Kucing Dicuri dan Dijagal untuk Tambul, Gubernur Sumut Angkat Bicara

Pelayananpublik.id- Baru-baru ini viral sebuah video tentang pencurian dan penjagalan kucing. Video itu berseliweran di dunia maya sehingga mendapat perhatian banyak warganet.

Bahkan video itu juga ditanggapi oleh Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi.

Ia mengatakan orang yang tega menjagal kucinh ataupun memakannya bukanlah orang baik.

“Pasti tak baiklah ya, apalagi saya pecinta binatang, kucing saya banyak kali, pasti orang itu tidak benar, kucing bukan konsumsi orang, kucing itu adalah binatang peliharaan, tidak boleh, sudah pasti tidak boleh,” kata Edy dikutip dari Merdeka.com, Jumat (29/1).

Begitupun ia tidak mengetahui hukuman apa yang harus dijatuhkan kepada pelaku. Namun yang jelas, kata dia, orang yang melakukan itu berarti beretika buruk

“Tapi etika itu sangat buruk, masih banyak yang bisa kita makan yang lainnya,” sebutnya.

Seperti diberitakan, seorang netizen di Medan, Sonia Rizkika Rai mengungkap pencurian dan penjagalan terhadap kucing kesayangannya. Dia mengunggah temuannya di akun Instagram @soniarizkikarai, Rabu (27/1).

Dalam unggahannya, Sonia menceritakan kejadian saat dia bersama temannya mencari kucingnya bernama Tayo, yang telah dua hari hilang. Setelah mencari-cari, dia menemukan anggota kucing telah terpenggal di lokasi yang diduga lokasi penjagalan di Jalan Tangguk Bongkar VII, Tegal Sari Mandala II, Medan Denai. Unggahan Sonia viral dan menjadi atensi kepolisian.

Setelah pencarian selama tiga hari, dia bertemu anak-anak yang melihat ada orang memasukkan kucing ke karung goni.

Sonia kemudian meminta anak-anak itu menunjukkan rumah orang tersebut. Begitu sampai di rumah jagal, dia menemukan plastik berisi potongan tubuh kucing yang telah dimutilasi diduga hendak diperjualbelikan.

Saat meminta kejelasan, orang di rumah tersebut mengelak dengan berdalih jika hanya menjagal anjing.

“Masa mereka tidak bisa membedakan anjing dan kucing. Itu jelas-jelas kucing yang saya lihat,” katanya.

Sonia pun meyakini kucingnya yang hilang telah dijagal di rumah itu.

Tak terima, Sonia pun membuat laporan polisi. Dia bahkan mempostingnya di media sosial hingga viral di media sosial hingga akhirnya kasus ini ditangani polisi.

Rumah jagal tersebut sudah lama ada di sana dan setiap hari mereka menjagal kucing atau anjing.

Warga setempat juga mengatakan, hasil pemotongan hewan kucing ini dagingnya dijual ke lapo tuak. Dagingnya dikonsumsi saat minum tuak atau disebut tambul. Harga daging kucing ini disebut mencapai Rp70.000 per kilogram. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *