SMA di Tangerang Buat Hand Sanitizer Menggunakan Potensi Lokal Daun Kersen

Pelayananpublik.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten pada beberapa hari lalu melalui surat edaran No.420/0930-Dindikbud/2020 memberikan instruksi kepada satuan Pendidikan untuk mengadakan pembelajaran di rumah guna mencegah penularan virus corona atau Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Menurut edaran tersebut diagendakan sejak tanggal 16 sampai 30 Maret 2020, guru wajib melakukan pembelajaran dari jarak jauh melalui e-learning kepada siswa yang berada di rumah masing-masing. Selain upaya itu, Pemerintah juga menganjurkan kepada instansi, termasuk instansi pendidikan untuk menyediakan hand sanitizer. Upaya tersebut juga merupakan rekomendasi dari WHO (World Health Organization), guna membunuh virus—khususnya virus corona tersebut.

Selasa 17 Maret 2020, siswa SMAIT Latansa Cendekia, Pasarkemis, Kabupaten Tangerang membuat hand sanitizer di Laboratorium IPA. Hal ini dilakukan sebagai langkah inisiatif kebersihan di lingkungan SMAIT Latansa Cendekia. Tim peracik terdiri dari lima orang siswa yang dibimbing oleh seorang guru.

bank sumut selamat hari raya idul fitri

“Hand Sanitizer ini diciptakan sebagai inisiatif, juga sebagai upaya untuk membantu masyarakat, khususnya wali murid yang membutuhkan hand sanitizer di rumah. Kami memproduksi juga untuk internal sekolah, yang akan digunakan di setiap kantor dan ruang kelas. Selain membuat hand sanitizer, kami juga membuat disinfektan untuk disemprot di setiap ruangan sekolah,” Jelas Ahmad Zulfikar Fauzi, selaku Bidang Kesiswaan.

Ada yang unik dari hadirnya hand sanitizer buatan anak SMA ini, pasalnya bahan campuran yang digunakan yaitu ekstrak daun pohon kersen (Muntingia calabura). Pohon Kersen relatif mudah ditemui di Tangerang, sehingga bisa menjadi potensi lokal. Memang benar, tumbuhan tersebut dapat tumbuh subur di daerah tropis saat ditelusuri.

Helmy (16) salah satu anggota dalam tim mengatakan bahwa pemanfaatan daun kersen ini merupakan pengembangan dari penemuan mengenai aktivitas bioaktif antivirus dan antibakteri pada kandungan ekstrak daun kersen.

Hand sanitizer yang dibuat telah menerapkan resep yang sudah ditetapkan oleh BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) melalui surat edarannya, yang juga merujuk pada aturan yang telah ditetapkan WHO. Bahan dasar tersebut antara lain, alkohol, gliserin dan hidrogen peroksida. Sementara ini, SMAIT Latansa Cendekia mampu memproduksi dan mendistribusikan 30 Liter hand sanitizer ekstrak daun kersen dan 10 Liter cairan disinfektan.

“Ada berbagai jenis alkohol yang bisa digunakan, misalkan yang telah ditetapkan oleh WHO yaitu Etanol dan Isopropil Alkohol (IPA) sebagai bahan dasar antiseptik.” Jelas Pak Budiman Prastyo, selaku guru Kimia.

Kemudian, gliserin sebagai pelembab kulit dan asam peroksida sebagai agen antiseptik juga. Ada juga tambahan bahan aditif, misalnya yang dilakukan oleh LIPI.

“mereka (LIPI) menambahkan material nanosilver sebagai antibakteri, mereka juga pernah menggunakan ekstrak rempah, contohnya Pala.” tutupnya. (Kimi)