Diskusi Soal Korupsi di Medan, Budayawan : Ikan Busuk Duluan Kepalanya

Pelayananpublik.id – “Ikan membusuk mulai dari kepalanya” adalah pepatah yang dipopulerkan oleh seorang ahli politik Roma di zaman Romawi, Marcus Tullius Cicero.

Pepatah itu adalah untuk kiasan terhadap lingkungan yang korupsi dimulai dari pemimpinnya.

Pepatah itu pula yang diungkapkan seorang budayawan bernama As Atmadi saat diskusi Ruang Aspirasi yang digelar di salah satu cafe, Jalan Teuku Cik Ditiro, Kota Medan pada Kamis (13/2/2020).

Panitia mengangkat tema soal Identitas Kota Medan dalam diskusi tersebut. Selain As Atmadi, hadir pula seorang arsitek yakni Pera Sagala yang juga jadi narasumber dalam diskusi tersebut.

Dalam diskusi tersebut, peserta yang hadir terdiri atas berbagai elemen masyarakat, mahasiswa, jurnalis, arsitek, pegiat lingkungan, pengajar dan lainnya.

Para peserta dan narasumber memaparkan beberapa persoalan yang ada di Kota Medan, mulai dari infrastruktur, persoalan sosial di masyarakat dan korupsi.

Muncul salah satu solusi atas persoalan tersebut, yakni soal kepemimpinan. Namun, sayangnya pemimpin di Kota Medan memiliki rekam jejak yang buruk.

Pucuk pimpinan, yakni Wali Kota Medan sudah 3 kali berturut terjerat kasus korupsi.

“Ikan itu busuk duluan kepalanya,” lantang Atmadi mengutip pepatah Cicero dalam diskusi tersebut.

Ketika seorang pemimpin sudah korupsi, maka bisa mencemari lingkungan kerja sekitarnya.

Dia mengatakan, pemimpin yang terjerat kasus karena syahwat kekuasaan.

“Pendekatan kepemimpinan saat ini adalah dengan politik. Politik itu menciptakan perbedaan. Tapi kalau pendekatan budaya itu menciptakan persatuan,” tambahnya.

Dia juga mengatakan, jika seorang pemimpin melanggar nilai budaya, masyarakat bisa memperingatinya agar tidak terulang lagi.

“Jika seorang pemimpin itu berbudaya dan berbudi pekerti, maka dia tidak akan mengambil yang bukan haknya. Korupsi bukan hanya karena kesempatan tapi sudah jadi tradisi yang buruk,” pungkas Atmadi.

(foto : narasumber dan peserta diskusi ruang aspirasi foto bersama)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *