Stop Hoax Mendatangkan Hujan Pakai Ember Berisi Air Garam

Pelayananpublik.id- Musim kemarau tiba, kebakaran hutan pun terjadi dimana-mana. Selain itu kekeringan juga melanda sejumlah daerah di Indonesia yang tak kunjung dihampiri hujan.

Nah, baru-baru ini muncul pesan berantai di grup Whatsapp mengenai cara mendatangkan hujan secara manual.
Caranya ialah dengan mengisi baskom dengan air yang dicampur garam lalu dijemur siang hari.

“Darurat Kemarau Panjang !! Sediakan baskom air yang dicampur garam dan diletakkan di luar rumah, biarkan menguap, jam penguapan air yang baik adalah sekitar pukul 11.00 – jam 13.00, dengan makin banyak uap air di udara semakin mempercepat kondensasi menjadi butir air pada suhu yang makin dingin di udara.

Dengan cara sederhana ini diharapkan hujan makin cepat turun, semakin banyak warga yang melakukan ini di masing-masing rumah, ratusan ribu rumah maka akan menciptakan jutaan kubik uap air di udara. Lakukan ini satu rumah cukup satu ember air garam, Sabtu pukul 10 pagi serempak.. Mari kita sama-sama berusaha untuk menghadapi kemarau kian parah ini..
Mohon diteruskan..kesemua group. Terima kasih,” demikian bunyi pesan berantai tersebut.

Pesan ini sebenarnya sudah muncul sejak lama namun kembali disebarkan oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Karena sesungguhnya pesan itu adalah berita bohong ataupun hoaks.

Hal ini ditegaskan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Mereka menyatakan pesan itu tidak benar dan tidak akan mendatangkan hujan buatan.

“Sebenarnya isi pesan broadcast WhatsApp di atas sudah sering diluruskan, tapi masih berlanjut saja, hoaks itu. Dari sisi keilmuan, kegiatan tersebut sangat tidak mendasar. Proses fisis-nya tidak ada,” jelas Kepala Stasiun Meteorologi BMKG, Citeko, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Asep Firman Ilahi.

Ia pun menjelaskan terkait musim kemarau yang kini melanda Indonesia. Berdasarkan fakta yang ada saat ini hujan memang sulit turun.

“Setelah itu bergulir posisinya di selatan ekuator. Posisi matahari sekarang, menyebabkan di utara masih hangat, sehingga angin masih bergerak dari selatan, di mana angin selatan atau tenggara cenderung lebih kering, sulit terjadi hujan,” paparnya.

Namun, khusus di daerah Bogor, karena faktor geografis pegunungan, maka masih memungkinkan hujan lokal. Tapi, ketika matahari sudah berada di selatan pada Oktober sampai Februari, hujan akan lebih intensif karena selatan lebih hangat dibandingkan dengan utara.

“Kita bersabar saja, ini ujian dari Allah. Yang penting kita tetap sabar dan tawakal. Ketika hujan kita berdoa agar jadi berkah bukan bencana. Mari kita berpikir lebih cerdas dengan media sosial,” tuturnya. (Nur Fatimah)

Sumber: Merdeka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.