Apa Itu Idul Adha, Hukum dan Pelaksanaannya

Pelayananpublik.id- Salah satu hari besar agama Islam adalah Idul Adha. Idul Adha ini sering juga disebut hari raya kurban.

Seperti hari raya Idul Fitri, hari raya Idul Adha juga biasanya berlangsung meriah dengan gema takbir serta shalat Id.

Bedanya, jika pada Idul Fitri ada pengumpulan zakat dan akan dibagikan ke penerima, pada Hari Raya Idul Adha ini ada aktivitas atau ibadah berkurban. Yakni menyembelih hewan kurban dan dibagikan ke orang yang tidak mampu.

Untuk lebih jelasnya silakan simak penjelasan mengenai pengertian Idul Adha berikut ini.

Pengertian Idul Adha

Idul Adha adalah sebuah hari raya Islam untuk memperingati peristiwa kurban, yaitu ketika Nabi Ibrahim, yang bersedia untuk mengorbankan putranya disembelih untuk Allah. Nabi Ibrahim As ikhlas mengorbankan anak kesayangannya Nabi Ismail As untuk disembelih karena perintah Allah. Begitupun dengan Ismail As yang bersedia dengan ikhlas untuk mengorbankan diri bentuk kecintaan dan ketaaatannya pada Allah Swt.

Namun saat disembelih, Allah Swt menggantikan Nabi Ismail As dengan seekor domba. Jadi yang tersembelih itu bukan leher Nabi Ismail As, tapi domba.

Umat Islam meneladani kisah ini sebagai keihlasan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam menjalankan perintah Allah Swt, apapun perintahnya termasuk menyembelih anak sendiri. Karena itu merupakan ujian keimanan dan mereka telah lulus melaluinya.

Pada hari raya ini, dua hari sebelumnya umat Islam akan melakukan puasa sunnah Arafah. Kemudian pada 10 Dzulhijjah diadakan shalat Idul Adha bersama-sama di tanah lapang atau di masjid, seperti ketika merayakan Idul Fitri.

Kemudian setelah selesai salat, dilakukan penyembelihan hewan-hewan kurban milik umat untuk kaum yang tidak mampu atau untuk masyarakat sekitar. Biasanya penyembelihan hewan dilakukan di halaman masjid oleh pengurus masjid.

Ibadah Saat Idul Adha

1. Puasa Arafah

Puasa Arafah merupakan amalan sunnah yang dikerjakan umat muslim dalam menyambut Idul Adha.

Salah satu amalan yang terdapat pada bulan Dzulhijjah yang mana memiiki keutamaan untuk diamalkan adalah puasa 10 hari di bulan Dzulhijjah dan melaksanakan puasa arafah.

“Nawaitu Shauma Ghadin ‘an Ada’i Sunnati Arafah Lillahi ta‘ala”.

“Saya niat berpuasa sunnah Arafah esok hari karena Allah Ta’ala”.

Karena ibadah sunnah, banyak yang mengerjakan hanya pada 9 dan 10 Dzulhijjah saja. Jadi puasa tanggal 9 Dzulhijjah penuh satu hari dari subuh hingga maghrib, sedangkan di tanggal 10 Dzulhijjah umat muslim berpuasa dari subuh hingga selesai shalat Idul Adha saja.

Rujukannya adalah perintah Nabi Saw untuk berpuasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah.
“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan dosa setahun yang akan datang.” (HR.Muslim).

2. Shalat Id

Shalat Id dilakukan pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB. Syarat serta rukun shalat Idul Adha tidak terlalu jauh berbeda dengan shalat Idul Fitri.

Tidak terdapat adzan serta iqamah yang mendahului kedua shalat tersebut, begitu pula niat serta takbir dalam shalatnya. Pelaksanaan shalat Idul Adha sedikit lebih awal dibandingkan shalat Idul Fitri.

Shalat Idul Adha dimulai ketika matahari sudah setinggi tombak hingga waktu zawal (saat matahari bergeser ke arah barat).

Hal tersebut dimaksudkan untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat yang ingin melaksanakan kurban setelah shalat Idul Adha dilaksanakan, sedangkan shalat Idul Fitri dilaksanakan lebih akhir untuk memberikan kesempatan pada umat muslim yang belum menunaikan zakat fitrah.

3. Kurban

Kurban adalah hal yang ditunggu-tunggu masyarakat karena mereka akan mendapat daging gratis saat Idul Adha.

Hikmah dari ibadah kurban ini juga adalah agar saudara-saudara muslim yang tidak mampu bisa memakan daging seperti orang lain di hari raya ini.

Secara harfiah Kurban atau Qurban berarti hewan sembelihan.

Sedangkan ritual kurban adalah salah satu ritual ibadah pemeluk agama Islam, dimana dilakukan penyembelihan binatang ternak untuk dipersembahkan kepada Allah.

Ibadah kurban hukumnya sunnah muakkadah. Artinya sunnah yang sangat dianjurkan, bagi orang yang mampu tentunya.

Jadi, jika orang mampu namun meninggalkan kurban maka hukumnya makruh, bukan haram.

Seperti yang disebutkan di atas, hewan-hewan yang biasa jadi qurban di Indonesia adalah sapi, kerbau, domba dan kambing.

Sementara hewan yang menurut Islam boleh dikurbankan adalah jenis.hewan ternak seperti sapi (lembu, kerbau), unta, kambing (domba dll).

Hewan kurban juga tidak boleh terlalu muda atau terlalu tua.

Idealnya umur hewan kurban adalah sebagai berikut.

1. Domba berumur enam bulan.

2. Kambing jawa yang berumur satu tahun.

3. Sapi yang berumur dua tahun, dan unta yang berumur lima tahun.

Dari Abu Hurairah ra berkata, aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda, “Binatang kurban yang paling bagus adalah kambing yang jadza’ (powel/berumur satu tahun).” (HR Ahmad dan Tirmidzi).

Dari Jabir ra, Rasulullah saw bersabda, “Janganlah kalian mengurbankan binatang kecuali yang berumur satu tahun ke atas, jika itu menyulitkanmu, maka sembelihlah domba Jadza’.”

Hewan yang Dilarang Dikurbankan

1. Penyakitnya terlihat dengan jelas.

2. Buta dan jelas terlihat kebutaannya

3. Terlalu kurus sehingga sumsum tulangnya tidak ada.

Ini sesuai hadist yang diriwayatkan Tirmidzi seraya mengatakan hadis ini hasan sahih.

Rasulullah saw bersabda, “Ada empat penyakit pada binatang kurban yang dengannya kurban itu tidak mencukupi. Yaitu yang buta dengan kebutaan yang nampak sekali, dan yang sakit dan penyakitnya terlihat sekali, yang pincang sekali, dan yang kurus sekali.”

4. Cacat, yaitu yang telinga atau tanduknya sebagian besar hilang.

5. Hatma’ yakni ompong gigi depannya, seluruhnya

6. Ashma’ yakni yang kulit tanduknya pecah

8. Aula’ yaitu yang mencari makan di perkebunan, tidak digembalakan

9. Jarba’ atau yang banyak penyakit kudisnya.

Jadi jelas bahwa Islam pun tidak sembarangan dalam berqurban. Hewan yang dikurbankan harus benar-benar dalam keadaan baik agar masyarakat yang menerima dan ikut memakan daging kurban itu juga mendapat kebaikan, bukan penyakit dan semacamnya.

Ketentuan Qurban

 – Niat berqurban karena Allah semata

– Ketika menyembelih mengucapkan asma Allah

– Menyembelih dengan pisau yang tajam

– Disembelih tepat dikerongkongan/ leher

– Disembelih oleh muslim

– Tunggu ternak tersebut sampai mati sempurna yakni terputus urat leher, yaitu Hulqum (jalan napas), jalan makanan, Wadajain (dua urat nadi dan syaraf).

Demikian ulasan mengenai Idul Adha dan pelaksanaannya. Semoga bermanfaat. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *