Arti Kapitalisme, Ciri Hingga Dampaknya

Pelayananpublik.id- Kata kapitalisme mungkin sebuah hal yang jamak di telinga masyarakat Indonesia ini. Terlebih dengan kemudahan akses informasi sekarang ini membuat orang bebas berbagi informasi di media sosial, penggunaan kata kapitalisme pun sering digunakan.

Namun, apa sebenarnya pengertian kapitalisme itu? Apakah memang sebuah hal negatif dalam kehidupan masyarakat?

Sebelum membahas lebih jauh, ada baiknya pahami dulu arti kapitalisme itu sendiri.

Pengertian Kapitalisme.

Secara umum, kapitalisme adalah sistem ekonomi yang memberikan kebebasan penuh bagi tiap orang untuk mengendalikan kegiatan ekonomi seperti perdagangan, industri, dan alat-alat produksi dengan tujuan mendapatkan keuntungan. Arti lainnya, kapitalisme adalah sistem ekonomi di mana semua kegiatan ekonomi dilakukan oleh pihak swasta dan bukan pemerintah. Di sini, tugas pemerintah hanya sebagai pengawas saja.

Nah, supaya lebih mengerti, berikut adalah pengertian kapitalisme menurut para ahli.

1. Karl Marx

Kapitalisme dekat dengan marxisme, itu karena salahsatu tokoh kapitalisme adalah Karl Marx.
Menurut Karl Marx, kapitalisme adalah sistem sosio-ekonomi yang dibangun untuk mencapai keuntungan yang didapatkan dari proses produksi. Caranya dengan mengorganisir mekanisme produksi secara terukur sehingga dapat mengurangi biaya produksi seminimal mungkin melalui mode of production.

Nah, keuntungan yang diperoleh mendorong terciptanya suatu kekuatan untuk menyeragamkan buruh dan menguasainya.

Karl Marx kemudian membaginya menjadi dua kelas, yang pertama adalah kaum kapitalis atau yang disebut sebagai kaum borjuis yang memiliki alat-alat produksi.

Yang kedua adalah kaum buruh atau kaum proletariat yang tidak mempunyai alat-alat maupun bahan-bahan produksi atau pun ruang kerja.

2. Adam Smith

Adam Smith menyebut kapitalisme sebagai sebuah sistem ekonomi bercirikan kepemilikan pribadi atas alat-alat produksi, distribusi dan pemanfaatan untuk mencapai laba dalam kondisi yang kompetitif.

Kaum kapitalis beranggapan bahwa para pemilik modal atau kaum kapital adalah tokoh penting dalam pembangunan ekonomi. Jika kaum pemilik modal atau kapitalis diberi kebebasan untuk melakukan usaha, maka dengan sendirinya akan memberikan manfaat pada masyarakat sekitar.

Selanjutnya para pemilik modal akan berlomba-lomba mendirikan perusahaan untuk mempekerjakan masyarakat yang nantinya akan memberikan kemakmuran pada negara.

Pemikiran kapitalisme Adam Smith didasari oleh empat hal yaitu, pertama pencipta kekayaan sesungguhnya merupakan perhatian bagi individu bukan pemerintah.

3. Max Weber

Kapitalisme menurut Max Weber adalah paham yang baik untuk menyejahterakan manusia karena berasal dari etika Protestan yang mengajarkan untuk rajin bekerja, hidup disiplin, dan hidup hemat sebagai bentuk ibadah kepada Tuhan. Etika Protestan saat itu tumbuh subur di Eropa yang dikembangkan oleh kaum Calvinis.

Pada saat itu muncul ajaran bahwa seseorang sudah ditakdirkan untuk masuk surga maupun neraka. Untuk dapat masuk surga manusia harus sukses dalam pekerjaan di dunia.

Jadi menurut dia, ukuran sukses akhirat dapat diukur dengan suksesnya di dunia. Hal tersebut membuat para pengikut ajaran Calvinis mempunyai semangat kerja yang tinggi.

Ciri-ciri Negara Kapitalis

– Pengakuan atas hak-hak pribadi masing-masing individu.

– Pemilikan alat-alat produksi oleh individu.

– Individu bebas memilih pekerjaan atau usaha sendiri.

– Ekonomi diatur oleh mekanisme pasar.

– Pemerintah punya peran yang amat kecil dalam kegiatan ekonomi.

– Motif yang menggerakkan perekonomian ialah untuk mendapatkan laba.

– Manusia dipandang sebagai homo-economicus, yakni pribadi yang selalu mengejar keuntungan sendiri.

– Paham individualisme didasarkan materaliasme atau hedonisme (warisan zaman Yunani Kuno).

Ciri Ideologi Kapitalisme

1. Mencari keuntungan dengan berbagai cara dan sarana kecuali yg terang-terangan dilarang negara karena merusak masyarakat seperti heroin dan semacamnya.

2. Mendewakan hak milik pribadi dengan membuka jalan selebar-lebarnya agar tiap orang mengerahkan kemampuan dan potensi yang ada untuk meningkatkan kekayaan dan memeliharanya serta tidak ada yg menjahatinya. Karena itu dibuatlah peraturan-peraturan yg cocok utk meningkatkan dan melancarkan usaha dan tidak ada campur tangan negara dalam kehidupan ekonomi kecuali dalam batas-batas yg yg sangat diperlukan oleh peraturan umum dalam rangka mengokohkan keamanan.

3. Kompetisi sempurna.

4. Kebebasan ekonomi bagi tiap individu di mana ia mempunyai hak untuk menekuni dan memilih pekerjaan yang sesuai dengan kemauanya

5. Ajaran liberalisme ortodoks sangat mewarnai pemikiran para The Founding Father Amerika seperti George Wythe, Patrick Henry, Benjamin Franklin, ataupun Thomas Jefferson

 

Dampak Kapitalisme

Seperti yang diketahui, sistem ekonomi kapitalis merupakan yang beroriantasi pada cara-cara produksi secara individu atau dimiliki oleh individu.

Ini berarti distribusi penentu harga dan jasa-jasa pelayanaan di dalamnya ditentukan oleh pasar bebas.

Pandangan hidup masyarakat barat pada umumnya merupakan rasionalistik,metarealisme dan liberalisme. Sebagai suatu sistem ekonomi yang berhubungan erat dengan pandangan hidup rasionalisme, metarialisme, individualisme dan liberalisme.

Individu dalam masyarakat kapitalisme lanjut disampingkan dari kebutuhan sejatinya, yakni menjadi individu yang otonom, kreatif, independen, dan merajut sejarah mereka sendiri. Individu dalam masyarakat kapitalisme lanjut berpikir mereka bebas, namun mereka menipu diri mereka sendiri (Donny Gahral Adian, 2005).

Adapun dampak positif sistem ekonomi kapitalis adalah mendorong aktifitas ekonomi secara signifikan, persaingan bebas akan mewujudkan produksi dan harga ketingkat wajar dan rasional dan mendorong motifasi pelaku ekonoki mencapai presentasi terbaik.

Sementara dampak negatifnya adalah akan terjadi penumpukan harta dan menimbulkan sifat individualisme yang berlebihan. Karena dalam dunia kapitalis, orang berlomba-lomba bekerja dan mendapatkan untung, jika tidak Anda akan tergilas karena miskin.

Dampak buruk kapitalisme lainnya adalah kurangnya sifat kerja sama antar sesama masyarakat. Karena masyarakat mengarah kepada individualisme, maka otomatis kerjasama sosial akan berkurang bahkan menghilang.

 

Kapitalisme di Indonesia

Contoh kapitalisme di Indonesia adalah kekejaman sistem tanam paksa oleh Belanda ini jadi bentuk nyata dari kapitalisme, yakni Belanda memeras kekayaan pribumi demi memenuhi kepentingan pemerintahannya sendiri.

Setelah sistem tanam paksa ini hilang dan Indonesia merdeka, kapitalisme di Indonesia berkembang dengan bentuk imperialisme baru. Pada masa Orba, modal-modal asing mulai masuk ke Indonesia dan gap antar masyarakat yang punya modal dan tidak punya modal pun makin terlihat.

Kapitalisme bahkan juga masih terasa hingga saat ini dimana kekayaan sumber daya Indonesia masih dieksploitasi oleh negara-negara lain.

Meski begitu, upaya Pemerintah Indonesia untuk mencegah hal tersebut patut diapresiasi, bisa dilihat dari kasus Freeport di Papua yang akhirnya 51% saham bisa dikuasai oleh Indonesia. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *