Peta: Pengertian, Tujuan, Jenis dan Penggunaannya

Pelayananpublik.id- Peta adalah gambaran lokasi yang digunakan untuk melihat letak suatu tempat. Peta banyak digunakan saat ini terlebih travelers semakin menjamur dimana-mana.

Bahkan peta dibuat semudah mungkin untuk diakses dengan penerapan di telepon pintar. Sehingga jika Anda tersesat, Anda hanya perlu membuka handphone dan melihat dimana lokasi Anda saat ini.

Bahkan Google membuat fitur penunjuk jalan untuk memudahkan penggunanya. Jadi Anda bisa diarahkan oleh suara dari handphone Anda menuju tempat yang Anda inginkan.

Peta sudah ada sejak zaman dulu. Orang-orang menggambarkan lokasi suatu tempat dengan gambaran sederhana dan tanda-tanda sederhana. Kini peta dibuat semakin detail dan kompleks juga untuk memudahkan penggunanya.

Nah, kali ini Pelayanan Publik akan membahas tentang peta, mulai dari pengertian, tujuan, jenis dan lainnya.

Pengertian Peta

Secara umum, peta adalah sebuah gambaran permukaan bumi pada bidang datar dengan skala tertentu melalui sebuah sistem proyeksi. Peta dapat disajikan dalam berbagai cara yang berbeda, mulai dari peta konvensional yang tercetak hingga peta digital yang tampil di layar komputer.

Istilah peta sendiri berasal dari bahasa Yunani yakni “mappa” yang artinya taplak atau kain penutup meja. Tapi secara umum pengertian peta yaitu sebuah lembaran seluruh atau sebagian permukaan bumi pada bidang datar yang diperkecil dengan memakai skala tertentu.

Ilmu yang mempelajari pembuatan peta disebut dengan kartografi. Sedangkan kumpulan dari beberapa peta disebut dengan atlas.

Menurut International Cartographic Association (ICA), peta adalah gambaran atau representasi unsur-unsur ketampakan abstrak yang dipilih dari permukaan bumi yang ada kaitannya dengan permukaan bumi atau benda-benda angkasa, yang pada umumnya digambarkan pada suatu bidang datar dan diperkecil atau diskalakan.

Sementara, menurut Erwin Raisz peta adalah gambaran konvensional permukaan bumi yang diperkecil dengan berbagai kenampakan dan ditambah tulisan-tulisan sebagai tanda pengenal.

Sedangkan  Aryono Prihandito (1998) berpendapat peta adalah gambaran permukaaan bumi dengan skala tertentu, digambar pada bidang datar melalui system proyeksi tertentu.

Dan menurut Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal 2005) peta adalah wahana bagi penyimpanan dan penyajian data kondisi lingkungan, merupakan sumber informasi bagi para perencana dan pengambilan keputusan pada tahapan pada tingkatan pembangunan.

Tujuan Pembuatan Peta

Tujuan pembuatan peta ada bermacam-macam sesuai jenis dan fungsinya. Pada umumnya, peta menggambarkan lokasi dan tempat-tempat di sekelilingnya.

Sehingga lokasi itu lebih mudah dikuasai dan diketahui medannya.

Adapun tujuan lain pembuatan peta adalah sebqgai berikut:

– Menyimpan data-data yang ada di permukaan bumi.

– Menganalisis data spasial seperti perhitungan volume.

– Memberikan informasi dalam perencanaan tata kota dan pemukiman.

– Memberikan informasi tentang ruang yang bersifat alami, baik manusia maupun budaya.

Fungsi Peta

– Menunjukkan posisi atau lokasi suatu tempat di permukaan bumi.

– Memperlihatkan ukuran (luas, jarak) dan arah suatu tempat di permukaan bumi.

– Menggambarkan bentuk-bentuk di permukaan bumi, seperti benua, negara, gunung, sungai dan bentuk-bentuk lainnya.

– Membantu peneliti sebelum melakukan survei untuk mengetahui kondisi daerah yang akan diteliti.

– Menyajikan data tentang potensi suatu wilayah.

– Sebagai alat analisis untuk mendapatkan suatu kesimpulan.

– Sebagai alat untuk menjelaskan rencana-rencana yang diajukan.

Jenis-jenis Peta

Ada beberapa jenis peta yang digunakan manusia di seluruh dunia. Peta-peta itupun digunakan untuk berbagai keperluan. Adapun jenis- jenis peta adalah sebagai berikut.

1. Berdasarkan Isi

Peta Umum

Peta umum adalah jenis peta yang menggambarkan kenampakan bumi, baik fenomena alam atau budaya. Peta umum ini dibagi menjadi 3 jenis, yakni peta topografi, peta korografi dan peta geofrafi.

Peta topografi, yakni jenis peta yang menggambarkan permukaan bumi lengkap dengan reliefnya. Penggambaran relief permukaan bumi ke dalam peta digambar dalam sebuah bentuk garis kontur. Semakin renggang garisnya maka semakin rendah daerah tersebut, sementara jika garisnya rapat maka itu adalah daerah pegunungan.

Peta korografi menggambarkan seluruh atau sebagian permukaan bumi yang sifatnya umum, dan biasanya berskala sedang. Contohnya : pada peta korografi adalah atlas.

Peta dunia atau geografi, yakni jenis peta umum yang berskala sangat kecil dengan cakupan wilayah yang sangat luas.

Peta Khusus (Tematik)

Peta Khusus (peta tematik) adalah jenis peta yang menggambarkan informasi dengan tema tertentu/khusus. Contohnya : pada peta politik, peta geologi, peta penggunaan lahan, peta persebaran objek wisata, peta kepadatan penduduk, dan sebagainya. Contoh peta khusus adalah:

– Peta Batas Wilayah
– Peta Budaya
– Peta Pemanfatan Hutan
– Peta Pengetahuan Ekologi Lokal
– Peta Hijau
– Peta Kepemilikan Lahan

Berdasarkan Sumber Data

Berdasarkan sumber datanya, peta dibedakan menjadi beberapa jenis, yakni sebagai berikut:

– Peta turunan (Derived Map) adalah jenis peta yang dibuat berdasarkan pada acuan peta yang sudah ada, sehingga tidak memerlukan survei langsung ke lapangan.

– Peta induk adalah jenis peta yang dihasilkan dari survei langsung di lapangan.

Berdasarkan Skala

Berdasarkan skala, peta dibedakan menjadi beberapa jenis, yakni sebagai berikut:

– Peta kadaster (sangat besar) adalah jenis peta yang berskala  1: 100 sampai dengan  1: 5000. Contohnya : pada Peta pertanahan, Peta Pertambangan.

– Peta besar adalah jenis peta yang berskala > 1: 5000 sampai  dengan  1: 250.000. Contohnya : pada peta kecamatan/kabupaten.

– Peta sedang adalah jenis peta yang berskala > 1: 250.000 sampai dengan  1: 500.000. Contohnya : pada peta provinsi.

– Peta kecil adalah jenis peta yang berskala > 1: 500.000 sampai dengan  1: 1.000.000. Contohnya : pada peta negara.

– Peta geografis (sangat kecil) adalah jenis peta yang berskala > 1: 1.000.000 ke bawah. Contohnya : pada Peta benua/dunia.

Berdasarkan Bentuk

Berdasarkan bentuk, peta dibedakan menjadi beberapa jenis seperti peta datar atau dua dimensi atau planimetri, peta timbul atau peta tiga dimensi atau peta stereometri, peta digital, peta garis, peta foto.

Cara Menggunakan Peta

Bagaimana cara membaca peta suatu kabupaten atau provinsi? Ikuti langkah-langkah berikut ini.

Menemukan peta kabupaten dan provinsi
Peta kabupaten dan provinsi bisa kita temukan dalam atlas. Atlas adalah buku yang berisi gambar-gambar peta. Kamu bisa menemukan peta kabupaten dan provinsi di atlas provinsi-provinsi. Lihatlah daftar isi atlas tersebut. Carilah nama provinsimu. Kemudian bukalah halaman yang ditunjukkan dalam daftar isi itu. Di halaman itu kamu akan menemukan peta provinsimu.

Dalam melihat lokasi di peta secara detail, hal yang terpenting adalah lihatlah mata angin dalam peta. Biasanya bagian atas adalah utara. Lalu sesuaikan dengan posisimu. Buatlah peta itu sesuai arah kompas.

Perlu kamu perhatikan tanda-tanda yang ada dalam peta dan bandingkan dengan lokasimu. Dengan demikian kamu akan lebih mudah mengetahui posisimu dan tempat yang kamu tuju.

Lebih gampangnya lagi, buka saja telepon pintar Anda dan klik Google Map, ketikkan tempat yang Anda tuju.

Demikian ulasan mengenai peta, jenis hingga cara menggunakannya. Semoga bermanfaat. (Nur Fatimah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *