Pengertian Prestasi Belajar, Jenis, Hingga Faktor yang Mempengaruhinya

Pelayananpublik.id- Prestasi seringkali memjadi hal yang fokus dikejar siswa dan mahasiswa. Pencapaian hasil belajar yang maksimal juga bisa disebut dengan prestasi.

Banyak murid yang mengusahakan banyak hal mulai dari melakukan pembelajaran tambahan seperti les, belajar ekstra keras sampai mendaftar aplikasi belajar online demi meningkatkan prestasi belajar.

Karena mendapat prestasi belajar tentu ada prestise dan kebanggaan tersendiri. Selain itu anak-anak yang berhasil meraih prestasi belajar mendapat peluang lebih untuk melanjutkan studinya.

Dengan kata lain, kegiatan belajar merupakan suatu proses, sedangkan prestasi belajar itu adalah hasil dari proses pembelajaran itu sendiri.

Prestasi belajar juga tidak bisa dipandang dari satu sisi. Misalnya hanya akademik saja, padahal pembelajaran yang baik itu melibatkan kemampuan intelektual, keterampilan, strategi kognitif, informasi verbal dan lainnya.

Para ahli juga mengemukakan pendapat yang berbeda-beda mengenai prestasi belajar.

Gagne misalnya menyebut prestasi belajar dibedakan menjadi lima aspek yakni kemampuan intelektual, strategi kognitif, informasi verbal, sikap dan keterampilan.

Sementara, menurut Bloom hasil belajar dibedakan menjadi tiga aspek yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik.

Sedangkan prestasi belajar menurut Djamarah (1994:19) adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan baik secara individu maupun secara kelompok.

Sementara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia tahun 2003 prestasi belajar siswa adalah hasil yang telah dicapai dari yang telah dilakukan/dikerjakan.

Faktor yang Mempengaruhi Pencapaian Prestasi Belajar

Dalam proses mencapai prestasi belajar tentu banyak faktor yang mempengaruhinya. Faktor ini bisa mempengaruhi secara baik dan secara buruk.

Adapun beberapa faktor yang memengaruhi pencapaian prestasi belajar adalah sebagai berikut.

1. Faktor Internal

Faktor internal merupakan hal-hal yang berasal dari dalam diri siswa yang mempengaruhi proses dan prestasi belajarnya. Faktor internal ini biasanya berhubungan dengan kemauan dan kemampuan. Berikut jenisnya:

– Intelegensi

Faktor intelegensi ini diartikan sebagai kemampuan untuk mencapai prestasi.

– Minat

Minat merupakan kecendrungan dalam diri seseorang untuk merasa tertarik atau menyukai suatu hal.

– Keadaan fisik dan psikis

Keadaan fisik dan psikis mempengaruhi proses belajar. Misalnya jika A sakit keras maka konsentrasinya belajar dan meraih prestasi akan terganggu.

2. Faktor eksternal

Berbeda dengan internal, faktor eksternal merupakan faktor dari luar diri siswa yang memp
engaruhi prestasi belajarnya. Berikut contohnya:

– Fasilitas

Anak yang bersekolah di kota memiliki akses lebih mudah dalam meningkatkan prestasi belajarnya. Ini karena fasilitas yang lengkap dan memadai.

Berbeda dengan anak desa yang fasilitas belajarnya serba terbatas.

– Guru

Guru juga mempengaruhi prestasi belajar siswa. Guru adalah orang dengan kemampuan khusus yang betugas membimbing, melatih, mengolah, meneliti, mengembangkan dan menyelenggarakan kegiatan belajar-mengajar. Jadi guru harus mumpuni dalam mengajar murid.

– Keluarga

Dukungan keluarga sangat mempengaruhi prestasi belajar siswa. Sebab sebagian besar waktu siswa dihabiskan di rumah.

Sehingga peran orangtua sangat diperlukan dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.

Klasifikasi Prestasi Belajar

Menurut Bloom dalam Dimyati dan Mudjiono (2006 : 26-27) prestasi belajar terbagi dalam tiga ranah, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik.

1. Kognitif

Pengetahuan, yakni kemampuan ingatan tentang apa yang dipelajari baik dari buku, guru, dan sumber lain.

Hal ini dideteksi melalui keberhasilan menjawab tes dalam aspek pemahaman. Pengetahuan itu berkenaan dengan fakta, peristiwa, pengertian, kaidah, teori, prinsip, atau metode.

– Pemahaman. Berbeda dengan pengetahuan, pemahaman ini lebih mendalam yakni kemampuan menangkap arti dan makna tentang hal yang telah dipelajari

– Analisis. Tingkat selanjutnya adalah analisis yakni kemampuan merinci suatu kesatuan ke dalam bagian-bagian sehingga struktur keseluruhan dapat dipahami dengan baik, misalnya mengurangi masalah menjadi bagian yang lebih kecil.

– Sintesis, mencakup kemampuan membentuk suatu pola baru. Contohnya kemampuan menyusun suatu program kerja

– Evaluasi, kemampuan membentuk pendapat tentang beberapa hal berdasarkan kriteria tertentu, misalnya kemampuan menilai hasil karangan.

2. Afektif

– Penerimaan, merupakan kepekaan tentang hal tertentu dan kesediaan memperhatikan hal tersebut. Contohnya menerima kesalahan dan mengakuinya.

– Partisipasi, merupakan sikap kerelaan, kesediaan memperhatikan, dan berpartisipasi dalam suatu kegiatan. Contoh: Berkomitmen mematuhi aturan, dan bersedia menerima hukuman jika melanggar.

– Penilaian dan penentuan sikap, menerima suatu nilai, menghargai, mengakui, dan menentukan sikap. Misalnya menerima suatu pendapat orang lain

– Organisasi, yang mencakup kemampuan membentuk suatu sistem nilai sebagai pedoman dan pegangan hidup. Misalnya menempatkan nilai dalam suatu skala nilai dan dijadikan pedoman bertindak secara bertanggung jawab.

3. Psikomotorik

– Persepsi, adalah kemampuan mendeskriminasikan hal-hal secara khas, dan menyadari adanya perbedaan yang khas tersebut. Contohnya pemilahan warna, jenis bawang-bawangan dan biji-bijian.

– Kesiapan, merupakan kemampuan penempatan diri dalam keadaan di mana akan terjadi suatu gerakan atau rangkaian gerakan. Contohnya posisi start lomba lari.

– Gerakan terbimbing, yakni kemampuam menggerakan badan sesuai contoh, misalnya meniru tarian, mengikuti gesture berirama di aplikasi TikTok.

– Gerakan yang terbiasa, yakni kemampuan melakukan gerakangerakan tanpa contoh, misalnya melakukan lompat tinggi dengan tepat.

Demikian ulasan mengenai prestasi belajar, mulai dari pengertian, spesifikasi dan faktor yang mempengaruhinya. Semoga bermanfaat. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.