranya.

3. Peserta/Pendengar. Selain narasumber, seminar juga harus memiliki pendengar,

4. Moderator. Moderator harus ada dalam seminar untuk mengarahkan pembicaraan.

5. Notulen. Notulen diperlukan untuk mencatat hasil dan kesimpulan seminar.

Sedangkan ciri seminar adalah sebagai berikut:

– Berbentuk Forum, artinya melibatkan sejumlah audiens sehingga terjadi komunikasi dua arah terhadap materi yang disampaikan.

– Mengacu Pada Makalah, yakni pembahasan materi seminar berdasarkan makalah yang nantinya diterangkan oleh para pembicara.

– Membahas isu ilmiah atau sosial.

– Respon dari Audiens. Dalam sebuah seminar,sebaiknya da respon dari audiens atau pendengar agar terjadi komunikasi dua arah.

Fungsi dan Tujuan Seminar

Secara umum, tujuan seminar adalah untuk menyampaikan suatu pendapat atau hal baru kepada para peserta. Dengan begitu, para peserta seminar mendapatkan informasi baru yang dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang lebih luas kepada khalayak.

Sementra fungsi seminar adalah sebagai media untuk menyampaikan informasi atau gagasa baru yang bersifat ilmiah kepada khalayak. Dengan begitu, para peserta dapat memanfaatkan informasi tersebut untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.

Setiap kegiatan seminar pada umumnya diakhiri dengan suatu kesimpulan dan solusi terhadap permasalahan yang dibahas. Solusi tersebut dapat diaplikasikan oleh para peserta seminar dalam kehidupannya, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Manfaat Mengikuti Seminar

Banyak orang yang enggan mengikuti seminar, padahal tidak semua harus berbayar. Banyak penyelenggara yang menyediakan seminar gratis.

Namun begitu tak sedikit pula orang yang gemar mengikuti seminar. sebab mereka merasa senang dan mersa mendapat manfaat dari seminar itu setidaknya untuk menambah pengetahuan atau sertifikatnya. Maka dari itu mereka rela merogoh kocek untuk mengikutinya.

Lalu apa manfaat jika Anda mengikuti seminar?

1. Menambah pengetahuan

Seminar bisa menjadi tempat untuk menimba ilmu dari orang lain. Tentunya itu hanya jika Anda menyimak dengan baik, jika Anda tertidur selama seminar tentu menjadi hal berbeda.

2. Menambah teman

Seminar sering diselingi kegiatan seru agar peserta tidak mengantuk. Dengan kegiatan seru itu tak jarang kita jadi mengenal teman baru dalam kegiatan itu.

3. Bertemu orang sukses

Pembicara seminar biasanya orang yang terkenal dan sukses. Jika Anda mengidolakannya Anda bisa bertemu dengannya di sana!

4. Tempat Untuk Menunjuk Kemampuan Anda

Keberadaan anda di acara seperti seminar apapun sesuai kemampuan anda bisa dijadikan wadah untuk menunjukkan kemampuan dan potensi diri anda. Ketika itu anda lakukan maka anda akan mendapat perhatian dan akan mendapat penilaian positif dari mereka yang anda

5. Dapat Sertifikat dan Souvenir

Kadang tujuan orang mengikuti seminar adalah hanya untuk mendapatkan sertifikatnya. Sertifikat itu mungkin diperlukan untuk menunjang karir atau studi Anda. Belum lagi souvenir cantik dan doorprize yang tidak dikira. Akan sangat menyenangkan jika Anda pulang seminar membawa hadiah tambahan bukan?

Jenis Seminar

Walau menyenangkan mengikuti seminar, Anda harus memilah dulu seminar mana yang mau diikuti. Kenali dulu jenis seminarnya jangan sampai Anda malah tidak suka dan pergi di tengah acara. Berikut kami rangkum beberapa jenis seminar.

1. Motivational Seminar

Dalam seminar ini, pembicara akan memberikan materi seminar berupa motivasi atau bahkan provokasi kepada audies untuk melakukan sesuatu yang berhubungan dengan topic seminar.

Contoh : Seminar – Cara Pandai Menjual Diri. Disana pembicara akan mempengaruhi audiens bagaimana untuk menjadi pengusaha, bukan jual diri.

2. Educational Seminar

Seminar educational dibagi menjadi 2 bagian yaitu Hard Skill dan Soft Skill.

Hard skill akan berhubungan keterampilan teknis yang melekat atau dibutuhkan untuk profesi tertentu.

Seminar education dengan kategori hard skill lebih “serius” dibandingkan dengan seminar educational yang bersifat soft skill, karena temanya benar-benar pembelajaran.

Contoh seminar hard skill: Cara Menghitung Pajak.

Sementara seminar Soft Skill akan lebih santai karena akan membahas pengembangan dari kecerdasan EQ yang dimiliki oleh tiap manusia dan. Tujuannya adalah memotiasi peserta menjadi bertanggung jawab, membangun relasi, berkomunikasi, negosiasi, beradaptasi dengan lingkungan, berekreasi, berinovasi dan berwirausaha, memimpin, membangun kerjasama, mengelola sember daya

Walaupun seminar motivasi dan inspirasi bisa jguadikategorikan soft skill akan tetapi seminar soft skill disini memiliki muatan edukasi yang lebih banyak jadi tidak hanya memberikan why dan what akan tetapi how to juga dibahas

Contoh seminar softskill : Public Speaking, Communication Mastery, Sales mastery.

Demikianlah ulasan mengenai arti seminar, fungsi, tujuan, manfaat hingga jenisnya. Semoga bermanfaat. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *