Sumut Berdarah: Istri Tidur, Penarik Becak dan ODGJ Tewas Dibunuh

Pelayananpublik.id – Dalam kurun dua hari, publik dihebohkan dengan kasus 3 kasus pembunuhan yang terjadi Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Ketiga kasus pembunuhan tersebut terjadi pada 27-28 Mei 2020. Kasus pembunuhan itu terjadi di 3 lokasi berbeda yakni di Kota Medan, Kabupaten Deliserdang dan Kabupaten Asahan.

Sedangkan korban tewas dalam kasus tersebut berjumlah 4 orang. Seorang perempuan dan 3 orang laki-laki.

Berikut ketiga kasus pembunuhan yang menjadi sorotan publik tersebut:

1. Pakai Kapak, Suami Bunuh Istri yang sedang Tidur Bersama Anaknya

(Kasus pembunuhan di Asahan)

Kasus pembunuhan terjadi di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Seorang istri diduga tewas dibunuh oleh suaminya sendiri.

Peristiwa itu terjadi di Desa Sei Lama, Simpang Empat, Asahan pada Rabu (27/5/2020) siang.

Terkait kasus itu, Kasat Reskrim Polres Asahan AKP Adrian Risky Lubis menerangkan, bahwa terduga pelaku berinisial HI (29), sedangkan korban berinisial AWS (24/istri HI).

“Diduga akibat pembunuhan yang dilakukan suami korban dengan menggunakan benda tajam berupa kapak,” kata AKP Adrian Risky Lubis, Kamis (28/5/2020).

Seorang saksi yang berkerabat dengan pasutri itu mulanya melihat HI membawa kapak dari belakang rumah. Merasa curiga, saksi itu mengikuti HI.

Saksi melihat HI membacok AWS dengan menggunakan
kapak. HI membacok istrinya di bagian leher.

“Pada saat itu korban sedang tidur dengan anaknya yang berusia sekitar 3 tahun tepatnya di ruang tamu rumah orang tua pelaku,” ujarnya.

Melihat kejadian itu, saksi disebut langsung berteriak. Warga lain kemudian datang dan berupaya menangkap HI.

“Pelaku lepas dari sekapan saksi dan terus berlari arah ke belakang rumah,” ucapnya.

HI kemudian ditemukan dalam keadaan lemas dan berupaya melukai diri sendiri dengan kapak. Warga yang melihat hal tersebut membawa HI ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan.

“Sampai saat ini di mana pelaku belum sadarkan diri dan belum bisa dimintai keterangan. Korbannya meninggal dunia,” ucapnya.

Korban yang tewas kemudian dibawa ke RSU Djasmen Saragih Siantar untuk keperluan autopsi. Polisi saat ini masih mendalami motif peristiwa tersebut.

“Sampai saat ini motif kejadian masih didalami pihak kepolisian karena pelaku belum bisa diambil keterangan dan saksi-saksi masih trauma atas kejadian tersebut,” pungkas AKP Adrian.

2. Dua Orang Tewas Tikam-tikaman, Seorang di Antaranya Merupakan ODGJ

 

(Kasus pembunuhan di Deliserdang)

Warga digegerkan dengan tewasnya dua orang bersimbah darah di Jalan Sei Mencirim, Desa Paya Geli, Kabupaten Deliserdang, Kamis (28/5/2020), sekira pukul 14.00 WIB.

Informasi dihimpun wartawan di lokasi, seorang di antaranya adalah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang kerap dipanggil Kiki Barong. Dan lawannya yang juga tewas seorang pengendara sepeda motor belum diketahui identitasnya.

Kepala Dusun (Kadus) II, Desa Paya Geli, Syahril yang ditemui dilokasi kejadian mengaku, belum mengetahui penyebab pasti kejadian duel maut tersebut.

“Posidi saya saat itu di tumah dan batu pulang dari kantor. Tiba-tiba ditelpon pak Rt, soal kejadian penikaman. Saya langsung ke lokasi dan melihat dua pemuda tewas bersimbah darah dengan pisau menancap di dada,” sebut Syahril.

Dikatakan Syahril, salah satu pemuda yang tewas bernama Kiki Barong warga warga Dusun II, Desa Paya Geli. Selama ini pria tersebut (Kiki) diketahui memiliki gangguan jiwa.

“Dia tinggal di sini sendirian, gak punya keluarga sama sekali. Makanya heran juga kita kenapa bisa kejadian seperti ini. Untuk makannya pun, sering warga sini yang memberi,” katanya.

Sedangkan satu pria lainnya yang juga tewas di lokasi, kata Syahril, iya sama sekali tidak mengenalinya.

“Kalau kita lihat kejadiannya, mereka berdua saling tusuk ini. Yang satu tepat di dada, masih nancap pisaunya,” sebut Syahril.

Pantauan di lokasi, sejumlah personel Polsek Sunggal sedang melakukan olah TKP. Jasad kedua korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Sunggal Iptu Syarif Giring membenarkan kejadian itu.

“Keduanya duel (berkelahi) dengan senjata tajam mengakibatkan keduanya tewas di tempat, ” jelasnya.

3. Tak Tahan Diomeli, Penarik Betor Tikam Teman Sendiri hingga Tewas

(Kasus pembunuhan di Medan)

Seorang penarik becak bermotor (betor) berinisial Rm (35) tewas ditikam teman sendiri, yang juga penarik betor pada Kamis siang (28/5/2020).

Rm diduga ditikam oleh RW (23) warga Jalan Eka Surya Kelurahan Gedung Johor, Kota Medan.

Informasi yang didapat dari kepolisian berdasarkan keterangan dari saksi, kejadian berawal saat Rm mendatangi rumah RW di Jalan Eka Surya.

Mulanya Rm datang ke rumah RW dengan niat untuk menanyakan tentang keadaan betor milik korban yang di perbaiki oleh RW. Namun betor yang diperbaiki RW tidak kunjung selesai.

Mengetahui betornya tak selesai diperbaiki, Rm emosi. Dia lantas mengomeli RW dengan nada tinggi. Awalnya RW hanya diam saja. RW tetap memperbaiki betor tersebut walau sedang dimarahi oleh Rm.

Namun karena kesabaran RW telah habis. Dia memilih adu argumen dengan Rm dan terjadi percekcokan di antara keduanya.

RW yang sudah naik pitam dengan perkataan korban, lari ke belakang rumah dan mengambil sebilah pisau.

Tanpa ragu dan diduga sakit hati atas perkataan temannya tersebut. RW langsung menikamkan pisau yang digenggamannya ke dada sebelah kiri Rm.

Seketika Rm roboh dan terjatuh. Sedangkan RW Pelaku langsung melarikan diri meninggalkan Rm.

Warga sekitar yang melihat kejdian itu langsung menolong Rm dan membawanya ke Rumah Sakit Mitra Sejati Jalan AH Nasution, Kota Medan.

Sampainya di Rumah Sakit Mitra Sejati, Rm dinyatakan telah meninggal dunia. Lalu jenazah Rm pun dibawa ke Rumah Sakit Bayangkhara Medan untuk dilakukan visum.

Terkait kasus tersebut, Kapolsek Delitua AKP Zulkifli Harahap membenarkan adanya kejadian penikaman dan mengakibatkan korban meninggal dunia.

“Ya benar. Korban tewas ditikam temanya sendiri dan motifnya gara-gara memperbaiki becak,” ucap Zulkifli Harahap.

Dia menerangkan bahwa pelaku saat ini masih dalam pengejaran petugas. (tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *