Masih SMP, Peremas Payudara Ditangkap Korbannya saat Beraksi

Pelayananpublik.id – Seorang Remaja yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) berhasil diamankan oleh warga karena telah meresahkan masyarakat dengan percobaan aksi pelecehan seksual pada perempuan di Kelurahan Drangong, Kota Serang.

Remaja yang berinisial IS ini diduga merupakan bagian dari komplotan begal payudara yang sempat terjadi di Kota Serang. Berdasarkan keterangan pelaku, dirinya kerap beraksi bersama dua temannya yang berinisial D dan A yang juga merupakan teman satu sekolahnya.

Pada saat itu salah satu korban, sebut saja Mawar, menjelaskan bahwa pada saat itu kondisi lalu lintas sedang padat dan macet. Sehingga dirinya berinisiatif untuk mengambil jalan pintas.

“Saya lagi dibonceng sama teman habis pulang kerja, terus kita lihat ada seseorang yang mencurigakan soalnya jalannya agak gelap jadi enggak terlalu jelas. Terus pelaku berhenti, lalu mengikuti kami dan menyalip. Disitu dia melakukan aksinya. Teman saya pun mengejar sampai jaketnya ditarik dan berhenti di depan rumah warga,” ujar Mawar saat diwawancarai wartawan.

Sementara itu, Ketua RW 03 lingkungan Beberan Kelurahan Drangong, Slamet Riyadi, mengatakan pihaknya pada saat itu mendapatkan laporan bahwa ada seorang pelaku begal payudara ditangkap. Ia pun bergegas menghampiri lokasi kejadian.

“Disana ternyata pelaku sudah diamankan. Selanjutkan saya langsung memanggil Babinkamtibmas untuk menangani kasus ini,” terangnya.

Selain itu, ia menerangkan bahwa terdapat beberapa warga yang juga mengaku pernah menjadi korban dari pelaku. Bahkan, mereka menguatkan tuduhan tersebut dengan menyamakan plat nomor yang sempat dicatat dengan milik pelaku.

“Dan hasilnya sama. Jadi ada dua orang lagi yang mengaku sempat menjadi korban. Tapi mungkin karena ini merupakan aib yah, jadinya mereka tidak berani melapor pada awalnya,” ucapnya.

Saat diinterogasi oleh Slamet, I mengaku bahwa dirinya tidak beraksi sendirian. Ia kerap beraksi ditemani oleh teman satu sekolahnya berinisial D dan A.

“Awalnya sih ngakunya gak sekolah. Setelah kami terus gali informasinya, akhirnya dia mengaku sekolah kelas 3 SMP. Biasa beraksi bareng dua teman lainnya,” katanya.

Slamet pun mengaku akan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak Kepolisian. Namun ia berharap, pelaku dapat diberi hukuman yang berat agar memberikan efek jera.

“Semoga dengan adanya proses hukum ini dapat membuka kasus-kasus lainnya. Karena ini juga sering disebut ada geng-geng (begal payudara) seperti itu,” tuturnya.

Penyidik pada Polsek Taktakan, Bripka Hendrik, saat dimintai keterangan mengaku belum bisa memberikan komentar karena masih dalam tahap pemeriksaan awal. (kimi)

Leave a Reply

Your email address will not be published.