Ngopi dan Diskusi

Menggali Potensi Kota Medan Jadi Pusat Trading Kopi Internasional

Pelayananpublik.id – Dahulu kala, Kota Medan dikenal sebagai pusat perdagangan berskala internasional. Banyak saudagar yang berdagang komoditas asli Indonesia untuk dijual di luar negeri.

Kota Medan yang secara geografi sangat strategis untuk perdagangan, saat ini juga memiliki pelabuhan yang bisa menunjang kemajuan bisnis.

Belakangan ini, kopi menjadi komoditas yang banyak diminati orang. Banyak anak muda dan kaum dewasa kini terjun ke bisnis kopi.

Hal itu menjadi salah satu topik diskusi pengusaha muda Kota Medan, Bobby Nasution dengan Agustinus Ompusunggu.

“Kami berdiskusi soal pengelolaan kopi. Bang Bobby tadi ada singgung pengelolaan kopi,” jelas Agustinus Jumat (17/1/2020) di Sabda Coffe Jalan Panca Marindal, Kota Medan.

Pemilik Sabda Coffe yang sudah berkecimpung selama 8 tahun di bisnis kopi tersebut mengatakan terkait trading kopi maka harus dibahas dari hulu ke hilir.

Termasuk bagaimana cara menggaet investor untuk bisnis kopi di Kota Medan agar bisa lebih berkembang.

“Jadi saya dan Bang Bobby sepakat bagaimana penguatan trading. Kolaborasi antara pemerintah dan pelaku kopi. Kami dari pelaku kopi ya sangat support jika ada yang peduli,” imbuh Agustinus.

Selama berdiskusi, dua pengusaha muda itu fokus membahas pengembangkan industri kopi khususnya di Kota Medan.

“Bang Bobby tadi kasi pandangan, bisa datangkan buyer, bisa datangkan investor. Itu yang kami tunggu. Apakah kita yang ke daerah, jumpain calon buyer atau mereka yang datang ke sini,” papar Agustinus yang juga pemilik sertifikat barista dan penyuluh keamanan pangan.

Agustinus pun menyebut bahwa Medan sebagai kota perdagangan yang potensial.

“Medan ini kan kota trading untuk berjualan kopi. Jadi kalau kami pelaku kopi Medan berpikirnya bagaimana jualan kami. Bagaimana ujung-ujungnya kopi laku,” ucap Agustinus.

Sementara itu, Bobby Nasution yang juga berkecimpung dalam bisnis kopi dalam setiap kesempatan memang selalu mengajak pelaku industri di Kota Medan untuk berkolaborasi. Tujuannya agar pelaku industri di Kota Medan bisa lebih maju dari sebelumnya.

“Dengan kolaborasi, maka pelaku kopi bisa menghasilkan produk dengan nilai jual yang lebih baik. Dari segi packaging dan lainnya,” jelas jebolan S2 Agribisnis IPB itu.

Bobby juga menegaskan, siap membantu mendatangkan investor agar pelaku kopi di Medan bisa merambah pasar internasional.

“Jadi mereka bisa jadi pelaku langsung, tidak hanya menonton saja,” pungkas Bobby yang juga Wakil Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *