Majas: Pengertian, Jenis dan Contoh Penggunaannya

Pelayananpublik.id- “Antony marah, dadanya beremuruh bagaikan karang yang dihantam debur ombak. Pikirannya kalut berselimut kabut. Dilihatnya sekeliling pepohonan pun ikut mencibirnya, menimpakan kutukan atasnya. Hujan dari langit pun ikut meludahinya penuh benci berikut bentakan dari petir yang seakan murka kepada kebodohannya hari ini.”

Paragraf di atas merupakan kumpulan beberapa kalimat yang mengandung majas. Majas sendiri sering muncul dalam kalimat baik karya sastra maupun percakapan sehari-hari.

Majas digunakan untuk mengekspresikan macam-macam perasaan dan gambaran sesuatu.

Lihat saja paragraf di atas, bagaimana pohon bisa mencibir manusia, dalam artian harfiah itu tidak mungkin terjadi. Tapi untuk menggambarkan rasa malu dan marah yang sangat besar, diperumpakanlah pohon pun sampai mencibir si Anthony.

Begitulah penggunaan majas dalam kalimat dan karya sastra. Lalu apa sebenarnya makna dari majas itu sendiri?

Secara umum, majas adalah gaya bahasa yang digunakan dalam suatu karya sastra dengan tujuan untuk memberikan efek-efek tertentu sehingga membuat karya sastra tersebut menjadi lebih hidup.

Adapun pendapat beberapa ahli mengenai majas adalah sebagai berikut:

1. Goris Keraf

Majas adalah suatu gaya bahasa dalam karya sastra yang disampaikan secara jujur, sopan-santun, dan menarik.

2. Luxemburg dkk

Menurut Luxemburg dkk, pengertian majas adalah suatu gaya bahasa yang memberikan ciri khas pada sebuah teks. Artinya, pada saat tertentu suatu teks dapat diibaratkan seperti individu yang berbeda dengan individu yang lain.

3. Prof. Dr. H. G. Tarigan

Prof. Dr. H. G. Tarigan mengatakan pengertian majas adalah cara mengungkapkan pikiran melalui gaya bahasa secara khas yang memperlihatkan jiwa dan kepribadian seorang penulis.

3. Aminuddin

Menurut Aminuddin, pengertian majas adalah gaya bahasa yang digunakan oleh seorang penulis dalam memaparkan gagasannya sesuai dengan tujuan dan efek tertentu yang ingin dicapai.

Jenis Majas

Terdapat berbagai macam majas yang digunakan dalam kalimat. Secara umum, majas dapat dikelompokkan menjadi empat macam. Sesuai dengan penjelasan pengertian majas di atas, adapun macam macam majas adalah sebagai berikut:

Majas Perbandingan

Nah, majas jenis ini merupakan gaya bahasa membandingkan atau menyandingkan suatu objek dengan objek lainnya dengan cara penyamaan, pelebihan, atau penggantian. Seperti membandingkan manusia dengan benda mati dan sebaliknya.

Adapun majas-majas yang termasuk dalam kelompok majas perbandingan adalah:

1. Personifikasi

Personifikasi adalah gaya bahasa yang digunakan untuk menggantikan fungsi benda mati yang dapat bersikap seperti manusia. Contohnya: Hujan dari langit pun ikut meludahinya penuh benci berikut bentakan dari petir yang seakan murka kepada kebodohannya hari ini.

2. Metafora

Metafora adalah kebalikan dari personifikasi. Yakni gaya bahasa yang digunakan sebagai kiasan yang secara eksplisit mewakili suatu maksud lain berdasarkan persamaan atau perbandingan. Dalam majas ini manusia dibandingkan dengan benda mati. Contoh: Dia adalah racun bagi keluarganya.

3. Asosiasi

Gaya bahasa yang membandingkan dua objek berbeda, namun disamakan dengan menambahkan kata sambung bagaikan, bak, atau seperti.
Contoh: Wajah ayah dan anak itu bagaikan pinang dibelah dua.

4. Hiperbola

Hiperbola adalah gaya bahasa yang mengungkapkan sesuatu secara berlebihan, bahkan terkesan tidak masuk akal. Contoh: Ketika sebuah pukulan mendarat, jeritnya pun memecah langit.

5. Eufemisme

Majas eufimisme adalah gaya bahasa dimana kata-kata yang dianggap kurang baik diganti dengan padanan kata yang lebih halus. Contoh: hantu diganti dengan makhluk astral.

Contoh: kata kencing diganti dengan buang air kecil.

6. Metonimia

Metonimia menyandingkan istilah sesuatu untuk merujuk pada benda yang umum. Biasanya menggunakan merk dagang.

Contoh: Saat kelaparan melanda di tengah malam, aku memasak Indomie.

7. Simile

Yaitu gaya bahasa yang menyandingkan suatu aktivitas dengan suatu ungkapan.
Contoh: “Dia terlalu penurut bagaikan kerbau yang dicocok hidungnya.

8. Alegori

Yaitu gaya bahasa yang menyandingkakan suatu objek dengan kata kiasan.

Contoh: Memegang prinsip itu sama dengan menggengam bara api. Menyakitkan tapi harus dipertahankan.

9. Sinekdoke

Majas ini terbagi dua, yaitu sinekdok pars pro toto dan sinekdok totem pro parte.

– Sinekdok pars pro toto adalah gaya bahasa yang menyebutkan sebagian unsur benda untuk menjelaskan keseluruhan benda tersebut. Contoh: “batang hidungnya tidak muncul juga hingga hari ini.” Dalam hal ini kata ‘batang hidung’ merujuk pada individu secara keseluruhan.

– Sinekdok totem proparte adalah gaya bahasa yang menyebutkan keseluruhan untuk menjelaskan sebagian situasi atau benda. Contoh: “Indonesia mewakili asia tenggara dalam turnamen sepak bola internasional.” Dalam hal ini kata ‘Indonesia’ merujuk pada tim sepak bolanya saja.

10. Simbolik

Simbolik adalah yaitu gaya bahasa dengan ungkapan yang membandingkan antara manusia dengan sikap mahluk hidup lainnya.
Contoh: Tikus kantor berkeliaran menggerogoti aset negara dengan seenak perutnya saja.

Majas Pertentangan

Selain majas perbandingan adapula majas pertentangan.

Dalam majas ini, digunakan kata-kata kiasan dimana maksudnya berlawanan dengan arti sebenarnya. Adapun majas yang masuk kelompok Majas Pertentangan.

1. Litotes

Litotes adalah majas yang menggunakan seperti merendahkan diri, meskipun pada kenyataan sebenarnya justru sebaliknya.
Contoh: Silakan dimakan makanan ala kadarnya ini. Hanya ada kepiting dan udang untuk hari ini.

2. Paradoks

Paradoks adalah gaya bahasa yang membandingkan situasi sebenarnya dengan situasi kebalikannya.
Contoh: Di era digital ini, Pak Karyo ternyata tak tahu apa itu handphone.

3. Antitesis

Antitesis adalah gaya bahasa yang memadukan pasangan kata dimana artinya saling bertentangan.
Contoh: Semua orang sama di mata hukum, tak perduli tua-muda atau kaya-miskin.

4. Kontradiksi Interminus

Gaya bahasa ini menyangkal pernyataan yang disebutkan sebelumnya. Umumnya majas ini disertai dengan konjungsi, misalnya hanya saja atau kecuali.
Contoh: Seluruh sekolah akan mendapatkan dana bantuan kecuali yang belum menyelesaikan administrasi.

Majas Sindiran

Majas sindiran adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata kiasan dengan tujuan untuk memberikan sindiran kepada seseorang, perilaku, dan suatu kondisi. Majas ini pun tergolong sindiran lembut, sedang hingga kasar. Adapun majas yang termasuk dalam kategori majas sindiran adalah:

1. Ironi

Ironi merupakan gaya bahasa yang memakai kata kiasan dimana artinya berlawanan dengan fakta sebenarnya. Contoh: Ya ampun bersih sekali kamarmu, sampah dimana-mana.

2. Sinisme

Selain ironi, adapula gaya bahasa yang disebut Sinisme. Yaitu gaya bahasa dimana seseorang memberikan sindiran secara langsung kepada orang lain. Contoh: Badanmu bau sekali, tapi kalau disuruh mandi tidak mau.

3. Sarkasme

Dibanding dua majas sindiran lain, sarkasme adalah yang paling kasar.

Biasanya gaya bahasa ini diucapkan seseorang ketika ia sangat marah. Contoh: Kau tidak mau sekolah, lihat saja kau akan jadi sampah!

Majas Penegasan

Majas penegasan adalah gaya bahasa yang dipakai untuk menyatakan sesuatu secara tegas guna meningkatkan pemahaman dan kesan kepada pembaca/ pendengar. Berikut ini adalah majas yang termasuk dalam penegasan.

1. Pleonasme

Yaitu gaya bahasa yang menggunakan kata-kata dengan makna sama, terkesan tidak efektif tapi disengaja untuk menegaskan sesuatu.
Contoh: Cepat turun ke bawah, kamu sudah ditunggu.

2. Repetisi

Repetisi adalah gaya bahasa yang mengulang kata-kata dalam suatu kalimat.
Contoh: Sudah kukatakan aku muak, aku bosan disuruh-suruh. Aku muak dengan perintahmu!

3. Pararelisme

yaitu gaya bahasa yang mengulang-ulang sebuah kata untuk menegaskan makna kata tersebut dalam bebeberapa definisi yang berbeda. Biasanya digunakan pada sebuah puisi. Contoh: Kamu itu cantik, manis, baik, pokoknya aku suka kamu.

4. Tautologi

Tautologi mengulang kata yang bersinonim untuk menegaskan suatu kondisi atau maksud tertentu. Contoh: Sejarah masa lalu pria itu sangat kelam.

5. Klimaks

yaitu gaya bahasa yang menjelaskan lebih dari dua hal secara berurutan dimana tingkatannya semakin lama semakin tinggi. Contoh: Pada saat itu semua orang, mulai dari bayi, anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga lansia, pergi mengungsi akibat gempa.

6. Antiklimaks

Yaitu gaya bahasa yang menjelaskan lebih dari dua hal secara berurutan untuk menegaskan sesuatu dengan mengurutkan dari tingkatan tertinggi ke tingkatan terendah.
Contoh: Setiap haris senin, mulai dari kepala sekolah, guru, staf, dan para murid di SMP Sipoholon, rutin melaksanakan upacara bendera.

7. Retorik

Majas retorik adalah kalimat tanya tetapi sebenarnya tidak perlu dijawab. Majas ini biasanya dipakai untuk penegasan sekaligus sindirian. Contoh:
Kalau kamu Sholat Jumat setiap hari apa, Mas?

Demikian ulasan mengenai majas mulai dari pengertian, jenis dan contoh-contohnya. Semoga menambah wawasan Anda. (Nur Fatimah)

Leave a Reply

Your email address will not be published.