Pengertian Etika, Kode Etik, Estetika dan Contohnya

Pelayananpublik.id- Etika merupakan kata yang sudah sering kali terdengar di telinga. Etika mungkin berhubungan dengan nilai kesopanan dan tata krama.

Etika juga diperlukan dalam pergulan sosial di tengah masyarakat. Jika seseorang tidak memiliki etika yang baik, ia mungkin akan dikucilkan dan juga mendapat perlakuan tidak baik dari orang lain.

Sebelum membahas lebih jauh, mari kita simak pengertian etika berikut ini.

Pengertian Etika

Etika adalah suatu norma atau aturan yang dipakai sebagai pedoman dalam berperilaku di masyarakat bagi seseorang terkait dengan sifat baik dan buruk.

Ada juga yang menyebutkan pengertian etika adalah suatu ilmu tentang kesusilaan dan perilaku manusia di dalam pergaulannya dengan sesama yang menyangkut prinsip dan aturan tentang tingkah laku yang benar.

Sebenarnya, kata etika sendiri berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu “Ethikos” yang artinya timbul dari suatu kebiasaan. Dalam hal ini etika memiliki sudut pandang normatif dimana objeknya adalah manusia dan perbuatannya.

Menurut Soergarda Poerbakawatja, pengertian etika adalah suatu ilmu yang memberikan arahan, acuan, serta pijakan kepada suatu tindakan manusia.

Sedangkan DR. James J. Spillane SJ menyatakan etika adalah memperhatikan suatu tingkah laku manusia di dalam mengambil keputusan yang berhubungan dengan moral. Etika lebih mengarah ke penggunaan akal budi dengan objektivitas guna menentukan benar atau salahnya serta tingkah laku seseorang terhadap lainnya.

Drs. H. Burhanudin Salam menyebut etika sebagai sebuah cabang ilmu filsafat yang membicarakan perihal suatu nilai-nilai serta norma yang dapat menentukan suatu perilaku manusia ke dalam kehidupannya.

Ciri-Ciri Etika

– Tetap berlaku meskipun tidak ada orang lain yang menyaksikan.

– Bersifat absolut atau mutlak.

– Terdapat cara pandang dari sisi batiniah manusia.

– Berkaitan dengan perbuatan atau perilaku manusia.

Macam Etika

Secara umum etika dapat di bagi menjadi dua jenis yakni etika filosofis dan teologis.

Etika filosofis lebih bersumber dari pemikiran dan tindakan manusia. Dengan demikian etika muncul dari pergaulan masyarakat itu sendiri.

Misalnya etika berbicara kepada orangtua berbeda dengan kepada teman sebaya. Etika ini muncul dari perbuatan manusia itu sendiri. Ia menunjukkan rasa hormat sehingga menjaga etika berbicaranya kepada yang lebih tua.

Yang kedua adalah etika teologis yang merupakab etika secara umum karena mengandung berbagai unsur etika umum dan dapat dimengerti jika memahami etika secara umum.

Misalnya dalam agama Kristen, etika teologis merupakan etika yang bersumber dari presuposisi-presuposisi tentang Allah atau Yang Ilahi, serta melihat kesusilaan bersumber dari kepercayaan terhadap Allah atau Yang Ilahi.

Pengertian Kode Etik

Istilah lain yang sering kita dengar adalah kode etik. Kode etik ini semacam peraturan baik tertulis maupun tidak yang harus dipatuhi sekelompok orang.

Kode etik adalah suatu sistem norma, nilai serta aturan profesional secara tertulis yang dengan tegas menyatakan hal baik dan juga benar, serta apa yang tidak benar dan juga tidak baik bagi profesional.

Secara singkat pengertian kode etik adalah suatu pola aturan, tata cara, tanda, pedoman etis di dalam melakukan suatu kegiatan ataupun suatu pekerjaan.

Pengertian kode etik  lainnya adalah suatu aturan yang tertulis, secara sistematik dengan sengaja di buat, berdasarkan prinsip-prinsip moral yang ada serta ketika dibutuhkan bisa di fungsikan sebagai alat yang dapat digunakan menghakimi berbagai macam dari tindakan yang pada umumnya dinilai menyimpang dari kode etik yang ada.

Tujuan Kode Etik

– Agar profesional dapat memberikan jasa dengan sebaik-baiknya kepada para pemakai ataupun para nasabahnya.

– Sebagai pelindung dari perbuatan yang tidak profesional.

– Ketaatan dari tenaga profesional terhadap kode etik yang ada merupakan sebuah ketaatan yang naluriah.

Kode etik disusun oleh organisasi profesi sehingga masing-masing profesi memiliki kode etik tersendiri.

Contohnya  kode etik dokter, guru, pustakawan, pengacara, jurnalis dan sebagainya.

Pelanggaran kode etik tidak diadili oleh pengadilan karena melanggar kode etik tidak selalu berarti melanggar hukum.

Pengertian Estetika

Estetika berbeda dengan etika. Estetika merupakan nilai keindahan suatu benda. Misalnya dalam membangun sebuah kantor, selain dibikin modern dan berguna sesuai kebutuhan, segi estetikanya juga harus diperhatikan. Agar pegawai tidak merasa bosan di dalamnya untuk waktu yang lama.

Secara etimologis, istilah “estetika” berasal dari bahasa Latin “aestheticus” atau bahasa Yunani “aestheticos” yang artinya merasa atau hal-hal yang dapat dicerap oleh panca indera manusia.

Ada juga yang menyebutkan bahwa arti estetika adalah suatu cabang ilmu filsafat yang membahas tentang keindahan, dan biasanya terdapat di dalam seni dan alam semesta.

Menurut Bruce Allsopp (1977), estetika adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang proses dan aturan dalam menciptakan suatu karya seni, yang diharapkan bisa menimbulkan perasaan positif bagi orang yang melihat dan merasakannya.

Sedangkan menurut Herbert Read, pengertian estetika adalah kesatuan dan hubungan bentuk yang ada di antara pencerapan indrawi manusia. Biasanya, manusia menganggap estetika adalah seni, atau seni akan selalu mengandung nilai keindahan.

Pandangan seperti ini sebenarnya salah dan justru membuat masyarakat kesulitan dalam mengapresiasi seni. Sebab, menurut Herbert Read, seni tidak selalu mengandung nilai keindahan.

Menurut J. W. Moris, pengertian estetika sama dengan seni karena estetika dapat dikenakan pada berbagai objek, baik yang indah maupun tidak. Selanjutnya, Moris juga menyebutkan bahwa estetikan adalah suatu objek seni (art).

Unsur Dalam Estetika

1. Bentuk

Bentuk merupakan unsur yang sangat berpengaruh pada suatu objek. Bentuk objek terdiri dari dua jenis, yaitu dua dimensi dan tiga dimensi.

Objek dua dimensi misalnya foto, lukisan, gambar dan lainnya. Sementara objek tiga dimensi adalah patung, ukiran dan lainnya.

2. Warna

Keindahan suatu objek juga sangat dipengaruhi oleh unsur warna. Umumnya pilihan warna objek akan disesuaikan oleh orang yang akan menggunakannya. Misalnya, selera warna pakaian anak muda cenderung berbeda dengan orang yang sudah tua.

3. Tema

Dalam hal ini tema adalah ide atau gagasan yang ini disampaikan oleh pembuat objek atau karya seni kepada orang lain. Biasanya tema suatu karya akan dipengaruhi oleh banyak faktor, misalnya letak geografis, adat istiadat, budaya, dan lainnya.

4. Motif Hias

Motif hias adalah pola atau gambar yang menjadi hiasan pada suatu objek atau produk. Tujuan menambahkan motif hias pada suatu objek adalah untuk menambah nilai keindahan/ estetika pada objek atau produk tersebut.

Demikian ulasan mengenai pengertian etika, kode etik dan estetika. Semoga bermanfaat. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *