Pengertian Ruang, Tata Ruang dan Interaksi Antar Ruang

Pelayananpublik.id- Ruang merupakan wadah atau spasial yang sering disebut-sebut dalam berbagai bidang.

Karena merupakan wadah, ruang tentu saja bisa diisi berbagai macam hal sesuai peruntukkannya.

Secara defenisi, ruang adalah wadah yang meliputi ruang darat, ruang laut, dan ruang udara, termasuk ruang di dalam bumi sebagai satu kesatuan wilayah, tempat manusia dan makhluk lain hidup, melakukan kegiatan, dan memelihara kelangsungan hidupnya.

Berikut adalah pengertian ruang menurut para ahli.

1. Lao Tzu

Lao Tzu mengatakan ruang adalah ” kekosongan ” yang ada di sekitar kita maupun di sekitar objek atau benda. Ruang yang ada di dalamnya lebih hakiki ketimbang materialnya/masannya.

Kekosongan yang terbingkaikan adalah sebagai transisi yang memisahkan arsitektur dengan fundamental.

Menurutnya, terdapat tiga tahapan hirarki ruang yakni:

– Ruang adalah hasil serangkaian secara tektonik

– Ruang yang dilingkupi bentuk

– Ruang peralihan yang membentuk suatu hubungan antara dunia di dalam dan dunia di luar.

2. Plato

Nah, menurut Plato ruang adalah sesuatu yang dapat terlihat dan terab, mejadi teraba karena memiki karakter yang jelas berbeda dengan semua unsur lainnya. Plato menginginkan : kini, segala sesuatunya harus berwadah, kasat mata, dan teraba.

3. Rudolf Amheim

Ruang adalah sesuatu yang dapat di bayangkan sebagai suatu kesatuan terbatas atau tak terbatas, seperti keadaan yang kosong yang sudah di siapkan untuk mengisi barang.

4. Imanuel Kant

Ruang bukanlah merupakan sesuatu yang objektif atau nyata merupakan sesuatu yang subjektif sebagai hasil pikiran manusia.

Karakteristik Ruang

Menurut Aristoteles, ruang adalah sebagai tempat (topos) suatu dimana, atau suatu place of belonging, ruang menjadi lokasi yang tepat dimana setiap elemen fisik cenderung berada.

Terdapat 5 karakteristik ruang dirangkum yakni:

– Tempat melingkupi objek yang ada padanya

– Tempat bukan bagian yang di linkunginya

– Tempat dari suatu objek yang tidak lebih besar atau lebih kecil dari objek tersebut

-Tempat dapat di tinggalkan oleh objek dan dapat di pisahkan dari objek

– Tempat selau mengikuti objek walaupun objek terus bergerak

Unsur Pembentuk Ruang

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, ruang tidak dapat di pisahkan dari kehidupan manusia dalam berbagai bidang, baik secara Psikologi, emosional, dan dimensional.

Manusia berada dalam ruang, bergerak, menghayati, berfikir dan juga menciptakan dan menyatakan bentuk dunianya.

Nah ada beberapa elemen pembentuk ruangan yakni:

1. Bidang Alas/Lantai ( The base Plane ). Oleh karena lantai Merupakan pendukung segala aktifitas kita di dalam ruangan.

2. Bidang Dinding/pembatas ( The vertical Space Devider ). Sebagai unsur perancangan bidang dinding dapat menyatu dengan bidang lantai atau sebagai bidang yang terpisah.

3. Bidang atap/langit-langit ( The Overhead Plane ). Bidang atap adalah unsure pelindung utama dari suatu bangunan dan pelindung terhadap pengaruh iklim.

Selain ketiga unsur diatas adapun beberapa faktor lain yang turut mempengaruhi terbentuknya suatu ruang. Faktor-faktor tersebut adalah dimensi, wujud, konfigurasim permukaan, sisi bidang dan bukaan-bukaan. Suatu ruang tidak saja mempunyai bentuk secara fisik.

Tata Ruang

Tata ruang adalah wujud struktur ruang dan pola pemanfaatan ruang, baik direncanakan maupun tidak.

Tata ruang ini berlaku pada ruang yang sederhana, hingga kompleks.

Dalam tata ruang kantor misalnya, tujuannya adalah membuat kerja pegawai seefisien mungkin dengan kondisi kantor yang telah ditata.

Bisa dibayangkan fungsi tata ruang dalam sebuah negara kan? Tentu lebih rinci dan kompleks.

Undang – Undang No. 24 Tahun 1992 menyebut ruang adalah wadah kehidupan yang meliputi ruang daratan, ruang lautan dan ruang udara termasuk di dalamnya tanah, air, udara dan benda lainnya serta daya dan keadaan sebagai suatu kesatuan wilayah tempat manusia dan mahluk lainnya hidup dan melakukan kegiatan serta memelihara kelangsungan hidupnya.

Tata Ruang adalah wujud struktural dan pola pemanfaatan ruang baik yang direncanakan maupun yang menunjukkan adanya hirarki dan keterkaitan pemanfaatan ruang.

Lebih lanjut baca : Tata Ruang: Pengertian, Fungsi, Tujuan dan Penyelenggaraannya

Interaksi Antarruang

Interaksi antarruang adalah pergerakan orang, barang atau informasi dari satu daerah ke daerah lain atau dari daerah asal menuju daerah tujuan.

Ada beberapa kondisi saling bergantung yang diperlukan untuk terjadinya interaksi keruangan yaitu:

– Saling  melengkapi (Complementarity)

Saling  melengkapi (Complementarity)
atau  disebut  pula Regional Complementary adalah kondisi saling melengkapi yang terjadi jika ada wilayah-wilayah yang berbeda komoditas yang dihasilkannya.

– Kesempatan antara (Intervening opportunity)

Kesempatan antara (Intervening opportunity) merupakan   suatu   lokasi   yang   menawarkan alternatif lebih baik sebagai tempat asal  maupun tempat tujuan.  Jika seseorang akan membeli suatu produk, maka ia akan memperhatikan faktor jarak dan biaya untuk memperoleh produk tersebut.

– Kemudahan transfer (transferability)

Pengangkutan  barang  atau  juga  orang  memerlukan  biaya, biasanya biaya yang dicari adalah biaya yang lebih rendah. Jika biaya tersebut terlalu tinggi dibandingkan dengan keuntungannya, maka interaksi antar ruang tidak akan terjadi. Kemudahan transfer dan biaya yang diperlukan juga sangat tergantung pada ketersediaan   infrastruktur  (sarana dan prasarana) yang menghubungkan daerah asal dan tujuan.

Demikian ulasan tentang ruang, karakteristik, tata ruang hingga interaksi antarruang. Semoga bermanfaat. (Nur Fatimah)

Leave a Reply

Your email address will not be published.