Pengertian Entrepreneur, Bedanya dengan Pengusaha, Sociopreneur, dan Start Up

Pelayananpublik.id- Ketika telah menyelesaikan pendidikan formal, banyak orang yang berlomba mencari kerja. Mereka melamar kesana-kemari untuk mendapatkan pekerjaan yang akan menghasilkan uang.

Tapi ada pula sebagian orang yang memilih membuka usaha mandiri meskipun untungnya tidak seberapa. Orang-orang ini sering disebut, pengusaha, entrepreneur dan lainnya.

Namun ternyata pengertian entrepreneur itu berbeda dengan pengusaha meskipun sering diartikan sama.

Entrepreneur atau dalam bahasa Indonesia wirausahawan adalah mereka yang dengan pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun manajemen operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya.

Di era globalisasi saat ini untuk menjadi seorang entrepreneur bukan hal yang sulit, karena semua orang bisa menjadi entrepreneur hanya bermodalkan sebuah smartphone saja.

Smartphone atau gadget bisa menjadi alat bantu dalam transaksi jual beli dalam lingkup nasional ataupun internasional. Bisa antar negara bahkan antar benua.

Mungkin dengan alasan pemanfaatan teknologi tersebut beberapa tahun belakangan ini muncul istilah baru dalam dunia kewirausahaan yaitu istilah start up.

Start up sendiri diambil dari Bahasa Inggris yang berarti mulai. Jadi bisa diartikan perusahaan start up adalah perusahaan yang baru didirikan.
Jadi usaha yang baru buka dan mulai berjalan pun bisa disebut dengan start up.

Beda Entrepreneur dengan Pengusaha

Seperti yang telah disebutkan di atas, entrepreneur berbeda dengan pengusaha meskipun sering dianggap sama.

Menurut Dwi Larso, Ph.d, seorang pengajar di School of Business Management, Institut Teknologi Bandung, pengusaha adalah orang yang memiliki bisnis skala besar maupun kecil.

Tdak semua pengusaha memiliki jiwa entrepreneur. Sedangkan seorang entrepreneur pasti memiliki jiwa pengusaha. Entrepreneur itu cekatan dalam memanfaatkan peluang dari setiap bisnisnya atau orang yang terjun ke dalam suatu bisnis.

Di mana, jika kita memiliki jiwa entrepreneur, dapat dipastikan bisnis yang akan dijalani akan dapat terus bertahan.

Sedangkan pengusaha akan menjalankan usaha saja sesuai modal yang ada.

Masih belum dapat perbedaan pengusaha dan entrepreneur? Simak perbedaannya berikut ini.

1. Seorang pengusaha berorientasi kepada untung rugi, sedangkan entrepreneur lebih peduli pada perubahan di sekitar dan mengejar passion untuk mencapai tujuan akhirnya.

2. Bagi pengusaha time is money, mereka tidak suka membuang waktu. Maka mereka akan cepat-cepat menyelesaikan pekerjaan mereka dan pulang ke rumah. Sedangkan entrepreneur menjalankan usaha yang merupakan passionnya, jadi dia suka berlama-lama di kantornya.

3. Pengusaha biasanya akan merasa nyaman dengan apa yang telah dan rutin mereka lakukan. Sedangkan entrepreneur akan terus menyesuaikan dan mengikuti perkembangan zaman dan mengubah pola pikir untuk membuat perusahaan mereka sebesar mungkin tanpa ada batasan.

4. Pengusaha akan selalu melakukan perhitungan dalam menjalankan bisnis, terutama soal modal. Beda dengan entrepreneur yang rela bokek demi melihat usahanya berjalan sesuai keinginan.

5. Dari segi ide, seorang pengusaha biasanya akan memilih ide yang sedang tren di sekitarnya dan terlihat memiliki keuntungan yang besar. Sedangkan seorang entrepreneur adalah seorang pencipta ide produk atau bisnis pertama kalinya.

Start Up

Apa itu perusahaan start up?
Start up adalah perusahaan rintisan, umumnya yang belum lama beroperasi.

Perusahaan-perusahaan seperti ini sebagian besar merupakan perusahaan yang baru didirikan dan berada dalam fase pengembangan dan penelitian untuk menemukan pasar yang tepat.

Biasanya perusahaan start up belum berusia 3 tahun, pendapatan masih nelum terlalu besar, masih dalam tahap berkembang, umumnya beroperasi dalam bidang teknologi

Produk yang dibuat berupa aplikasi dalam bentuk digital dan beroperasi melalui website.

Sociopreneur

Sociopreneur atau Kewirausahaan sosial adalah disiplin ilmu yang menggabungkan antara kecerdasan berbisnis, inovasi, dan tekad untuk maju ke depan.

Wirausaha sosial melihat masalah sebagai peluang untuk membentuk sebuah model bisnis baru yang bermanfaat bagi pemberdayaan masyarakat sekitar.

Hasil yang ingin dicapai bukan keuntungan materi atau kepuasan pelanggan, melainkan bagaimana gagasan yang diajukan dapat memberikan dampak baik bagi masyarakat.

Sebagai contoh pengusaha madu yang awalnya memakai penduduk desa sebagai tenaga kerja, lalu mengajarkan cara mengemas madu dengan baik dan menarik lalu memasarkannya di e-commerce. Pada akhirnya masyarakat desa itu sendiri mampu menjadi pengusaha madu yang mandiri.

Demikian ulasan mengenai pengertian entrepreneur, bedanya dengan pengusaha, start up dan sociopreneur. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *