Sering Disebut di Medsos, Inilah Sosok Kodok Gurun dan Habitatnya

Pelayananpublik.id- Ada kadal gurun, ada pula kodok gurun. Kedua hewan itu sering muncul di media sosial belakangan ini. Bukan di postingan tentang ensiklopedia hewan, tapi dalam konteks politik.

Kodok gurun biasanya digunakan netizen untuk menyebut netizen lain yang identik dengan orang Arab.

Sama seperti kadal gurun, cebong, kampret dan lainnya, netizen Indonesia melabeli satu sama lain dengan istilah-istilah yang semakin banyak.

Kodok gurun biasanya merupakan sebutan orang-orang untuk kaum yang setidaknya punya salah satu atribut ini:

1. Keturunan Arab, tak pro-Jokowi, cenderung sektarian;

2. WNI non-Arab namun berbusana Timur Tengah (dan bukan pendukung Jokowi);

3. Salah satu, atau gabungan, dua unsur tadi dan menyandang label intoleran, pro-NKRI bersyariah, bahkan disebut pro-khilafah.

Lagi-lagi pencipta istilah itu belum diketahui siapa dan apa dasarnya mengatakan kodok gurun identik dengan Islam yang intoleran.

Mungkin merujuk pada negara Arab yang disebut gurun.

Padahal gurun tentunya tidak identik dengan negara Arab Saudi karena gurun bukan hanya terdapat di Arab. Gurun menyebar luas di dunia dan ada di negara-negara lain seperti China, Amerika, Afrika dan lainnya.

Kodok Gurun Sebenarnya

Kodok gurun sebenarnya adalah salahsatu makhluk hidup yang tinggal di daerah tandus seperti gurun.

Hewan amfibia ini bisa bertahan hidup bahkan dalam keadaan yang sangat kering di gurun.

Salahsatu contohnya adalah Africa Bullfrog yakni katak yang bisa berkembang di padang pasir dan bahkan dataran tinggi dengan ketinggian 4.000 kaki.

Katak ini merupakan katak terbesar kedua di benua Afrika.

Hewan ini pun memiliki daya tahan yang baik terhadap cuaca panas. Selama cuaca panas, kering, bullfrog dapat menggali ke dalam tanah dan melakukan estivasi (semacam hibernasi).

Mereka mengelupaskan kulit untuk membentuk kepompong sehingga menahan kelembaban tubuh dan menyerap air yang disimpan di dalam kandung kemih.

Bullfrog dapat berestivasi untuk jangka waktu yang lama – bahkan lebih dari satu tahun – dan dapat bertahan meskipun kehilangan sebanyak 38% dari berat tubuhnya.

Ketika hujan tiba, bullfrog Afrika ini kembali ke permukaan untuk makan dan berkembang biak. katak ini dapat makan apa saja cukup kecil untuk muat di mulutnya, dari unggas, hewan pengerat hingga katak lainnya.

Contoh lain kodok atau katak yang hidup di gurun adalah Kodok Sonora, yakni kodok yang hidup di Gurun Sonora, yang terletak di Meksiko Barat.

Untuk bertahan hidup di lingkungan kering seperti gurun, Kodok Sonora pun lebih banyak beraktivitas di malam hari. Sedangkan pada siang hari mereka menghabiskan waktu bersembunyi dalam lubang bawah tanah yang dibuat hewan pengerat.

Lalu apakah di Gurun Arab ada kodok? Tentu saja ada, namanya The Arabian Frog ( Sclerophrys Arabika).

Kodok Arab adalah spesies katak dalam keluarga Bufonidae . Ini endemik ke Semenanjung Arab dan ditemukan di Oman , Arab Saudi , Uni Emirat Arab , dan Yaman .

Hanya sembilan spesies amfibi telah ditemukan di Semenanjung Arab, dan katak ini adalah satu dari hanya dua spesies yang ditemukan di Uni Emirat Arab.

Kodok Arab memiliki kepala dan moncong bulat, mata menonjol dan selaput timpani kecil .

Punggungnya ditutupi dengan kutil kecil dan warnanya bervariasi, menjadi abu-abu, cokelat, coklat atau hijau, sering dengan bintik-bintik emas.

Kodok jantan umumnya lebih kecil daripada betina. Suara kodok ini saat menarik perhatian betina digambarkan parau dan terdengar seperti engsel pintu yang karatan. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *