Distorsi Budaya: Pengertian, Ciri, Dampak dan Contohnya

Pelayananpublik.id- Distorsi merupakan kata yang menggambarkan kerusakan, kekacauan dan penyimpangan yang dapat mengakibatkan terganggunya proses pencapaian sebuah tujuan.

Awalnya, distorsi ini merupakan istilah dalam dunia elektronik. Gambar televisi tidak jelas, suara radio yang tidak bersih, tidak jelas, itulah yang disebut distorsi.

Belakangan kata ini mengalami peluasan hingga dipakai untuk istilah dalam berbagai bidang termasuk budaya.

Distorsi budaya maksudnya adalah upaya pengkaburan jejak atau fakta dari budaya luhur itu sendiri.

Menurut Budayawan Wisran Hadi, distorsi dalam kebudayaan bisa berarti adalah pemutarbalikkan fakta, pengaburan aturan, hukum, nilai-nilai dan lainnya untuk memperoleh keuntungan kelompok tertentu atau pribadi.

Distorsi juga bisa bermakna perubahan bentuk akibat beberapa faktor luar yang tidak diinginkan.

Ancaman Distorsi Kebudayaan

1. Distorsi akan terjadi apabila interaksi antar budaya tidak berjalan dengan semestinya atau ada usaha-usaha untuk memperlambat lajunya perkembangan kebudayaan, atau adanya usaha-usaha terencana untuk mematikan atau memandulkan budaya-budaya lainnya.

2. Distorsi akan terjadi apabila pendidikan budaya dihentikan atau tidak dijadikan sebagai prioritas utama dalam pembinaan karakter bangsa.

Percepatan gerak perkembangan dari suatu kebudayaan; usaha untuk mensejajarkan, menselaraskan kebudayaan suatu bangsa dengan kebudayaan bangsa lainnya, juga menjadi suatu keharusan dalam dinamika perkembangan kebudayaan.

Pertemuan dan persilangan antar budaya dapat dijadikan bahan dalam kajian-kajian spesifik yang mau tidak mau harus ditelaah dan diamati secara bijaksana, berdasarkan pula pada kearifan lokal dari masing-masing etnis atau suku bangsa.

Distorsi dalam persoalan ini akan terlihat pada adanya usaha-usaha membuatkan kotak-kotak kebudayaan menjadi sesuatu yang ekslusif atau sebaliknya membiarkan begitu saja nilai yang telah dianut menjadi bulan-bulanan dari berbagai pengaruh luar yang dapat merontokkan sistim budaya tersebut.

Ciri Distorsi Budaya

– Masuknya budaya luar yang mempengaruhi suatu budaya asli secara masif

– Masyarakat mulai melupakan dan tidak peduli pada budayanya

– Pendukung budaya atau tradisi tersebut semakin sedikit

– Hilangnya tradisi dan budaya luhur akibat masuknya pengaruh luar.

– Perang Antar Suku

Faktor Penyebab Terjadinya Distorsi Budaya di Indonesia

Menurut budayawan Wiryawan Hadi ada beberapa faktor penyebab terjadinya distorsi budaya di Indonesia sekarang ini.

1. Pergesekan Budaya

Kebudayaan-kebudayaan lokal bergesekan. Problematika pengembangan kebudayan lokal dimaksud boleh jadi akan menimbulkan gesekan-gesekan antar sesama budaya etnis yang mungkin terjadi selama kebudayaan tersebut berproses.

Presentasi dari gesekan-gesekan ini terlihat pada benturan antar suku yang menimbulkan banyak korban seperti yang pernah terjadi di Kalimantan, Sulawesi, Papua dan tempat-tempat lain.

2. Pemerintah Fokus Menasionalkan Sebuah Kebudayaan

Kebudayaan nasional yang kini terus diusahakan untuk dapat dijadikan suatu sosok yang jelas menjadi kebudayaan Indonesia dan sekaligus diharapkan dapat menjadi jati diri bangsa, serta menjadi pemersatu kebangsaan sebagai yang dipatrikan dalam satu adagium “bhineka tunggal ika”, berbeda-beda tapi satu.

Tidak dapat dihindari, masalah kebudayaan nasional juga diseret untuk masuk ke ranah politik.

Dominasi dari suatu kebudayaan lokal yang tengah digenggam oleh pihak penguasa tidak dapat dihindari bahkan terjadi usaha-usaha penyeragaman dan bahkan penekanan pada budaya-budaya lokal lainnya. Contohnya nilai-nilai kebudayaan Jawa dalam bentuk etika, tingkah laku, tatakrama, tata nilai bahkan bahasa dan cita rasa yang diekspos habis-habisan secara nasional melalui tingkah laku, bahasa dan tatakrama para elite kekuasaan dan elite politik.

3. Distorsi Dari Budaya Global

Tidak dapat dipungkiri, bahwa budaya global tersebut membawa pula berbagai pemikiran-pemikiran sekuler yang dapat merontokkan nilai-nilai keagamaan yang sudah ada.

Sebagai contoh ketika kebudayaan lokal sedang memperkuat dirinya sebagai reaksi dari dampak-dampak negatif kebudayaan global yang melanda kehidupan mereka, pada saat yang sama, otoritas negara berusaha pula untuk membentengi dirinya dengan mempercepat lajunya pembentukan kebudayaan nasional. Dalam pada itu; baik kebudayaan lokal maupun kebudayaan nasional tersebut terus terombang ambing oleh dampak dari kemajuan iptek, politik dan ekonomi yang diusung oleh kebudayaan global.

Contoh Distorsi Budaya di Indonesia

Ada banyak contoh distorsi budaya yang terdapat di Indonesia. Berikut adalah contoh dan penjelasan distorsi budaya yang terjadi di Indonesia.

1. Begu Ganjang

Begu Ganjang selalu diidentikkan dengan budaya masyarakat Batak Toba. Disebut-sebut, begu ganjang adalah roh jahat yang sengaja dipelihara. Tujuannya untuk mendatangkan kekayaan bagi si pemiliknya. Namun sampai kini tidak satu kasus pun pernah terbukti.

Menurut budayawan Batak Toba, Thompson Hs, dari berbagai literatur tentang budaya Batak Toba, tak satu pun ia temukan kata maupun hal yang menyinggung tentang sosok begu ganjang itu.

2. Pengkaburan Suku

Pengkaburan suku ini maksudnya adalah penyebutan suatu wilayah dengan diidentikkan pada satu suku saja.

Di Sumatera Barat misalnya, yang ditonjolkan hanya suku Minangkabau. Padahal di Sumbar ada banyak suku seperti Mentawai, Tapanuli, Cina, Jawa, Bugis.

Begitu juga di Sumut, yang diidentikkan dengan suku Batak dan Melayu. Padahal ada banyak lagi suku disana seperti Nias, Cina, Jawa, Tamil dan lainnya.

Demikian ulasan mengenai distorsi budaya, penyebab, ciri, dampak hingga contoh kasus di Indonesia. Semoga bermanfaat. (Nur Fatimah)

Leave a Reply

Your email address will not be published.