Apa Itu Malware, Cara Kerja, Bahayanya Bagi Komputer dan Cara Mengatasinya

Pelayananpublik.id– Dalam dunia komputer banyak istilah tentang gangguan program akibat virus, program terinfeksi dan lainnya.

Satu dari banyak gangguan itu adalah malware. Malware bisa menyusup lewat email, download internet hingga program yang terinfeksi. Jadi kalau tidak hati-hati, Anda bisa tidak sengaja memasukkan malware ke komputer Anda saat berselancar di internet.

Malware atau Malicious Software adalah program yang dirancang dengan tujuan untuk merusak dengan menyusup ke sistem komputer. Jadi jika komputer sudah kemasukan malware maka banyak hal yang akan terjadi. Misalnya pencurian data penting yang merugikan dan sejenisnya.

Bahaya dan Kerugian Akibat Malware

Sekilas, Anda pasti sudah bisa membayangkan apa bahaya malware bagi komputer. Dan yang perlu Anda ketahui, malware bukan hanya menyerang komputer tapi juga website. Berikut bahaya dan kerugian yang bisa diakibatkan malware.

1. Menyebabkan kerusakan pada sistem komputer. Komputer bisa jadi lamban karena sudah disisipi virus hingga merusak sistemnya.

2. Memungkinkan juga terjadi pencurian data / informasi. Ini bisa sangat merugikan karena malware bisa mencuri informasi pribadi pengguna.

3. Pencurian setiap data dan informasi dalam website.

4. Membuat sebuah website down

5. Menghabiskan kapasitas memori serta kuota internet.

Cara Kerja Malware

Hal yang pada umumnya terjaqdi penyebab malware adalah mendownload software dari tempat ilegal yang disisipan malware.

Malware ini termasuk virus, worm, trojan horse, sebagian besar rootkit, spyware, adware yang tidak jujur, serta software-software lain yang berbahaya dan tidak diinginkan oleh pengguna PC.

Website bisa terjangkit malware jika pengguna melakukan download theme website secara ilegal, hal itu dapat menyebabkan data dan informasi yang ada di website jebol, terkadang juga bisa menyebabkan server website menjadi down karena aktifitas yang mencurigakan tersebut.

Parahnya, malware bukan cuma berbentuk program saja, malware dapat juga berbentuk kode/script. Jadi Malware meliputi berbagai program dan script yang dicurigai mampu merusak sistem komputer dan berbagai informasi penting yang ada didalamnya.

Jadi secara singkatnya, malware ini bisa masuk ke sistem komputer yang ada lewat berbagai aplikasi yang telah diinstall atau bisa juga melalui pengiriman data dari gadget yang telah terkena virus.

Malware biasanya diciptakan dengan tujuan merusak suatu software dan sistem operasi lewat kode/script yang tidak diketahui. Jadi pihak yang menciptakan malware menyisipkan malware secara tersembunyi oleh pihak yang menciptakannya.

Mengatasi Malware

Cara paling sederhana untuk menghalau malware adalah dengan menginstal antivirus yang bisa berfungsi mengatasi malware. Jadi antivirus yang hanya untuk mencegah virus saja tidak cukup, Anda juga harus menginstal anti malware-nya.

Sebab malware adalah kelompok yang berisi berbagai program yang berbahaya untuk sistem komputer yang ada. Sedangkan virus merupakan bagian dari Malware.

Jenis Malware

1. Virus

Virus adalah program yang disisipkan untuk merusak kinerja sistem suatu program lain.Virus merupakan suatu malware yang memiliki kemampuan dalam memanipulasi data, menginfeksi, merusak, serta mengubah program yang ada.

Virus juga bisa menggandakan diri dengan cara menyisipkan program copy dan kemudian menjadi bagian dari program lain di dalam komputer.

Cara Virus Bekerja dan Menyebar melalui file eksekusi seperti .exe, .com, .vbs. Melalui cara ini virus akan aktif setelah pengguna mulai menjalankan program yang telah terinfeksi sebelumnya. Jadi virus jenis ini tidak akan muncul jika program tidak dijalankan.

2. Worm

Selain virus, malware lain adalah worm. Worm merupakan program yang bisa menggandakan diri sendiri serta melakukan penyebaran pada jaringan komputer melalui lubang kemanan yang terbuka.

Cara kerja worm mirip dengan virus, bedanya virus masih bergantung pada suatu program sedangkan worm tidak. Worm merupakan suatu program yang berdiri sendiri dan tidak bergantung pada suatu program seperti sebuah virus untuk menjadi sarang penyebarannya.

Bahkan worm mampu menginfeksi dan merusak berbagai berkas di dalam sistem komputer lebih baik dibandingkan dengan virus. Worm menyebar dengan memanfaatkan jaringan yang telah ada.

Caranya worm akan memanfaatkan berbagai celah keamanan jaringan yang terbuka dalam sistem operasi. Setelah masuk ke dalam sistem worm akan mulai melakukan transfer file dan berbagai data yang ada didalam sistem. Akhirnya sistem memperkenankan worm untuk melakukan infeksi terhadap berbagai data secara mandiri.

Jika worm telah menginfeksi jaringan maka data yang kalian miliki dapat dicuri, akses ke antivirus tidak bisa dilakukan, fitur keamanan dalam sistem akan mati, sistem yang telah terinfeksi tidak akan berguna, menghabiskan bandwith yang ada.

Bukan hanya itu saja, dengan kemampuannya menggandakan diri dengan cepat dapat mengakibatkan memori komputer habis. Setelah itu komputer kalian dapat menjadi lemot dan crash.

3. Trojan Horse

Malware selanjutnya adalah trojan. Trojan adalah program komputer yang mampu tidak terdeteksi dan mempu memanipulasi layaknya program yang baik untuk digunakan, padahal kenyataanya tidak sama sekali. Trojan biasanya digunakan untuk mendapatkan informasi dan mengendalikannya.

Ciri khas yang dimiliki Trojan adalah mereka mampu dikendalikan lewat komputer lain, trojan juga mampu memanipulasi sehingga seolah-olah program yang baik dan legal, Trojan tidak bisa melakukan penggandaan diri melainkan menyebar lewat email dan mendownload file dari internet.

4. Keylogger

Keylogger merupakan sebuah program  yang memiliki tujuan untuk melakukan pencatatan segala aktivitas saat kalian menekan tombol pada keybord.

Sebenarnya keylogger dapat memiliki manfaat tergantung dari siapa yang akan menggunakannya. Sebagai contohnya jika dimanfaatkan dengan baik keylogger dapat memantau aktivitas kerja karyawan, memantau aktivitas sisiwa dalam belajar. Namun jika digunakan untuk tujuan yang buruk, keylogger dapat disalahgunakan untuk mencuri data password dan PIN yang dapat merugikan.

5. Adware

Adware adalah software iklan yang disisipkan secara rahasia oleh sang penyerang. Adware memiliki kemampuan untuk memutar dan menampilkan iklan secara otomatis dan tidak diketahui oleh penggunanya. Adware sering kali berbentuk iklan pop up yang ada didalam suatu situs.

6. Dialer

Ada juga malware yang berbentuk dialer. Dialer adalah program yang dikembangkan untuk mengarahkan sambungan telpon ke internet. Komputer yang telah terjangkit dialer dapat memaksa untuk terhubung ke internet meskipun tidak sedang melakukan aktivitas internet. Bisa dibayangkan kerugian yang terjadi akibat malware ini kan. Niat hemat kuota malah habis karena malware.

7. Wabbit

Malware lainnya bernama wabbit. Cara kerjanya hampir serupa dengan worm.

Dalam aksinya Wabbit bahkan tidak memerlukan koneksi ke jaringan sebab dapat bekerja lewat sistem jaringan lokal. Bahaya yang dapat dilakukan Wabbit adalah dengan kemampuanya menggandakan diri hingga menjadikan harddisk penuh dan komputer akan menjadi lemot dan hang.

8. BOTS

BOTS merupakan sebuah robot yang mampu berinteraksi dengan layanan jaringan yang ada. Penggunaan BOTS bisa memiliki dampak baik dan buruk tergantung orang yang mengembangkannya.

Tapi jika dikembangkan untuk hal yang buruk, BOTS dapat bekerja layaknya worm yang mampu melakukan penggandaan diri dan selanjutnya melakukan infeksi pada komputer.

9. Browser Hijacker

Browser Hijacker merupakan sebuah malware yang mampu mengubah dan menambahkan fungsi dari browser Internet Explorer. Sehingga dengan demikian dapat mengarahkan ke dalam situs tertentu saat kalian menggunakan Internet Explorer.

9. Spyware

Spywarw bekerja dengan memata-matai pengguna komputer dan selanjutnya mengirimkan informasi kepada pihak lain. Informasi yang ada dapat dipantau secara rahasia oleh orang lain dan tidak diketahui oleh korbannya.

10. Backdoor

Backdoor atau dalam bahasa indonesia pintu belakang merupakan jenis malware yang mampu melewati proses login dengan cara sembunyi dan tidak terdeteksi. Backdoor memanfaatkan celah dan sering kali disisipka lewat Trojan atau Worm.

11. Rootkit & Exploit

Exploit adalah software yang yang dibuat untuk menyerang celah keamanan. Exploit biasanya digunakan oleh seorang peneliti untuk mendemonstrasikan bahwa suatu sistem memilki celah.

Sedangkan Rootkit sendiri tidak menyerang sistem secara langsung. Rootkit dimasukkan ke dalam sebuah komputer setelah komputer tersebut mampu diambil alih oleh penyerang. Tujuannya agar mereka mampu menghapus jejak-jejak penyerangan.

Tidak jarang Rootkit berisi sebuah malware Backdoor, sehingga penyerang dapat kembali menyerang sistem komputer di waktu yang lain.

Rootkit sulit untuk dideteksi, kalian bisa menggunakan software berikut ini untuk mengetahui adanya Rootkit atau tidak.  Sotware tersebut meliputi RKHunter, Rootkit Detector Kit, atau ChRootkit.

Demikian penjelasan mengenai malware mulai pengertian, bahaya, cara kerja hingga mengatasinya. Semoga bermanfaat. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *