Dikejar-kejar Muncikari dan Hampir Dijual, Gadis 17 Tahun Berhasil Kabur

Pelayananpublik.id- Seorang gadis di Makassar membuat laporan ke polisi setelah berhasil kabur dari jeratan muncikari yang akan menjualnya ke Maluku.

Gadis berinisial In itu Jalan Anggrek, Makassar, Kamis (10/12), didampingi Lukman Hakim (31), tetangganya yang juga seorang pembina pemuda, untuk mendapatkan perlindungan hukum karena tiga perempuan berinisial Vz, Nr dan La yang diduga muncikari terus mengejarnya dengan alasan In terjerat utang.

Menurut keterangan Lukman, ketiga mucikari itu mengejar In dengan dalih menagih hutang, padahal In akan diterbangkan ke Maluku. Ia pun mengatakan salahsatu mucikari, Vz diduga telah menjebak In dengan berlaku baik dan sering memberikan bantuan uang ke In.

Lukman Hakim menjelaskan, awalnya In meninggalkan rumah karena konflik dengan keluarga akhir November kemarin. Dia ke rumah temannya, dan di situ bergaul dengan warga sekitar akhirnya kenal dengan Vz.

“Perempuan Vz inilah yang menjebak korban In. Dia berlaku baik ke korban yang memang dalam kondisi ada masalah. Korban diajak tinggal di kosannya, diberi uang kebutuhan sehari-hari yang berasal dari perempuan Nr. Juga membantu tebus ponsel korban In yang sempat digadaikan,” kata Lukman dikutp dari Merdeka.com.

Saat di indekos Vz, In berkenalan dengan La yang mengaku pemilik tempat karaoke di Kota Dobo dan siap mempekerjakannya sebagai pemandu lagu.

Karena untuk beli tiket pesawat harus punya KTP, korban In pun dibuatkan KTP. Dibelikan tiket dan baju-baju potongan seksi, juga segala keperluan lainnya. Lalu dari indekos, pindah ke salah satu wisma di dekat bandara untuk persiapan terbang ke Kota Dobo.

“Menyadari dirinya akan dipekerjakan di tempat yang tidak benar, korban In lalu kabur dari wisma itu setelah izin ke kamar mandi, pura-pura mau buang air kecil,” kata Lukman Hakim.

In lalu ke rumah neneknya. Di sana baru dia menyampaikan ke orang tua mengenai keberadaannya.

“Tiga perempuan yang diduga muncikari terus menelepon minta korban in bayar utang. Kita lalu menanyakan berapa nilai total utang dan untuk apa saja. Perempuan-perempuan itu lalu menyebut totalnya Rp 6 juta dan mengirimkan bukti-bukti pengeluaran antara lain untuk beli tiket, biaya untuk dibuatkan KTP dll. Dengan cara ini, kita ada bukti untuk melaporkan perempuan yang diduga muncikari dan satu jaringan perdagangan orang,” jelas Lukman Hakim.

Saat ini, polisi telah bergerak mencari para terduga pelaku. Berdasarkan informasi yang dihimpun, diduga ada lagi perempuan asal Kabupaten Bantaeng yang tiba di Makassar untuk diperdagangkan.

“Sementara tim kami di sini bergerak mencari satu lagi korban yang turut kabur bersama perempuan In. Dia ketakutan sehingga menyembunyikan diri,” terang Kepala Dinas P3A Kota Makassar sekaligus ketua tim P2TP2A, Andi Tenri Palallo. (*)

Sumber: Merdeka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.