Perempuan 56 Tahun Taklukkan Gunung Leuser Selama 7 Hari Bersama Sangkala

Pelayananpublik.id – Tiga orang perempuan berhasil menaklukkan puncak Gunung Leuser. Satu di antara perempuan itu bahkan sudah paruh baya (56).

Mereka ikut mendaki Gunung Leuser bersama kelompok pencinta alam bebas Sangkala. Kegiatan itu sebgai bentuk peringatan Hari Ibu tahun 2020.

Pendiri Sangkala, Zahedi mengatakan, dalam ekpedisi yang diikuti oleh 7 orang tersebut, ada 3 perempuan yang ikut serta yakni Alin adalah perempuan termuda berusia 36 tahun dan tinggal di Jakarta.

Yani Lim berusia 44 tahun, selama ini bermukim di Malaysia, serta Dani yang berusia 56 tahun, yang juga pendiri Sangkala. Bersama mereka ada Sutrisno sebagai komandan tim dan wakilnya, Evandi beserta Malikul Yahy dan Juandi Barutu.

“Pendakian yang dilakukan peserta perempuan ini menjadi bukti kaum perempuan memang dapat melakukan apa saja yang dikehendakinya, tanpa mengingkari kodratnya sebagai perempuan, yang berfungsi sebagai istri yang baik dari suaminya dan ibu teladan bagi anak-anaknya, dengan melakukan pendakian gunung yang mengandung risiko,” kata Zahedi, Senin (23/12/2019).

Menurut Zahedi, Dani bisa dibilang sebagai pendaki perempuan berusia paling tua yang bisa mencapai puncak Gunung Leuser. Keberhasilannya mancapai Gunung Leuser kali ini tidak terlepas dukungan dari anak-anak serta suaminya, Fachrurrozi, yang juga pendiri Sangkala serta Dosen Teknik Kimia Institut Teknologi Medan (ITM).

perempuan paruh baya dan sangkala daki gunung leuser

Sementara, bagi Dani sendiri, pendakian ke puncak Gunung Leuser ini merupakan pendakian nostalgia sebagai perempuan pertama dari Sumatera yang berhasil mencapai puncak Gunung Leuser pada tahun 1987.

“Pada peringatan Hari Ibu tahun ini, saya bersama anak-anak dari Sangkala mencapai puncak Gunung Leuser bersama,” ungkap perempuan yang merupakan alumni Universitas Sumatera Utara (USU) itu.

Pendakian mencapai puncak gunung tertinggi di Daerah Istimewa Aceh dilakukan mulai Jumat, 20 Desember 2019, tepat pukul 10.00 WIB.

Pendakian ini merupakan latihan rutin bagi anggota Sangkala untuk memelihara standar kapasitas personal anggota dan spirit komunal organisasi. Pendakian ke Gunung Loser dengan ketinggian 3.404 meter dari permukaan laut (mdpl) adalah pendakian standar selain pendakian gunung Perkisson-Bendahara (3.011 mpdl) dan Gunung Lembu (3.050 mpdl).

Selain itu, proses pendakian ke puncak Gunung Loser, puncak tertinggi di TNGL, harus melewati puncak-puncak gunung seperti Pucuk Angkasan (2.891 mpdl), Gunung Pepanyi (2.440 mpdl), Gunung Tanpa Nama (2.945 mpdl), Gunung Bivak III (3.000 m), Gunung Loser (3404 m) dan Gunung Leuser (3111 mpdl).

perempuan paruh baya dan sangkala daki gunung leuser

“Karena lintasan tempuh yang jauh dan waktu tempuh yang lama, maka pendakian Leuser ini tergolong pendakian yang seram. Pendakian mereka dimulai tanggal 13 Desember 2019 lalu dari Desa Kedah Blangkejeren. Nah, kita terus monitor. 5 hari sempat tidak terjadi kontak. Akhirnya, kami mendapat kabar dari mereka langsung telah berhasil sampai di sana,” jelas Ketua Sangkala, Arif saat ditemui di Sekretariat Sangkala, Jalan Samanhudi, Kota Medan.

Diungkapkan Arif, ketika melakukan pendakian rintisan 32 tahun lalu, atau sekitar tahun 1.987, tim Sangkala membutuhkan waktu 19 hari unttk mencapai puncak Leuser dan 11 hari untuk turun ke Desa Kedah.

“Kini, waktu pendakian hanya butuh waktu tercepat 7 hari dan turun 4 hari. Karena itu, disiplin dan kompak menjadi kunci keberhasilan pendakian,” pungkas Arif.

Leave a Reply

Your email address will not be published.