Defenisi Paragraf, Jenis dan Contoh-contohnya

Pelayananpublik.id- Jika Anda gemar pasti sudah sering mendengar paragraf dan mendapatinya di tulisan yang Anda baca.

Paragraf atau alinea seringkali digunakan dalam berbagai tulisan baik ilmiah maupun fiksi.

Bayangkan jika sebuah tulisan lurus saja tanpa paragraf, belum lima menit Anda pasti sudah bosan bahkan puyeng membacanya.

Defenisi paragraf atau alinea adalah kumpulan kalimat yang biasanya mempunyai satu ide pokok dan cara penulisannya sedikit menjorok ke bagian dalam atau menggunakan garis baru.

Biasanya dalam sebuah paragraf terdiri dari gagasan utama di dalamnya.
Berikut adalah defenisi paragraf menurut beberapa sumber.

1. Paragraf adalah bagian dari suatu karangan yang terdiri atas sejumlah kalimat yang mengungkapkan satuan informasi dengan ide pokok sebagai pengendalinya (Ramlan).

2. Paragraf adalah serangkaian kalimat yang saling bertalian untuk membuat sebuah ide atau gagasan baru (Handayani dkk).

3. Paragraf merupakan sekelompok kalimat yang saling berhubungan dan bersama sama menjelaskan satu unit pokok pikiran (Wiyanto).

Ciri Paragraf

Paragraf memiliki ciri yang mencolok. Adapun beberapa ciri paragraf atau alinea adalah:

1. Bentuknya

Sebuah paragraf ditandai dengan penulisan kalimat pertama masuk agak kedalam dengan beberapa ketukan spasi.

Ketukan spasi dalam paragraf sekitar lima ketukan, biasanya ketukan lima spasi ini digunakan untuk jenis kalimat atau karangan yang biasa.

2. Isinya

Nah paragraf itu biasanya digunakan sebagai pikiran utama dalam sebuah kalimat atau topik yang telah ditentukan oleh penulis. Kalimat topik dan kalimat pengembang dalam paragraf memiliki fungsi dalam penulisan dimana fungsi tersebut dapat menjelaskan atau menerangkan pikiran utama dari penulis dalam menuliskan sebuah karya atau karangan dalam sebuah kalimat topik.

3. Kalimat Penjelas

Paragraf memakai sebuah kalimat penjelas dalam tulisan dimana kalimat penjelas tersebut berisikan tentang kedetailan dari kalimat topik. Paragraf memang bukan kumpulan dari kalimat topik, tetapi paragraf disini berisi beberapa kalimat penjelas dan hanya satu kalimat topik.

Jenis Paragraf

Paragraf tergolong dalam beberapa jenis. Jenis paragraf dikelompokkan berdasarkan fungsinya, letak gagasan utama dan isinya. Berikut penjelasannya.

1. Berdasarkan Letak Gagasan Utama

– Paragraf Deduktif. Paragraf deduktif adalah paragraf yang letak gagasan utamanya terletak di awal.

– Paragraf Induktif. Paragraf yang letak gagasan utamanya berada di akhir.

– Paragraf Ineratif. Paragraf ini ditandai dengan letak gagasan utamanya yang berada ditengah paragraf.

– Paragraf Campuran. Paragraf campuran adalah paragraf yang letak gagasan utamanya berada di awal dan juga akhir paragraf.

2. Berdasarkan Fungsi

– Paragraf Isi. Berisi bagian-bagian pokok dalam suatu karangan.

– Paragraf Penutup. Berisi kesimpulan, saran, harapan, ringkasan dan penekanan kembali hal-hal penting yang terdapat dalam setiap karangan.

– Paragraf Penghubung. Berfungsi menghubungkan antara paragraf satu ke paragraf lainnya atau karangan satu ke karangan lainnya.

3. Berdasarkan Isi

– Paragraf Eksposisi. Isinya bertujuan untuk memberikan penjelasan atau pengertian secara singkat dan padat.

Contoh: Acara Porseni di SMA XX kali ini akan digelar pada 10 Oktober 2019. Acara itu akan dihadiri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan juga jajaran Dinas Pendidikan. Adapun acara dalam Porseni itu adalah berbagai lomba seperti Lomba Cerdas Tangkas, Lomba Pidato, Lomba Debat dan lainnya.

2. Paragraf Deskripsi. Dalam paragraf ini, terdapat kalimat yang memaparkan isi gambaran pada suatu keadaan atau sebuah peristiwa yang bentuk tulisan sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat, mendengar dan merasakan serta mengalami peristiwa tersebut.

Contoh: Aku bertemu seorang asing hari ini. Meskipun baru pertamakali, aku seperti sudah pernah melihatnya. Rambutnya panjang merah kecoklatan diikat seadanya bahkan terkesan berantakan. Alisnya yang tebal serta tatapan tajam matanya tak pernah kulupa. Secara umum dia bisa dikatakan tampan, namun yang sekilas melihat akan merasa kalau dia orang jahat. Terlebih ada luka silang dipipinya, ya kau tahu, seperti Kenshin di Samurai X. Namun ketika ia tersenyum atau tertawa, kesan sangarnya hilang, ia bahkan memiliki dua lesung pipi kecil yang membuatnya semakin menarik.

3. Paragraf Persuasi. Paragraf persuasi adalah paragraf yang dimana isinya dapat mempengaruhi atau membujuk pembaca untuk tertarik dengan gagasan atau ajakan yang dibuat.

Contoh: Larangan merokok menjadi pro dan kontra yang panas saat ini. Sebagian mendukung dan sebagian mencibir. Padahal jelas sudah kalau rokok menimbulkan banyak penyakit. Tapi tidak dengan mereka yang sehari-hari memanh merokok. Begini saja, “rokok membunuhmu”, jadi itu hak masing-masing apakah mau bunuh diri atau tidak. Tapi yang harus diingat adalah “Rokok juga membunuh orang di sekitarmu”, ini pelanggaran HAM yang nyata. Bagaimana hak bayi menghirup udara bebas dirampas oleh bapaknya yang perokok. Itulah pelanggaran HAM yang nyata. Jadi mulai sekarang cobalah berhenti merokok demi kesehatan orang-orang yang Anda sayangi.

4. Paragraf Argumentasi. Paragraf ini adalah suatu kalimat paragraf dimana isinya dapat menyakinkan pembaca sehingga memperoleh dan menerima gagasan dalam sebuah karya yang ditulis oleh penulis.

Contohnya: membaca memang merupakan faktor penting dalam menguasai berbagai ilmu pengetahuan. Seorang penasihat hukum pasti selalu membaca buku-buku yang terkait dengan hukum, sebab jika tidak membaca buku hukum pasti ia akan merasa kesulitan dan tidak tahu apa saja pasal-pasal yang tertera dibuku hukum.

Seorang mahasiswa, tidak mau membaca buku maka akan mengalami kesulitan dalam menjawab soal-soal dari dosen.

5. Paragraf Narasi. Isinya menceritakan suatu peristiwa atau sebuah masalah, sehingga membuat pembaca menjadi tehibur atau terharu.

Contoh: Di sebuah pagi, kakekku datang dengan tiba-tiba. Ia membawa beberapa oleh-oleh khas dari kampung, ada ubi, jagung, pisang dan lainnya. Ia tertawa saat melihatku dan bergegas memelukku. Ia tertawa tapi ada sebesit air mata terbit dan mengalir di pipinya. Air mata haru pikirku, aku pun tidak bertanya. Kemudian ia pamit dan melambaikan tangannya, aku heran dan memanggil serta mengejar. Tapi lelahku berlebihan, kakek sudah jauh di ujung jalan.
Tiba-tiba aku tersentak bangun dari tidur, mimpi rupanya.
Kudengar sayup-sayup suara ibu menangis. Aku keluar kamar, ibu mengabarkan kakek telah meninggal dunia tadi malam.

Fungsi Paragraf

Paragraf mempunyai berbagai macam fungsi, diantara beberapa fungsi paragraf diantaranya adalah;

– Paragraf dalam sebuah kalimat dapat menjadi pengantar sebuah ide-ide, isi kalimat dan kalimat penutup pada tulisan yang dibuat oleh penulis.

– Mencurahkan suatu perasan dan pemikiran penulis dalam sebuah karya atau kalimat dalam bentuk tulisan yang dibuat secara logis dan dapat diterima oleh pembaca.

– Paragraf dapat membantu pembaca untuk memahami segala sesuatu mengenai isi dan topik dalam sebuah tulisan.

– Memudahkan penulis untuk menyusun ide-ide tentang tulisan yang akan dibuatnya.

– Dapat membantu penulis dalam mengembangkan gagasan-gagasan atau ide dari segala sesuatu yang berhubungan dengan topik yang ingin ditulis menjadi sebuah karya tulis.

Demikian ulasan mengenai paragraf, fungsi, jenis hingga contohnya. Semoga bermanfaat. (Nur Fatimah)