Arti Sudut Pandang, Jenis dan Contohnya

Pelayananpublik.id– Sudut pandang merupakan istilah yang sudah sangat biasa terdengar dalam percakapan sehari-hari. Sudut pandang ini secara umum diartikan sebagai cara orang memandang satu masalah.

Menghadapi satu masalah setiap orang mungkin melihatnya dari sudut pandang yang berbeda-beda. Sudut pandang si A mengenai masalah itu bisa saja berbeda dengan si B. Sehingga si A lebih cepat menyelesaikan masalahnya daripada di B.

Istilah sudut pandang atau point of view juga dipakai dalam karya sastra. Novel misalnya yang berisi cerita yang ditulis si penulis. Dalam menceritakan kisah dalam novel itu, si penulis bisa saja menggunakan sudut pandang sesuai keinginannya.

Menurut Teori Sastra sudut pandang sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu sudut pandang orang pertama dan sudut pandang orang ketiga. Sudut pandang orang pertama dibagi lagi menjadi dua, yaitu: sudut pandang orang pertama-tokoh utama dan sudut pandang orang pertama-tokoh sampingan.

Sementara sudut pandang orang ketiga juga dibagi menjadi dua bagian, yaitu sudut pandang orang ketiga serba tahu/mahatahu, dan sudut pandang orang ketiga pengamat.

Macam-macam Sudut Pandang dalam Cerita

Sementara itu, secara umum terdapat berbagai macam teori tentang sudut pandang. Diantaranya ada sudut pandang campuran dan ada juga sudut pandang pihak kedua. Nah, Berikut kami paparkan macam-macam sudut pandang tersebut beserta dengan contoh penggunaannya.

1. Sudut Pandang Orang Pertama

Sudut pandang ini biasanya menggunakan kata ganti “aku” atau “saya” atau juga “kami” (jamak). Pada saat menggunakan sudut pandang orang pertama, Anda seakan-akan menjadi salah satu tokoh dalam cerita yang sedang dibuat. Si pembaca pun akan merasa melakoni setiap cerita yang dikisahkan.

– Sudut Pandang Orang Pertama (Tokoh Utama)

Sesuai dengan namanya–sudut pandang orang pertama (tokoh utama)–si penulis seolah-olah ‘masuk’ dalam cerita tersebut sebagai tokoh utama/tokoh sentral dalam cerita (first person central). Segala hal yang berkaitan dengan pikiran, perasaan, tingkah laku, atau kejadian yang tokoh “aku” lakukan akan digambarkan pada cerita tersebut.

Ia akan menjadi pusat kesadaran dan pusat dari cerita. Jika ada peristiwa/tokoh di luar diri “aku”, peristiwa/tokoh itu akan diceritakan sebatas keterkaitan dengan tokoh “aku”.

Contoh: “Sekian lama aku berdiri saja tak bisa mengucapkan sepatah katapun. Lidahku kelu sama seperti tanganku yang hanya mengepal tak terima terhadap keputusan forum. Tapi apa yang harus kulakukan, memaki, memohon maaf, bersujud, aku sungguh tidak tahu.”

– Sudut Pandang Orang Pertama (Tokoh Sampingan)

Pada teknik ini, tokoh “aku” hadir tidak dalam peran utama, melainkan peran pendukung atau tokoh tambahan (first personal peripheral). Kehadiran tokoh “aku” dalam cerita berfungsi untuk memberikan penjelasan tentang cerita kepada pembaca.

Sementara tokoh utama, dibiarkan untuk menceritakan dirinya sendiri lengkap dengan dinamika yang terjadi. Dengan kata lain, tokoh “aku” pada teknik ini hanya sebagai saksi dari rangkaian peristiwa yang dialami (dan dilakukan) oleh tokoh utama.

Contoh: Brak!!! Sekali lagi aku dibuat kaget dengan suara pintu dari samping kamarku. Erika pergi terburu-buru sambil lari tunggang langgang. Sepertinya ia terlambat kuliah lagi. Erika adalah gadis yang manis, ia ramah dengan semua orang. Tidak heran jika banyak orang menyukainya.

2. Sudut Pandang Orang Ketiga

Nah, pada teknik ini cerita diceritakan tokoh yang merupakan pihak ketiga. Tanda penulis menggunakan sudut pandang orang ketiga adalah penggunaan kata “dia” “ia” atau nama tokoh dan juga mereka (jamak). Kata ganti ini digunakan untuk menceritakan tokoh utama dalam sebuah cerita.

Selain kata ganti yang digunakan, ada satu hal lagi yang membedakan antara sudut pandang orang pertama dan sudut pandang orang ketiga, yaitu kebebasan peran di dalam cerita. Pada sudut pandang orang pertama, si penulis bisa menunjukkan sosok dirinya di dalam cerita, dan ini tidak berlaku pada sudut pandang orang ketiga.

Pada sudut pandang orang ketiga, si penulis berada ‘di luar’ isi cerita dan hanya mengisahkan tokoh “dia” di dalam cerita.

– Sudut Pandang Orang Ketiga (MEnjadi Tuhan)

Pada sudut pandang orang ketiga serba tahu, si penulis akan menceritakan apa saja terkait tokoh utama. Ia seakan tahu benar tentang watak, pikiran, perasaan, kejadian, bahkan latar belakang yang mendalangi sebuah kejadian.

Ia seperti seorang Tuhan yang maha tahu tentang tokoh yang sedang ia ceritakan.Oh ya, selain menggunakan kata ganti “ia” atau “dia”, kata ganti yang biasa digunakan ialah nama dari si tokoh itu sendiri. Hal ini berlaku juga untuk sudut pandang orang ketiga (pengamat).

Contoh: Sonia mengernyitkan dahi, dalam hatinya ia bertanya apakah orang ini yang bernama Johan. Karena kalau iya, justru sosok ini sangat berbeda dari yang diceritakan teman-temannya

– Sudut Pandang Orang Ketiga (Pengamat)

Teknik ini hampir sama dengan teknik sudut pandang orang ketiga serba tahu, hanya saja, tidak semahatahu teknik itu.Pada sudut pandang orang ketiga penulis menceritakan sebatas pengetahuannya saja.

Pengetahuan ini diperoleh dari penangkapan pancaindra yang digunakan, baik dengan cara mengamati (melihat), mendengar, mengalami, atau merasakan suatu kejadian di dalam cerita. Pengamatan pun dapat diperoleh dari hasil olah pikir si penulis tentang tokoh “dia” yang sedang ia ceritakan.

Contoh: Perempuan itu masih terduduk di bangku taman kota itu. Tatapannya begitu kosong, dan beberapa saat kemudian air mata pun menetes di kedua sudut matanya. Dia masih tak bisa melupakan kejadian tersebut; kejadian yang membuatnya kini terduduk sendiri di bangku taman itu.

3. Sudut Pandang Campuran

Pada sudut pandang campuran, si penulis dapat menggabungkan antara sudut pandang orang pertama dan orang ketiga. Ada kalanya si penulis ‘masuk’ ke dalam cerita (bukan sebagai tokoh utama) dan ada kalanya ia berada di luar cerita menjadi orang yang serba tahu.

Selain sudut pandang campuran. Ada juga sudut pandang orang kedua, sudut pandang orang pertama jamak, sudut pandang orang ketiga jamak. sudut pandang ketiga objektif dan lain sebagainya. Namun kami tak menjelaskan secara di artikel ini.

Demikian yang ulasan mengenai sudut pandang, pengertian, hingga contoh-contohnya. Semoga bermanfaat. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.