Bintang: Pengertian, Sifat, Proses Pembentukan, dan Jenisnya

Pelayananpublik.id- Memandang hamparan langit malam, Anda pasti dengan mudah menemukan bintang. Ya, benda yang kelap-kelip bercahaya di atas langit sana disebut dengan bintang.

Namun, apakah Anda pernah bertanya benda apakah sebenarnya bintang itu, kenapa mereka bercahaya dan sebagainya.

Nah, kali ini kita akan membahas mengenai bintang, mulai dari pengertian, ciri, sifat, proses pembentukan hingga jenisnya.

Apa Itu Bintang?

Bintang adalah setiap benda langit yang memancarkan cahaya. Jadi setiap yang mengeluarkan cahaya itu disebut bintang. Contoh benda langit yang bercahaya adalah matahari, jadi matahari adalah bintang.

Bagaimana dengan bulan, bulan kan juga bersinar? Benar bulan memang bercahaya di malam hari, tapi bulan bukan benda yang memancarkan cahaya, ia hanya memantulkan cahaya dari matahari. Jadi bisa dibilang bulan adalah bintang, namun bintang semu.

Jika dilihat dari unsurnya, bintang sebenarnya merupakan bola gas besar yang mempunyai komponen utama hidrogen dan helium. Bintang ada yang dapat menghasilkan cahaya sendiri tapi ada juga yang cahayanya dipancarkan dari pantulan bintang lain.

Bintang yang memancarkan cahaya sendiri adalah bintang nyata dan yang hanya bisa memantulkan cahaya disebut bintang semu.

Ciri-ciri Bintang

Tidak semua benda langit disebut bintang. Ada klasifikasi khusus terhadap benda langit agar dapat disebut bintang. Berikut cirinya.

1. Ukuran sebenarnya dari bintang sangat besar dan bervariasi, ada bintang yang ukurannya hanya 20 – 40 km, ada juga yang ukurannya mencapai 900 km.

2. Sebuah benda langit bisa dikatakan bintang jika dia menghasilkan cahaya sendiri dan mempunyai massa 0,08 – 200 kali massa Matahari.

3. Memiliki komposisi yang tersusun atas 71% hidrogen dan 27% helium dan sisanya berupa unsur-unsur yang lebih berat.

4. Bintang selalu mempunyai bagian inti yang setimbang secara hidorstatis. Kesetimbangan hidrostatis ini terjadi saat tekanan dari dalam ke luar bintang mengimbangi gaya gravitasi yang menarik bintang dari luar ke dalam. Selain kesetimbangan hidrostatis, inti bintang pun mesti berada dalam kesetimbangan termal (suhu).

5. Benda yang disebut bintang harus memiliki suhu biasanya 50.000oC.

6. Ukuran bintang 20 – 40 km, ada juga yang ukurannya mencapai 900 km.

7. Umur atau usia bintang diperkirakan dari massanya. Makin besar massa sebuah bintang maka semakin muda umur bintang itu. Usia bintang yang banyak ditemui sekarang ini berada dalam rentang 1 – 10 milyar tahun,.

8. Pengamatan kinematika bintang berdasarkan arah kecepatan radialnya, apakah menuju atau menjauhi matahari serta pergeserannya secara melintang. Lewat data itu, astronom bisa mengetahui asal mula, umur, bahkan struktur dan evolusi bintang dan galaksi di sekitarnya.

9. Bintang muda biasanya mempunyai laju rotasi lebih cepat dibanding bintang yang lebih tua. Faktor yang mempengaruhi kecepatan rotasi bintang ialah medan magnet serta angin bintang.

Bagaimana Bintang Terbentuk?

Bintang terbentuk dengan beberapa proses. Proses awal terbentuknya bintang dimulai dengan ketidakstabilan gravitasi dalam awan molekul. Gangguan tersebut biasanya dipicu oleh gelombang supernova akibat benturan 2 galaksi.

Ketidakstabilan gravitasi itu kemudian akan membuat awan yang massanya bisa mencapai ribuan kali massa Matahari menjadi runtuh dengan gaya gravitasinya sendiri.

Kemudian, bintang bintang terbentuk secara berkelompok. Lalu bintang itu akan semakin bertambah kerapatannya. Pada proses tersebut energi gravitasi akan diubah menjadi energi panas sampai meningkatkan temperaturnya.

Ketika kesetimbangan hidrostatik terwujud, maka suatu protobintang akan terbentuk di intinya. Saat peningkatan temperatur di inti protobintang mencapai angka 10 juta Kelvin, hidrogen di inti akan menjadi helium dan memicu reaksi termonuklir. Proses tersebut berlangsung selama puluhan juta tahun.

Jika kandungan hidrogen di inti bintang habis, maka inti itu akan mengecil dan membebaskan energi panas serta memanaskan lapisan luar bintang. Lapisan luar yang masih mengandung banyak hidrogen tersebut akan mengembang dan warnanya menjadi merah.

Seiring berjalannya waktu bintang itu akan menjadi bintang super raksasa merah lalu membentuk nova sampai akhirnya ia hancur. Bintang yang hancur ini dapat berubah menjadi bintang neutron atau lubang hitam, tergantung kondisi masing-masing.

Jenis Bintang

1. Berdasarkan Efek Luminosistas

– 0 (Maha Maha Raksasa).

– I (Maharaksasa).

– II (Raksasa Terang).

– III (Raksasa).

– IV (Sub-Raksasa).

– V (Deret Utama).

– VI (Sub-Katai).

– VII (Katai Putih).

2. Berdasarkan Suhu Permukaan dan Warna

– O (Lebih dari 33.000 derajat Kelvin).

– B (10.500-30.000 derajat Kelvin).

– A (7.500-10.000 derajat Kelvin).

– F (6.000-7.200 derajat Kelvin).

– G (5.500-6.000 derajat Kelvin).

– K (4.000-5.200 derajat Kelvin).

– M (2.600-3.850 derajat Kelvin).

3. Berdasarkan kemiripan susunan garis spektrumnya.

– Giant Star (Bintang Raksasa)

memiliki luminositas atau intensitas cahaya (energy yang dipancarkan oleh bintang per detik) hingga mencapai 1.000 kali luminositas matahari dan bisa 200 kali lebih besar. Contohnya bintang Aldebaran atau Alpha Tauri yaitu bintang tercerah di konstelasi Taurus.

– Supergiant Star (Bintang Super Raksasa)

Memiliki luminositas 10 kali juta luminositas matahari. Apabila matahari memiliki ukuran ukuran

– Dwarf (Bintang Katai atau Cebol)

Bintang dwarf ukurannya jauh lebih besar daripada planet Bumi, namun sangat kecil apabila dibandingkan dengan kedua bintang diatas. Bahkan matahari yang merupakan tata surya kita ini termasuk ke dalam bintang jenis ini. Selama masa hidupnya, bintang melalui banyak fase.

– Bintang Neutron

Bintang ini memiliki diameter sekitar 30 km dan memiliki massa yang hampir sama dengan matahari. Jadi, apabila berhasil memindahkan materi sebanyak satu sendok dari bintang neutron ini ke bumi, maka materi itu bisa jadi seberat gunung. Bintang neutron bisa berputa dengan kecepatan yang sangat tinggi, bisa jadi puluhan atau ratusan kali perdetik.

– Pulsar

Bintang Pulsar atau pulsating star atau ulsar adalah bintang neutron yang memancarkan getaran radiasi yang sifatnya teratur (biasanya adalah gelombang radio dari kutub magnetiknya). Contoh bintang pulsar adalah PSR+121, yaitu sebuah pulsar radio. l

– Magnetar

Bintang magnetar ini adalah bintang neutron yang memiliki medan magnet yang jauh lebih kuat daripada bintang neutron (Anonim, Jenis Bintang, 2017

Demikian ulasan mengenai bintang, pengertian, ciri, sifat hingga jenisnya. Semoga menambah wawasan Anda. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *