Rupiah Jadi yang Paling Parah dari yang Terparah di Asia

Pelayananpublik.id – Dikutip dari wartaekonomi.co.id, dolar Amerika Serikat (AS) unggul atas sebagian besar mata uang global, seperti euro, poundsterling, dolar Australia, dolar New Zealand, dan dolar Kanada.

Tak hanya itu saja, mayoritas mata uang Benua Asia juga keok di hadapan dolar AS. Mata uang di Asia yang tertekan yakni dolar Taiwan, baht, dolar Singapura, won, yuan, dan terparah adalah mata uang rupiah.

Rupiah tertekan habis-habisan oleh dolar AS. Hingga kini, rupiah terus mendekat ke level Rp17.000. Sepanjang hari ini, Senin (23/3/2020), rupiah terperosok hingga ke level Rp16.635 per dolar, semakin dekat dengan level terparah rupiah sejak krisis moneter tahun 1998 silam.

Pada penutupan pasar spot sore ini, rupiah berakhir dengan depresiasi -4,08% ke level Rp16.575 per dolar AS. Rupiah juga tak berdaya di hadapan dolar Australia (-3,25%), poundsterling (-3,74%), dan euro (-4,05%).

Sedangkan untuk di Benua Asia, mata uang rupiah menjadi yang paling parah dari yang terparah. Dengan kata lain, rupiah resmi menjadi mata uang paling lemah di Asia.

Mata uang Indonesia keok di hadapan dolar Taiwan (-3,89%), yuan (-3,71%), yen (-4,30%), dolar Hong Kong (-4,09%), dolar Singapura (-3,10%), won (-3,07%), ringgit (-2,70%), dan baht (-2,64%).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *