Kriminal

Bandit Spesalis di Gerbang Tol Ditembak, 10 Korbannya Dirampok saat Isi Saldo

Pelayananpublik.id – Nurjanah (39) dirampok saat sedang mengisi saldi E-toll oleh seorang pria yang mengendarai sepeda motor di gerbang keluar tol Bandar Selamat, Jalan Letda Sujono, Kota Medan pada 30 Desember 2019 lalu.

Alhasil, Nurjanah kehilangan 50 gram emas, yang 50 ringgit Malaysia dan 2 unit hand phone. Kerugian yang dialami Nurjanah diperkirakan mencapai Rp30 juta.

Merasa keberatan dengan apa yang dia alami, Nurjanah menempuh jalur hukum dengan melaporkan perampokan tersebut ke Polsek Percut Sei Tuan.

“Saya melapor ke Polisi agar pelaku dapat ditangkap dan dituntut sesuai hukum yang berlaku di Negara,” kata Nurjanah.

Setelah menerima laporan dari Nurjanah, Tim Khusus Reskrim Polsek Percut Sei Tuan melakukan penyelidikan.

Akhirnya seorang pria yang diduga sebagai perampok itu berhasil ditangkap. Selain dia, seorang pria lainnya yang diduga menjadi penadah barang hasil rampasan juga ikut diamankan.

Mereka ditangkap di sekitar Jalan Letda Sujono, Kelurahan Bantan, Kota Medan pada Kamis malam (16/1/2020).

Kedua pria tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka yakni, WDA (25) tersangka kasus perampokan. Lalu AS (48) tersangka kasus penadahan barang curian.

Terkait kasus tersebut, Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Aris Wibowo menerangkan, bahwa Tim Reskrim mendapat informasi WDA yang diduga perampok sedang mengintai korbannya di dekat gerbang tol. Selenjutnya Tim bergerak lalu menangkap WDA.

“Tersangka sering merampas barang milik masyarakat di gerbang tol Bandar Selamat yang sedang mengisi voucer E-toll,” kata Kompol Aris kepada lewat pesan telekomunikasi.

WDA sempat ingin melarikan diri, namun petugas berhasil menangkap dia kembali. Selanjutnya, WDA yang diinterograsi mengakui semua perbuatannya melaklukan penjambretan di gerbang tol Bandar Selamat.

Dari sana juga diketahui bahwa WDA sudah 10 kali melakukan aksi perampokan di sekitar gerbang keluar tol. Dia spesialis merampas harta milik korban yang sedang mengisi deposit e-toll.

Selanjutnya Tim melakukan pengembangan terhadap tersangka lainnya yang terlibat. WDA mengatakan bahwa barang curian milik Nurjanah telah dijual kepada AS dengan harga yang murah yakni Rp2 juta rupiah untuk emas dan hanhphone korban.

Pada saat Tim melakukan pengembangan mencari tersangka lain, WDA melakukan perlawanan mencoba melarikan diri dengan cara mendorong petugas kepolisian.

Petugas sempat memberikan tembakan peringatan ke udara sebayak 2 kali namun tidak digubris oleh WDA. Selanjutnya Tim mengarahkan tembakkan ke arah kaki WDA.

“Tembakan mengenai kedua kaki tersangka. Selanjutnya tersangka dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk pertolongan medis,” terang Kompol Aris.
Polisi juga berhasil menangkap AS yang jadi penadah barang curian dari aksi perampokan WDA.

“Tersangka WDA sudah lebih sepuluh kali melakukan perampasan barang milik korban pada saat berhenti di gerbang tol sewaktu mengisian deposit E Tol,” pungkas Kompol Aris

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *